desak.id | Puncak musim kemarau dan kekeringan yang diprediksi BMKG benar-benar memberi tekanan ekstra bagi tim Pemadam Kebakaran (Damkar) di bawah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Tasikmalaya, Budi Martanova, mengungkapkan bahwa sejak Januari hingga 13 September, tercatat ada sebanyak 136 kejadian kebakaran yang ditangani. Dari ratusan kasus tersebut, amukan si jago merah di lahan terbuka alias Karhutla lokal menjadi pemicu utama yang paling menyita perhatian pemerintah.
Total 75 Kebakaran Lahan: Bungursari Jadi ‘Juara’
Dari total 136 insiden, lebih dari separuhnya—yakni 75 kejadian—merupakan kebakaran lahan kering. Sisanya mencakup kebakaran rumah, kendaraan, toko, hingga fasilitas publik.
Budi menjelaskan, faktor kebiasaan sepele warga ditambah tiupan angin di musim kering menjadi biang kerok utama:
Penyebab Utama: Pembakaran sampah atau api kecil milik warga yang dianggap sudah padam, padahal baranya masih menyala lalu tertiup angin ke ilalang kering.
Kawasan Rawan: Kebakaran mayoritas membakar ilalang dan rumput kering di area lahan terbuka, bukan pepohonan besar.
Pemetaan Wilayah:
Kecamatan Bungursari: Posisi tertinggi dengan 10 lokasi kejadian. Maraknya kebakaran di sini dipicu oleh banyaknya lahan terbuka eks sisa tambang Galian C yang ditumbuhi ilalang liar.
- Kecamatan Kawalu: 4 lokasi kejadian.
- Kecamatan Mangkubumi: 4 lokasi kejadian.
- Indihiang & Cipedes: Masing-masing 1 lokasi kejadian.
Skala kebakaran lahan ini bervariasi, mulai dari area kecil 300 meter, 500 meter, hingga mencapai 1.000 meter persegi yang berhasil ditangani petugas sebelum merambat lebih luas.
Solusi Pasokan Air: Kemitraan Kunci di Wilayah Utara
Sektor krusial dalam pemadaman kebakaran tentu saja pasokan air. Selama ini Damkar rutin mengisi ulang tangki dari fasilitas PT Dolpin (Dollar).
Namun, kabar baiknya, sepekan terakhir Damkar Kota Tasik mendapat dorongan pasokan air baru berkat kerja sama dengan Rumah Sakit Hermina. Pihak RS Hermina menyediakan stasiun pengisian air khusus yang bisa diakses Armada Damkar kapan saja. Kehadiran stasiun air ini menjadi angin segar, khususnya untuk mempercepat respons pemadaman di wilayah Tasikmalaya Utara.
Penjelasan dari Kalak BPBD Budi Martanova mengenai kebakaran lahan di eks Galian C Bungursari dan sudut-sudut kota lainnya adalah pengingat keras buat kita semua. Jangan pernah menganggap remeh urusan bakar sampah di musim kemarau. Asapnya tak cuma bikin pernapasan sesak, tapi baranya bisa bikin petugas Damkar pontang-panting di tengah cuaca terik.
Apresiasi juga patut diberikan atas inisiatif kolaborasi stasiun air dari RS Hermina. Tinggal sekarang PR masyarakatnya: stop bakar sampah sembarangan dan pastikan mati api sebelum ditinggal!

