Close Menu
desakdesak
  • Ocehan
  • Pop
  • Curhat
  • Sosok

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Perkuat Kurir Instan, Roket Indonesia JNE Gandeng Everpro Integrasikan WhatsApp Business & CRM

September 25, 2026

32 Paralegal Kelurahan Resmi Diakui Kemenkum: Bantuan Hukum Gratis Buat Warga Kecil, Selesaikan Masalah Sebelum Ke Polsek

September 24, 2026

Penataan Kawasan Dadaha Kena Sembur DPRD: Konsepnya Bagus, Tapi Kenapa Telat Sosialisasi?

September 24, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
desakdesak
📝 Kirim Tulisan
  • Ocehan
  • Pop
  • Curhat
  • Sosok
desakdesak
📝
  • Ocehan
  • Pop
  • Curhat
  • Sosok
Beranda » Honda Tegaskan “Engineered for Driving Joy” sebagai Benang Merah Seluruh Lini dalam Semangat “Culture. Evolved.”
Arsip

Honda Tegaskan “Engineered for Driving Joy” sebagai Benang Merah Seluruh Lini dalam Semangat “Culture. Evolved.”

Sopyan SaoriBy Sopyan SaoriAgustus 1, 2026Updated:September 13, 2026Tidak ada komentar5 Mins Read
Share Facebook Pinterest Twitter LinkedIn Tumblr Email Bluesky
Honda Tegaskan “Engineered for Driving Joy” sebagai Benang Merah Seluruh Lini dalam Semangat “Culture. Evolved.”
Honda Tegaskan “Engineered for Driving Joy” sebagai Benang Merah Seluruh Lini dalam Semangat “Culture. Evolved.”
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

Tangerang, desak.id | PT Honda Prospect Motor (HPM) memperdalam makna tema “Culture. Evolved.” melalui sesi Media Deep Dive pada ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, 31 Juli 2026.

Melalui sesi ini, Honda menjelaskan bagaimana evolusi tidak hanya diwujudkan melalui teknologi dan produk terbaru, tetapi juga melalui filosofi, engineering, desain, hingga identitas visual yang tetap berakar pada nilai-nilai yang selama ini menjadi karakter Honda

Industri otomotif tengah memasuki salah satu fase transformasi terbesar dalam sejarahnya. Perkembangan teknologi mengubah cara manusia berinteraksi dengan kendaraan, sementara kebutuhan dan ekspektasi konsumen terus berkembang.

Di tengah perubahan tersebut, Honda percaya bahwa evolusi bukan sekadar menghadirkan teknologi baru, melainkan memastikan setiap inovasi tetap membawa nilai dan karakter yang telah membentuk Honda.

Melalui tema Culture. Evolved., Honda menegaskan bahwa teknologi, bentuk produk, dan cara menghadirkan pengalaman dapat terus berkembang.

Namun, filosofi engineering, karakter berkendara, serta komitmen untuk menghadirkan Engineered for Driving Joy tetap menjadi identitas yang menghubungkan berbagai generasi dan seluruh lini Honda, mulai dari kendaraan bermesin konvensional, hybrid, hingga kendaraan listrik.

Semangat evolusi yang sama juga diwujudkan melalui kehadiran logo H baru, yang untuk pertama kalinya diperkenalkan di Indonesia melalui kendaraan listrik Honda.

Lebih dari sekadar pembaruan identitas visual, logo H baru merepresentasikan arah Honda menuju masa depan. Bentuknya yang terbuka, menyerupai dua tangan yang meraih ke depan, mencerminkan komitmen Honda untuk terus memperluas kemungkinan mobilitas, membangun hubungan yang semakin dekat, dan melangkah maju bersama masyarakat tanpa meninggalkan nilai-nilai yang telah menjadi fondasinya.

Yusak Billy, Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor, mengatakan, “Bagi Honda, elektrifikasi bukanlah perubahan terhadap jati diri kami, melainkan evolusi dari cara kami mewujudkan nilai-nilai yang selalu menjadi fondasi Honda.

“Melalui tema ‘Culture. Evolved.’, kami ingin menunjukkan bahwa teknologi, produk, pengalaman, hingga identitas visual akan terus berkembang mengikuti zaman, namun filosofi Engineered for Driving Joy akan selalu menjadi karakter yang menyatukan setiap Honda, termasuk Honda SuperONE sebagai ekspresi terbaru Honda Culture di era elektrifikasi,” terangnya.

