Close Menu
desakdesak
  • Ocehan
  • Pop
  • Curhat
  • Sosok

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Perkuat Kurir Instan, Roket Indonesia JNE Gandeng Everpro Integrasikan WhatsApp Business & CRM

September 25, 2026

32 Paralegal Kelurahan Resmi Diakui Kemenkum: Bantuan Hukum Gratis Buat Warga Kecil, Selesaikan Masalah Sebelum Ke Polsek

September 24, 2026

Penataan Kawasan Dadaha Kena Sembur DPRD: Konsepnya Bagus, Tapi Kenapa Telat Sosialisasi?

September 24, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
desakdesak
📝 Kirim Tulisan
  • Ocehan
  • Pop
  • Curhat
  • Sosok
desakdesak
📝
  • Ocehan
  • Pop
  • Curhat
  • Sosok
Beranda » Mahasiswi Kesehatan UNSIL Soroti Maraknya Kasus Asusila di Kabupaten Tasikmalaya
Arsip

Mahasiswi Kesehatan UNSIL Soroti Maraknya Kasus Asusila di Kabupaten Tasikmalaya

Sopyan SaoriBy Sopyan SaoriMei 17, 2025Updated:September 13, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Share Facebook Pinterest Twitter LinkedIn Tumblr Email Bluesky
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

Tasikmalaya, desak.id/ | Mahasiswa Universitas Negeri Siliwangi (Unsil), menyoroti maraknya kasus asusila yang terjadi di Kabupaten Tasikmalaya.

Fransiska Juliana, mahasiswi Unsil jurusan Kesehatan Masyarakat angkatan 2023, mendorong perlunya langkah konkret dari pemerintah maupun masyarakat dalam menanggulangi fenomena ini.

Fransiska mengatakan, kurangnya edukasi di masyarakat, sebagai salah satu penyebab utama meningkatnya kasus kekerasan dan pelecehan seksual.

"Minimnya edukasi dari lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat membuat anak-anak dan remaja lebih rentan," ungkapnya beberapa waktu lalu.

Untuk itu, lanjut dia, perlu ada pendekatan menyeluruh dalam memberi pemahaman soal batasan perilaku yang sehat dan aman.

Tak hanya edukasi, Fransiska juga menyoroti perlunya evaluasi terhadap hukuman bagi pelaku tindak asusila.

Ia menilai bahwa sanksi hukum yang lebih tegas dapat memberikan efek jera dan mencegah tindakan serupa di kemudian hari.

"Hukuman perlu dikaji ulang. Jika tidak memberi efek jera, maka kasus seperti ini akan terus berulang," tambahnya.

Sementara untuk korban, Fransiska mengungkapkan, pentingnya pendampingan jangka panjang, bukan hanya selama proses hukum berjalan.

"Korban sering kali hanya diperhatikan saat kasus sedang ramai dibicarakan. Padahal, mereka butuh pemulihan jangka panjang agar bisa kembali menjalani kehidupan secara normal," tegasnya.

Selain tentang regulasi dan hukuman, serta pendidikan, Fransiska juga menyoroti Pesatnya kemajuan teknologi, terutama penggunaan media sosial dan perangkat digital oleh anak dan remaja.

Menurutnya, tanpa pengawasan dan literasi digital yang kuat, perkembangan ini bisa menjadi celah baru bagi kejahatan seksual.

Ia berharap adanya sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam membangun sistem perlindungan yang lebih baik, serta melakukan revisi terhadap regulasi yang masih lemah.

"Jika sistemnya dibenahi secara menyeluruh, kita bisa mencegah kasus-kasus ini sejak dini. Ini bukan sekadar soal hukum, tapi juga soal kesadaran sosial dan moral," tutupnya. (***)

Asusila pelajar
Add as Preferred on Google Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleGelar Operasi Yustisi, Pol PP Kota Tasikmalaya Dapati Pria Paruh Baya Tiduri Anak 17 tahun
Next Article Rumahnya Rusak Tertimpa Pohon Tiga Bulan lalu, Jaed dan Keluarga Terpaksa Menumpang di Tetangganya
Sopyan Saori
  • Website

Owner Khanzaar

Related Posts

Kejurdo V BKC digelar di Tasikmalaya, ajang penjaringan Kejurnas 2027

September 12, 2026

Warga Jalan Gubernur Suaka kompak gelar ronda malam dan edukasi pemuda

September 12, 2026

Aksi Berandalan Motor Semakin Brutal, kendaraaan ustad pun tak luput dari sasaran, polisi diharapkan perlu lebih tegas

September 11, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Seedbacklink
Top Posts

Branding Maxim Berjejer di Jalan, Pajak Reklame Bocor di Bawah Meja?

September 15, 202612 Views

Program GENIUS OJK Tasik: Guru Dulu yang Diedukasi, Biar Murid Gak Terjebak Pinjol dan Judol

September 18, 202610 Views

Milad ke-49 BKPRMI Kota Tasik: Menuju Indonesia Emas 2045, Kesejahteraan Guru Masih ‘Saeutik Mas’

September 15, 202610 Views

Fenomena Ceu Epon Beli Emas Pakai Uang Kresek: Antara Realita Jalanan dan Tamparan Literasi Keuangan

September 21, 20269 Views

Kedok Koperasi Rasa Bank Emok: Ketika Lembaga Pembiayaan Pinjam Nama, Rakyat yang Kena Peras

September 14, 20269 Views
New Comments
    Most Popular

    Branding Maxim Berjejer di Jalan, Pajak Reklame Bocor di Bawah Meja?

    September 15, 202612 Views

    Program GENIUS OJK Tasik: Guru Dulu yang Diedukasi, Biar Murid Gak Terjebak Pinjol dan Judol

    September 18, 202610 Views

    Milad ke-49 BKPRMI Kota Tasik: Menuju Indonesia Emas 2045, Kesejahteraan Guru Masih ‘Saeutik Mas’

    September 15, 202610 Views
    Our Picks

    Perkuat Kurir Instan, Roket Indonesia JNE Gandeng Everpro Integrasikan WhatsApp Business & CRM

    September 25, 2026

    32 Paralegal Kelurahan Resmi Diakui Kemenkum: Bantuan Hukum Gratis Buat Warga Kecil, Selesaikan Masalah Sebelum Ke Polsek

    September 24, 2026

    Penataan Kawasan Dadaha Kena Sembur DPRD: Konsepnya Bagus, Tapi Kenapa Telat Sosialisasi?

    September 24, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Kode Etik
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kode Etik
    • Indeks Berita
    © 2026 desak.id Designed by Khanzaar co .

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.