Close Menu
desakdesak
  • Ocehan
  • Pop
  • Curhat
  • Sosok

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Perkuat Kurir Instan, Roket Indonesia JNE Gandeng Everpro Integrasikan WhatsApp Business & CRM

September 25, 2026

32 Paralegal Kelurahan Resmi Diakui Kemenkum: Bantuan Hukum Gratis Buat Warga Kecil, Selesaikan Masalah Sebelum Ke Polsek

September 24, 2026

Penataan Kawasan Dadaha Kena Sembur DPRD: Konsepnya Bagus, Tapi Kenapa Telat Sosialisasi?

September 24, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
desakdesak
📝 Kirim Tulisan
  • Ocehan
  • Pop
  • Curhat
  • Sosok
desakdesak
📝
  • Ocehan
  • Pop
  • Curhat
  • Sosok
Beranda » Branding Maxim Berjejer di Jalan, Pajak Reklame Bocor di Bawah Meja?
Ocehan

Branding Maxim Berjejer di Jalan, Pajak Reklame Bocor di Bawah Meja?

Sopyan SaoriBy Sopyan SaoriSeptember 15, 2026Updated:September 15, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Share Facebook Pinterest Twitter LinkedIn Tumblr Email Bluesky
Branding Maxim Berjejer di Jalan, Pajak Reklame Bocor di Bawah Meja?
Branding Maxim Berjejer di Jalan, Pajak Reklame Bocor di Bawah Meja?
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

Kalau kamu sering melintas di jalanan Kota Tasikmalaya, pemandangan mobil atau motor berselimut stiker branding warna kuning khas Maxim tentu sudah tidak asing lagi. Berderet, lalu lalang, memenuhi sudut kota. Secara kasat mata, bisnisnya kelihatan gurih dan ramai.

Tapi di mata DPRD Kota Tasikmalaya, ribuan stiker yang berseliweran itu tidak cuma kelihatan sebagai armada ojek online, melainkan sebagai potensi pajak reklame berjalan yang baunya agak amis.

Ada dugaan kuat ketidaksesuaian antara jumlah kendaraan yang dipasangi branding komersial dengan nilai pajak daerah yang benar-benar masuk ke kas Pemkot. Singkatnya: objek pajaknya kelihatan jelas di jalanan, tapi duitnya gaib di laporan keuangan.

Angga Yogaswara Turun Tangan: ‘Muda, Beda, dan Mulai Mengendus Bau Kebocoran’

Isu ini mendadak dapat sorotan serius dari Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya. Angga Yogaswara, Sekretaris Komisi II sekaligus salah satu legislator termuda dari Fraksi PKB, menegaskan tidak akan tinggal diam melihat potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang diduga menguap.

Angga memastikan pihak Komisi II akan segera menyatroni Bapenda/Dispenda untuk mencocokkan data.

“Kita akan cek dulu datanya. Berapa jumlah kendaraan yang ter-branding, berapa yang terdaftar sebagai objek pajak, berapa kewajiban pajaknya, dan berapa yang benar-benar masuk. Semuanya harus jelas,” tegas Angga.

Sebuah gertakan yang cukup membikin gerah para pejabat yang biasa sibuk bikin laporan administrasi “asal bapak senang”.

Matematika Bapenda vs Matematika Jalanan

Mekanisme pendataan pajak branding kendaraan memang sering jadi wilayah abu-abu yang sangat nikmat untuk diolah:

  • Di Jalan Raya: Stiker wara-wiri 24 jam sehari, promosi gratis di tiap perempatan, menambah sesak kemacetan.

  • Di Atas Kertas: Jumlah objek terdaftar cuma segelintir, atau penerimaannya “mampir” dulu di jalur-jalur yang tidak tercatat.

Kalau sampai ada selisih angka yang mencolok antara realita lapangan dan data Dispenda, ini bukan lagi cuma kelalaian administrasi, tapi tuduhan serius soal kebocoran anggaran. Setiap rupiah pajak yang bocor dari branding komersial artinya adalah hak pembangunan fasilitas publik warga Tasik yang dikorbankan.