Honda Culture dibangun di atas semangat engineering, performa, dan kecintaan terhadap pengalaman berkendara. Nilai-nilai tersebut dirangkum dalam satu filosofi utama, yaitu Engineered for Driving Joy, yang menjadi benang merah seluruh lini kendaraan Honda, mulai dari kendaraan bermesin konvensional, hybrid, hingga kendaraan listrik.

Sebagai ekspresi terbaru Honda Culture di era elektrifikasi, Honda SuperONE menunjukkan bagaimana filosofi tersebut diwujudkan melalui pendekatan “A Honda First. Electric Second.”
Namun filosofi yang sama tidak hanya hadir pada satu model. Seluruh lini kendaraan Honda dikembangkan berdasarkan prinsip yang sama, kemudian diterjemahkan melalui karakter, teknologi, dan pengalaman berkendara yang berbeda sesuai kebutuhan dan peran masing-masing kendaraan.

“Setiap model Honda memang memiliki karakter, teknologi, dan peran yang berbeda sesuai kebutuhan konsumennya. Namun apa pun modelnya, semuanya dikembangkan dengan filosofi yang sama, yaitu Engineered for Driving Joy. Itulah yang membuat setiap Honda tetap menghadirkan karakter berkendara yang khas dan tetap terasa seperti sebuah Honda, dari mesin konvensional, hybrid, hingga kendaraan listrik,” ujar Ferdianto Budiono, Sales & Marketing Division Head PT Honda Prospect Motor.

Filosofi tersebut diwujudkan melalui lima karakter utama yang menjadi fondasi seluruh lini Honda, yaitu Driving Performance, Purposeful Engineering, Human-Centered Design, Lasting Reliability, dan Timeless Character.

Masing-masing diwujudkan secara berbeda sesuai karakter setiap model, namun seluruhnya berangkat dari tujuan yang sama, yaitu menghadirkan pengalaman berkendara yang menyenangkan dan khas Honda.

Engineered for Driving Joy di Seluruh Lini Honda

Karakter yang membentuk Honda Super-ONE juga hadir di seluruh lini Honda melalui lima prinsip, yaitu Driving Performance, Purposeful Engineering, Human-Centered Design, Lasting Reliability, dan Timeless Character. Masing-masing diwujudkan secara berbeda sesuai dengan karakter dan fungsi setiap kendaraan.

Dari sisi Driving Performance, Honda Brio menawarkan kelincahan untuk penggunaan sehari-hari, sedangkan Honda HR-V memadukan kenyamanan dengan karakter sporty.

Sistem e:HEV pada lini hybrid Honda memanfaatkan respons motor listrik untuk menghasilkan pengalaman berkendara yang halus sekaligus bertenaga, sementara Honda Prelude dan Honda Civic RS e:HEV membawa pengalaman tersebut lebih jauh melalui teknologi Honda S+ Shift.

Melalui Purposeful Engineering, setiap detail kendaraan dikembangkan berdasarkan fungsi dan pengalaman yang ingin dihasilkan.

Pada Honda Super-ONE, prinsip ini diwujudkan melalui bobot yang ringan, wheel track yang lebih lebar, serta penempatan baterai yang rendah untuk mendukung pusat gravitasi rendah dan stabilitas berkendara.

Prinsip yang sama hadir pada teknologi e:HEV di berbagai lini Honda, mesin i-VTEC pada Honda Brio, hingga desain gagang pintu belakang Honda HR-V dan Honda WR-V yang terintegrasi pada C-pillar.

Bagi Honda, precision engineering bukan tentang menciptakan teknologi yang paling rumit, tetapi mengendalikan setiap detail agar kendaraan memberikan pengalaman yang tepat bagi penggunanya.

Dalam prinsip Human-Centered Design, kendaraan dikembangkan dengan mendahulukan kebutuhan manusia sebelum bentuk dan teknologinya.

Hal ini terlihat melalui fleksibilitas ruang pada Honda Super-ONE, konfigurasi tiga baris pada Honda BR-V, dimensi ringkas dan visibilitas Honda WR-V, serta berbagai solusi fungsional dalam kabin Honda STEP WGN e:HEV.

Honda juga membangun Lasting Reliability sejak tahap engineering, quality control, hingga proses manufaktur. Hasilnya terlihat dari banyaknya kendaraan Honda yang terus digunakan lintas generasi, memiliki nilai yang tetap terjaga, serta membentuk komunitas aktif yang mewariskan pengalaman kepemilikan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Sementara itu, Timeless Character diwujudkan melalui desain yang tidak sekadar mengikuti tren. Honda Super-ONE membawa kembali semangat Honda City Turbo dalam bentuk yang sepenuhnya modern, sementara Honda Prelude menerjemahkan kembali siluet coupe melalui bahasa desain dan teknologi terkini.

