Close Menu
desakdesak
  • Ocehan
  • Pop
  • Curhat
  • Sosok

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Priangan Timur Borong 4 Penghargaan Nasional: Dari Pengendalian Inflasi Sampai Urusan Serba Digital!

September 25, 2026

Perkuat Kurir Instan, Roket Indonesia JNE Gandeng Everpro Integrasikan WhatsApp Business & CRM

September 25, 2026

32 Paralegal Kelurahan Resmi Diakui Kemenkum: Bantuan Hukum Gratis Buat Warga Kecil, Selesaikan Masalah Sebelum Ke Polsek

September 24, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
desakdesak
📝 Kirim Tulisan
  • Ocehan
  • Pop
  • Curhat
  • Sosok
desakdesak
📝
  • Ocehan
  • Pop
  • Curhat
  • Sosok
Beranda » Ketika Pemerintah Menutup Pintu dan Aksi Evaluasi Kinerja Dituding Biang Kerok Kericuhan
Arsip

Ketika Pemerintah Menutup Pintu dan Aksi Evaluasi Kinerja Dituding Biang Kerok Kericuhan

Sopyan SaoriBy Sopyan SaoriFebruari 3, 2026Updated:September 13, 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Share Facebook Pinterest Twitter LinkedIn Tumblr Email Bluesky
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

Tasikmalaya, desak.id/ | PMII Kota Tasikmalaya, melalui Sekretaris Umumnya yakni Muhammad Sabiq Awwalin, menjelaskan terkait pernyataan sikap dalam konteks aksi evaluasi kinerja Wali Kota Tasikmalaya.

Menurutnya aksi tersebut merupakan sebuah tanggung jawab moral mahasiswa untuk menilai sejauh mana janji politik diterjemahkan menjadi kebijakan nyata bagi rakyat.

Ia mengatakan,  evaluasi tersebut bukan tanpa dasar, melainkan bertumpu pada data lapangan, realitas sosial, serta kegelisahan publik atas berbagai persoalan yang belum terselesaikan dalam satu tahun kepemimpinan.

Namun alih-alih disambut dengan dialog dan keterbukaan, aksi evaluatif tersebut justru dihadapi dengan barikade kekuasaan, pendekatan keamanan yang berlebihan.

“Saya sendiri menjadi korban langsung dari tindakan Kericuhan di lapangan, yang menunjukkan bahwa negara hari ini lebih sigap membungkam kritik mahasiswa daripada mendengar evaluasi rakyat,” terangnya, Selasa 3 Februari 2026.

Lebih ironis lagi, lanjutnya, ketidakhadiran Wali Kota Tasikmalaya dalam ruang dialog evaluatif memperlihatkan pola kepemimpinan yang defensif dan alergi terhadap kritik.

“Ketika kepala daerah memilih menutup diri dari evaluasi publik dan menyerahkan sepenuhnya pengamanan aspirasi rakyat kepada aparat, maka yang terjadi adalah pemindahan tanggung jawab politik menjadi kekerasan struktural,” tambahnya.

Menurutnya, Kepemimpinan yang demokratis tidak diukur dari tebalnya pengamanan pada momen evaluasi kekuasaan, melainkan dari keberanian menghadapi kritik dan membuka ruang koreksi.

“Jika evaluasi kinerja dijawab dengan pagar besi dan barikade polisi, publik wajar mempertanyakan: sedang dievaluasi atau sedang dilindungi dari evaluasi?” tanyanya.

“Kami juga mengecam keras pemberitaan media yang tidak berimbang dalam melaporkan aksi evaluasi kinerja Wali Kota ini,” ujarnya.

Ia menyesalkan praktik jurnalistik yang menggiring opini seolah mahasiswa adalah biang kericuhan, sambil menghapus konteks evaluasi kinerja dan meniadakan suara korban.

“Ketika pers lebih sibuk menjaga citra kekuasaan daripada mengungkap fakta, maka pers telah kehilangan fungsi kontrol sosialnya dan berubah menjadi bagian dari kekerasan simbolik terhadap mahasiswa dan publik,” kesalnya.

Lebih lanjut, ia menerangkan, dalam perspektif Tan Malaka, apa yang terjadi hari ini adalah konsekuensi logis dari kekuasaan yang kehilangan legitimasi moral.

