desak.id | Pemerintah Kota Tasikmalaya makin serius membenahi strategi pengentasan kemiskinan di wilayahnya. Tak mau lagi menggunakan pola-pola lama, Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, menegaskan pentingnya pemanfaatan data berbasis teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) agar setiap intervensi program benar-benar tepat sasaran.
Pernyataan tersebut disampaikan Wali Kota Viman saat memimpin Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Kota Tasikmalaya.
”Kita inginkan awal intervensi itu terukur dan jelas, supaya anggaran yang ada tidak membal atau terbuang sia-sia. Ibaratnya, kita harus memancing itu sudah di kolamnya, jangan mancing di lautan. Malah dengan berbasis data dan teknologi AI ini, kita seperti memancing di akuarium—semuanya terlihat jelas, sasaran mana yang harus disentuh,” tegas Viman.
Angka Kemiskinan Masih 10,81%, Aplikasi ‘Si Mantap’ Jadi Senjata Utama
Menyinggung angka kemiskinan resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) untuk tahun 2026, Viman menjelaskan bahwa datanya baru akan dirilis pada Oktober mendatang. Saat ini Pemkot Tasikmalaya masih mengacu pada data tahun 2025 di angka 10,81% atau sekitar 70 ribu jiwa lebih.
Untuk menekan angka tersebut, Pemkot Tasikmalaya kini mengandalkan inovasi aplikasi berbasis AI bernama Si Mantap yang dikolaborasikan dengan data DTKS/DTSN dari Kementerian Sosial.
Aplikasi ini memuat data by name by address dari Desil 1 hingga Desil 10, lengkap dengan rekomendasi intervensi kebijakan.
”Rencana Aksi Tahunan untuk 2027 mendatang, saya minta tim langsung mengambil output dan rekomendasi AI dari aplikasi Si Mantap ini. Kita sudah punya jalurnya, tinggal dieksekusi,” lanjut Wali Kota muda tersebut.
Keroyokan Lintas Sektor: 6 Ribu ASN hingga Kader PKK Diterjunkan
Akurasi data menjadi kunci utama kecanggihan sistem AI ini. Oleh karena itu, Wali Kota Viman menginstruksikan seluruh jajaran kewilayahan—mulai dari Camat, Lurah, hingga mitra kerja seperti BPJS, pendamping PKH, dan Baznas—untuk bergerak aktif memutakhirkan data lapangan.
”Sekarang teknologi sudah canggih, bisa mobile. Kita punya modal besar: ada 6.000 ASN ditambah ribuan kader Posyandu, PKK, dan Dasawisma yang tersebar sampai tingkat RT/RW. Merekalah ujung tombak yang akan memperbarui data warga di bawah secara real-time,” ujarnya.
Sinergi dengan Program Nasional ‘Asta Cita’: Dapur MBG Wajib Pasok dari Petani Lokal
Selain pembenahan internal, Pemkot Tasikmalaya juga menyelaraskan Rencana Aksi Penanggulangan Kemiskinan dengan Program Prioritas Nasional Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, salah satunya lewat program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Viman meminta para Camat, Lurah, dan Kepala Dinas untuk melihat potensi tematik kewilayahan di tahun 2027 agar bisa dikolaborasikan dengan Dapur MBG.
”Program MBG ini peluang besar buat perputaran ekonomi lokal. Kita petakan sektor pertanian tematik di wilayah, supaya bahan pokok Dapur MBG nantinya betul-betul disuplai dari petani-petani lokal Kota Tasikmalaya. Jadi uangnya muter di warga kita sendiri,” pungkas Viman.

