Close Menu
desakdesak
  • Ocehan
  • Pop
  • Curhat
  • Sosok

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Unik! PDGI Tasik Mampir ke Lapangan Padel, Kolaborasikan Edukasi Gigi Gratis Lewat ‘Smash for Smiles’

September 26, 2026

Latih Ibu-ibu Bikin ‘Batik Ciwitan’ Tanpa Canting, Bapeksi Sentil Masalah Pengangguran di Tasik

September 26, 2026

Kalahkan Medan, Kota Tasik Punya 23 Lapangan Padel! Ketua KONI: Tinggal Tunggu Pengurus PBPI Resmi Dibentuk

September 26, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
desakdesak
✍️ Kirim Tulisan
  • Ocehan
  • Pop
  • Curhat
  • Sosok
desakdesak
✍️
  • Ocehan
  • Pop
  • Curhat
  • Sosok
Beranda » Satu Kendaraan, Seribu Pertanyaan : Transparansi Transportasi Publik di Tasikmalaya
Arsip

Satu Kendaraan, Seribu Pertanyaan : Transparansi Transportasi Publik di Tasikmalaya

Sopyan SaoriBy Sopyan SaoriJuli 14, 2025Updated:September 13, 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Share Facebook Pinterest Twitter LinkedIn Tumblr Email Bluesky
Kabid Angkutan Dishub Kota Tasikmalaya Akui Tidak Ada Pembelian Kendaraan Angkutan Selama ini
ilustrasi
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

Tasikmalaya, desak.id/ | Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui Dinas Perhubungan pada tahun 2023 mengalokasikan Rp184 juta untuk pengadaan satu unit angkutan umum yang melayani antar kota dalam satu wilayah administratif.

Jika dibaca dari tujuannya, kegiatan ini tampak mulia, mendukung mobilitas masyarakat, memperkuat konektivitas wilayah, dan memperluas akses layanan transportasi.

Namun jika dilihat dari pelaksanaannya, publik justru lebih banyak disuguhi pertanyaan daripada jawaban. Angkutan Umum atau Simbol Administratif?

Irwan Supriadi Iwok, dari Solidaritas Pemuda Tunas Tasikmalaya (SIPATUTAT) mengungkapkan, dalam kondisi kota yang menghadapi kemacetan kronis, kepadatan kendaraan pribadi, dan minimnya transportasi umum terintegrasi, pengadaan satu unit kendaraan, apa pun jenisnya terasa simbolik dan nyaris tak berdampak.

"Tanpa kejelasan jenis kendaraan, trayek yang dilayani, mekanisme pengoperasian, dan skema subsidi atau tarif, program ini lebih menyerupai upaya menggugurkan kewajiban daripada solusi atas persoalan mobilitas," terangnya kepada media, Senin 14 Juli 2025.

Swakelola : Antara Efisiensi dan Potensi Konflik Kepentingan

Lebih lanjut, Irwan mengatakan, Pengadaan ini dilaksanakan melalui skema Swakelola Tipe 1, di mana Dinas Perhubungan bertindak sebagai perencana dan pelaksana kegiatan.

Menurutnya, meskipun dibolehkan secara regulasi, swakelola jenis ini juga mengandung risiko seperti

• Tidak melalui proses kompetitif,
• Tidak terbuka bagi penyedia eksternal yang mungkin menawarkan efisiensi lebih baik,
• Minim kontrol kualitas dari luar lembaga,
• Rentan pada konflik kepentingan dan pemborosan terselubung.

“Dalam konteks ini, pengawasan independen mutlak diperlukan, baik oleh Inspektorat Daerah, DPRD, maupun partisipasi masyarakat sipil,” tambahnya.

Selain itu, Irwan juga mempertanyakan alokasi uang sebesar Rp184 juta itu untuk apa saja. Irwan berpendapat, tanpa rincian terbuka, publik tidak tahu apakah dana sebesar itu digunakan semata untuk membeli kendaraan, ataukah mencakup biaya operasional, pemeliharaan, hingga promosi layanan.

“Apakah kendaraan tersebut sudah beroperasi? Berapa penumpang yang menggunakannya? Apakah ada pelaporan kinerja dan dampaknya terhadap kemacetan atau aksesibilitas warga pinggiran kota?,” tanyanya.