Melalui gagasan Masa Aksi Tan Malaka menegaskan bahwa evaluasi dan perlawanan rakyat muncul ketika janji politik tidak bertemu dengan realitas sosial.

Sementara dalam MADILOG, ia mengingatkan bahwa kekuasaan harus diuji dengan nalar, data, dan kenyataan material—bukan dijaga dengan kekerasan aparat atau dilindungi oleh framing media.

“Menutup evaluasi satu tahun kinerja berarti menolak dialektika sejarah dan menempatkan kekuasaan di atas akal sehat publik,” katanya.

Ia menegaskan, selaku SEKRETARIS UMUM PC PMII Kota Tasikmalaya bahwa aksi evaluasi kinerja Wali Kota adalah sah, konstitusional, dan bermartabat, dan setiap upaya membungkamnya baik  penghindaran dialog oleh kepala daerah, maupun manipulasi opini oleh media—adalah bentuk pengkhianatan terhadap demokrasi lokal.

“Kami tidak akan diam, tidak akan takut, dan tidak akan dibungkam. Selama evaluasi dianggap ancaman, kritik dianggap musuh, dan kebenaran dipelintir, PMII akan tetap berdiri sebagai subjek sejarah yang sadar, berpihak pada rakyat, dan melawan ketidakadilan,” pungkasnya. (***)

PMII
Add as Preferred on Google Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleSukses Digelar, Acara Susur Alam Pilemburan Tamansari akan Diadakan Setiap Tahun
Next Article OJK Bersama TPAKD Sumedang Fokuskan Penguatan Akses Kuangan Inklusif dan Berkelanjutan
Sopyan Saori
  • Website

Owner Khanzaar

Related Posts

Kejurdo V BKC digelar di Tasikmalaya, ajang penjaringan Kejurnas 2027

September 12, 2026

Warga Jalan Gubernur Suaka kompak gelar ronda malam dan edukasi pemuda

September 12, 2026

Aksi Berandalan Motor Semakin Brutal, kendaraaan ustad pun tak luput dari sasaran, polisi diharapkan perlu lebih tegas

September 11, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Seedbacklink
Top Posts

Branding Maxim Berjejer di Jalan, Pajak Reklame Bocor di Bawah Meja?

September 15, 202612 Views

Program GENIUS OJK Tasik: Guru Dulu yang Diedukasi, Biar Murid Gak Terjebak Pinjol dan Judol

September 18, 202610 Views

Milad ke-49 BKPRMI Kota Tasik: Menuju Indonesia Emas 2045, Kesejahteraan Guru Masih ‘Saeutik Mas’

September 15, 202610 Views

Fenomena Ceu Epon Beli Emas Pakai Uang Kresek: Antara Realita Jalanan dan Tamparan Literasi Keuangan

September 21, 20269 Views

Kedok Koperasi Rasa Bank Emok: Ketika Lembaga Pembiayaan Pinjam Nama, Rakyat yang Kena Peras

September 14, 20269 Views
New Comments
    Most Popular

    Branding Maxim Berjejer di Jalan, Pajak Reklame Bocor di Bawah Meja?

    September 15, 202612 Views

    Program GENIUS OJK Tasik: Guru Dulu yang Diedukasi, Biar Murid Gak Terjebak Pinjol dan Judol

    September 18, 202610 Views

    Milad ke-49 BKPRMI Kota Tasik: Menuju Indonesia Emas 2045, Kesejahteraan Guru Masih ‘Saeutik Mas’

    September 15, 202610 Views
    Our Picks

    Priangan Timur Borong 4 Penghargaan Nasional: Dari Pengendalian Inflasi Sampai Urusan Serba Digital!

    September 25, 2026

    Perkuat Kurir Instan, Roket Indonesia JNE Gandeng Everpro Integrasikan WhatsApp Business & CRM

    September 25, 2026

    32 Paralegal Kelurahan Resmi Diakui Kemenkum: Bantuan Hukum Gratis Buat Warga Kecil, Selesaikan Masalah Sebelum Ke Polsek

    September 24, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Kode Etik
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kode Etik
    • Indeks Berita
    © 2026 desak.id Designed by Khanzaar co .

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.