Karakter yang sama juga hadir pada Honda Brio sebagai basis personalisasi, Honda HR-V melalui desain yang bersih dan proporsional, serta Honda STEP WGN e:HEV dengan identitas JDM yang kuat dan fungsional. Setiap model memiliki ekspresi berbeda, tetapi seluruhnya lahir dari perhatian yang sama terhadap proporsi, fungsi, dan karakter.

Melalui seluruh prinsip tersebut, Honda menunjukkan bahwa dari Honda Brio hingga Honda CR-V, serta dari mesin konvensional, teknologi hybrid, hingga kendaraan listrik, setiap Honda tetap dikembangkan dengan tujuan yang sama, yaitu Engineered for Driving Joy.

Honda Super-ONE menjadi wujud terbaru dari prinsip tersebut sekaligus pernyataan mengenai bagaimana Honda melihat masa depan elektrifikasi. Model ini ditujukan bagi konsumen yang menghargai pengalaman berkendara, engineering, heritage, serta hubungan antara pengemudi dan kendaraan.

Pemesanan Honda Super-ONE akan dibuka mulai 5 Agustus 2026, memberikan kesempatan kepada konsumen untuk menjadi bagian dari ekspresi terbaru Honda Culture di era elektrifikasi. (rls)

GIIAS 2026 Honda
Add as Preferred on Google Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleUltimatum pemilik tempat karaoke di Tasikmalaya, AMT : patuhi hukum atau hentikan aktivitas?
Next Article Ormas BBC Tegaskan Komitmen Transformasi Sosial di Hari Jadi ke-20
Sopyan Saori
  • Website

Owner Khanzaar

Related Posts

Kejurdo V BKC digelar di Tasikmalaya, ajang penjaringan Kejurnas 2027

September 12, 2026

Warga Jalan Gubernur Suaka kompak gelar ronda malam dan edukasi pemuda

September 12, 2026

Aksi Berandalan Motor Semakin Brutal, kendaraaan ustad pun tak luput dari sasaran, polisi diharapkan perlu lebih tegas

September 11, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Seedbacklink
Top Posts

Branding Maxim Berjejer di Jalan, Pajak Reklame Bocor di Bawah Meja?

September 15, 202612 Views

Program GENIUS OJK Tasik: Guru Dulu yang Diedukasi, Biar Murid Gak Terjebak Pinjol dan Judol

September 18, 202610 Views

Milad ke-49 BKPRMI Kota Tasik: Menuju Indonesia Emas 2045, Kesejahteraan Guru Masih ‘Saeutik Mas’

September 15, 202610 Views

Fenomena Ceu Epon Beli Emas Pakai Uang Kresek: Antara Realita Jalanan dan Tamparan Literasi Keuangan

September 21, 20269 Views

Kedok Koperasi Rasa Bank Emok: Ketika Lembaga Pembiayaan Pinjam Nama, Rakyat yang Kena Peras

September 14, 20269 Views
New Comments
    Most Popular

    Branding Maxim Berjejer di Jalan, Pajak Reklame Bocor di Bawah Meja?

    September 15, 202612 Views

    Program GENIUS OJK Tasik: Guru Dulu yang Diedukasi, Biar Murid Gak Terjebak Pinjol dan Judol

    September 18, 202610 Views

    Milad ke-49 BKPRMI Kota Tasik: Menuju Indonesia Emas 2045, Kesejahteraan Guru Masih ‘Saeutik Mas’

    September 15, 202610 Views
    Our Picks

    Perkuat Kurir Instan, Roket Indonesia JNE Gandeng Everpro Integrasikan WhatsApp Business & CRM

    September 25, 2026

    32 Paralegal Kelurahan Resmi Diakui Kemenkum: Bantuan Hukum Gratis Buat Warga Kecil, Selesaikan Masalah Sebelum Ke Polsek

    September 24, 2026

    Penataan Kawasan Dadaha Kena Sembur DPRD: Konsepnya Bagus, Tapi Kenapa Telat Sosialisasi?

    September 24, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Kode Etik
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kode Etik
    • Indeks Berita
    © 2026 desak.id Designed by Khanzaar co .

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.