Menurutnya, Transparansi bukan hanya urusan administrasi, tetapi juga soal legitimasi penggunaan dana publik.

Transportasi Tidak Bisa Berdiri Sendiri

Irwan juga menyinggung masalah transportasi merupakan persoalan sistemik. Menurutnya, Menambahkan satu kendaraan di tengah sistem yang semrawut tidak akan menghasilkan perubahan signifikan.

“Jika pengadaan ini tidak dibarengi dengan perencanaan trayek berbasis kebutuhan warga, sinergi dengan sistem parkir dan kendaraan non motor, serta upaya mendorong warga beralih dari kendaraan pribadi ke publik, maka program ini hanya akan menjadi tambal sulam dari persoalan yang lebih dalam,” katanya.

Terakhir, Irwan mengatakan, Satu Unit Tak Cukup, Tapi Bisa Jadi Awal Jika…

“Satu kendaraan tidak akan mengubah kota. Tapi jika dibarengi dengan transparansi, integrasi, dan evaluasi publik, maka ia bisa menjadi titik awal perbaikan transportasi perkotaan yang sesungguhnya,” katanya.

Untuk itu, Irwan meminta Pemerintah kota harus membuka data, menjelaskan tujuan dan hasil, serta melibatkan publik dalam evaluasi.

“Karena yang sedang diuji bukan hanya efektivitas satu kendaraan, tapi juga kesungguhan Pemkot dalam membenahi wajah transportasi Kota Tasikmalaya,” pungkasnya. (***)

Add as Preferred on Google Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleResmi Dibuka, Pasar Karanglayung Jadi Pusat Ekonomi Baru di Desa
Next Article Polemik Konser HINDIA Berlanjut di Ranah Medsos, Al Mumtaz Nyatakan Sikap Redam Kegaduhan
Sopyan Saori
  • Website

Owner Khanzaar

Related Posts

Kejurdo V BKC digelar di Tasikmalaya, ajang penjaringan Kejurnas 2027

September 12, 2026

Warga Jalan Gubernur Suaka kompak gelar ronda malam dan edukasi pemuda

September 12, 2026

Aksi Berandalan Motor Semakin Brutal, kendaraaan ustad pun tak luput dari sasaran, polisi diharapkan perlu lebih tegas

September 11, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Seedbacklink
Top Posts

Branding Maxim Berjejer di Jalan, Pajak Reklame Bocor di Bawah Meja?

September 15, 202612 Views

Fenomena Ceu Epon Beli Emas Pakai Uang Kresek: Antara Realita Jalanan dan Tamparan Literasi Keuangan

September 21, 202610 Views

Program GENIUS OJK Tasik: Guru Dulu yang Diedukasi, Biar Murid Gak Terjebak Pinjol dan Judol

September 18, 202610 Views

Milad ke-49 BKPRMI Kota Tasik: Menuju Indonesia Emas 2045, Kesejahteraan Guru Masih ‘Saeutik Mas’

September 15, 202610 Views

Kedok Koperasi Rasa Bank Emok: Ketika Lembaga Pembiayaan Pinjam Nama, Rakyat yang Kena Peras

September 14, 202610 Views
New Comments
    Most Popular

    Branding Maxim Berjejer di Jalan, Pajak Reklame Bocor di Bawah Meja?

    September 15, 202612 Views

    Fenomena Ceu Epon Beli Emas Pakai Uang Kresek: Antara Realita Jalanan dan Tamparan Literasi Keuangan

    September 21, 202610 Views

    Program GENIUS OJK Tasik: Guru Dulu yang Diedukasi, Biar Murid Gak Terjebak Pinjol dan Judol

    September 18, 202610 Views
    Our Picks

    Unik! PDGI Tasik Mampir ke Lapangan Padel, Kolaborasikan Edukasi Gigi Gratis Lewat ‘Smash for Smiles’

    September 26, 2026

    Latih Ibu-ibu Bikin ‘Batik Ciwitan’ Tanpa Canting, Bapeksi Sentil Masalah Pengangguran di Tasik

    September 26, 2026

    Kalahkan Medan, Kota Tasik Punya 23 Lapangan Padel! Ketua KONI: Tinggal Tunggu Pengurus PBPI Resmi Dibentuk

    September 26, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Kode Etik
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kode Etik
    • Indeks Berita
    © 2026 desak.id Designed by Khanzaar co .

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.