Ujian Transparansi di Kota Santri

Langkah cepat Angga Yogaswara dan Komisi II untuk mengklarifikasi langsung ke Dispenda patut dikawal bersama oleh warga tongkrongan. Jangan sampai pengawasan ini berakhir sekadar forum diplomasi ngopi bareng tanpa kejelasan angka.

Transparansi itu kunci. Jangan sampai Maxim-nya makin membesar di jalanan, tapi penerimaan daerahnya malah makin menyusut.

Untuk Dispenda dan pihak terkait: siap-siap buka-bukaan data, karena legislator muda ini tampaknya lagi tidak mau diajak kompromi.

Angga Yogaswara Bapenda dprd kota tasikmalaya Maxim Tasikmalaya PAD Tasikmalaya Pajak Reklame
Add as Preferred on Google Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleMG Buka Bengkel Canggih ala Robotik: Mobilnya Makin Pinter, Jalanannya Tetep Bolong-Bolong
Next Article HUT PMI ke-81 Kota Tasik: Dari ‘BloodJack’ Penyelamat Nyawa Sampai Cocoklogi Golongan Darah di Kantor
Sopyan Saori
  • Website

Owner Khanzaar

Related Posts

Penataan Kawasan Dadaha Kena Sembur DPRD: Konsepnya Bagus, Tapi Kenapa Telat Sosialisasi?

September 24, 2026

Milad ke-49 BKPRMI Kota Tasik: Menuju Indonesia Emas 2045, Kesejahteraan Guru Masih ‘Saeutik Mas’

September 15, 2026

Dicopot dari Kabinet: Ketika Reshuffle Bukan Musibah, Tapi Bentuk ‘Pertolongan Ilahi’

September 14, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Seedbacklink
Top Posts

Branding Maxim Berjejer di Jalan, Pajak Reklame Bocor di Bawah Meja?

September 15, 202612 Views

Program GENIUS OJK Tasik: Guru Dulu yang Diedukasi, Biar Murid Gak Terjebak Pinjol dan Judol

September 18, 202610 Views

Milad ke-49 BKPRMI Kota Tasik: Menuju Indonesia Emas 2045, Kesejahteraan Guru Masih ‘Saeutik Mas’

September 15, 202610 Views

Fenomena Ceu Epon Beli Emas Pakai Uang Kresek: Antara Realita Jalanan dan Tamparan Literasi Keuangan

September 21, 20269 Views

Kedok Koperasi Rasa Bank Emok: Ketika Lembaga Pembiayaan Pinjam Nama, Rakyat yang Kena Peras

September 14, 20269 Views
New Comments
    Most Popular

    Branding Maxim Berjejer di Jalan, Pajak Reklame Bocor di Bawah Meja?

    September 15, 202612 Views

    Program GENIUS OJK Tasik: Guru Dulu yang Diedukasi, Biar Murid Gak Terjebak Pinjol dan Judol

    September 18, 202610 Views

    Milad ke-49 BKPRMI Kota Tasik: Menuju Indonesia Emas 2045, Kesejahteraan Guru Masih ‘Saeutik Mas’

    September 15, 202610 Views
    Our Picks

    Perkuat Kurir Instan, Roket Indonesia JNE Gandeng Everpro Integrasikan WhatsApp Business & CRM

    September 25, 2026

    32 Paralegal Kelurahan Resmi Diakui Kemenkum: Bantuan Hukum Gratis Buat Warga Kecil, Selesaikan Masalah Sebelum Ke Polsek

    September 24, 2026

    Penataan Kawasan Dadaha Kena Sembur DPRD: Konsepnya Bagus, Tapi Kenapa Telat Sosialisasi?

    September 24, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Kode Etik
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kode Etik
    • Indeks Berita
    © 2026 desak.id Designed by Khanzaar co .

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.