Close Menu
desakdesak
  • Ocehan
  • Pop
  • Curhat
  • Sosok

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Priangan Timur Borong 4 Penghargaan Nasional: Dari Pengendalian Inflasi Sampai Urusan Serba Digital!

September 25, 2026

Perkuat Kurir Instan, Roket Indonesia JNE Gandeng Everpro Integrasikan WhatsApp Business & CRM

September 25, 2026

32 Paralegal Kelurahan Resmi Diakui Kemenkum: Bantuan Hukum Gratis Buat Warga Kecil, Selesaikan Masalah Sebelum Ke Polsek

September 24, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
desakdesak
📝 Kirim Tulisan
  • Ocehan
  • Pop
  • Curhat
  • Sosok
desakdesak
📝
  • Ocehan
  • Pop
  • Curhat
  • Sosok
Beranda » Inflasi Tidak Akan Terkendali Lewat Rapat Virtual
Arsip

Inflasi Tidak Akan Terkendali Lewat Rapat Virtual

Sopyan SaoriBy Sopyan SaoriJuli 12, 2025Updated:September 13, 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Share Facebook Pinterest Twitter LinkedIn Tumblr Email Bluesky
Soroti Sosialisasi GEMARIKAN, PEMANTIK : Gizi Rakyat, Gizi Acara, dan Gizi Anggaran
Soroti Sosialisasi GEMARIKAN, PEMANTIK : Gizi Rakyat, Gizi Acara, dan Gizi Anggaran
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

Tasikmalaya, desak.id/ | Setiap bulan, pemerintah pusat rutin menggelar Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi bersama seluruh kepala daerah. Begitu pula pada Senin, 7 Juli 2025 lalu, Pemerintah Kota Tasikmalaya kembali mengikuti rapat virtual yang disebut-sebut sebagai upaya penguatan sinergi pusat dan daerah dalam menjaga stabilitas harga.

Namun, pertanyaan yang tak kunjung dijawab adalah: sejauh mana efektivitas forum-forum seremonial ini terhadap harga riil yang dirasakan rakyat?

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa tingkat inflasi Kota Tasikmalaya per Juni 2025 mencapai 3,12% (yoy), naik dari posisi Mei sebesar 2,86%. Kenaikan ini bukan sekadar angka, melainkan alarm bagi kondisi dapur rakyat.

Komoditas penyumbang utama adalah beras, cabai merah, dan bawang merah—tiga bahan pokok yang seharusnya sudah bisa diantisipasi melalui pola musim dan distribusi.

Jika pola kenaikan sudah berulang, pertanyaannya bukan lagi apa penyebab inflasi, tapi mengapa pemerintah belum mampu menanggulanginya?

Dari Forum ke Lapangan: Jarak yang Tak Pernah Dijembatani

Pemerintah Kota dalam berbagai pernyataannya menyampaikan akan menggelar operasi pasar murah, memperkuat cadangan pangan daerah, dan mengawasi distribusi.

Ini langkah yang baik, tetapi terlalu normatif dan reaktif. Apa yang baru dari pernyataan ini dibanding tahun lalu, atau bahkan lima tahun lalu?

Inflasi tidak bisa dikendalikan dengan pola kerja “menunggu arahan pusat”. Butuh respons daerah yang otonom, berbasis data lokal, dan ditunjang oleh infrastruktur kebijakan yang konkret.

Ketahanan pangan dan pengendalian harga bukanlah hasil dari rapat, melainkan dari keberanian mengeksekusi langkah di lapangan.

Transparansi dan Intervensi, Bukan Sekadar Komitmen

Dalam forum nasional, sering terdengar istilah “komitmen daerah”, “sinkronisasi pusat-daerah”, dan “responsif terhadap harga”. Namun publik tidak pernah mendapat penjelasan detail:

• Berapa besar stok cadangan pangan daerah yang tersedia saat ini?
• Apa saja indikator pengendalian inflasi daerah yang dipakai TPID?
• Sejauh mana alokasi APBD digunakan untuk menjamin pasokan bahan pokok?

Tanpa transparansi, publik akan terus menilai bahwa rapat hanyalah formalitas administratif, bukan arena solusi nyata.

Padahal rakyat tidak peduli seberapa sering pejabat hadir dalam rakor, mereka hanya peduli apakah harga minyak goreng bisa turun, atau harga cabai bisa stabil.

Butuh Reformasi Tata Kelola Pangan Daerah

Sumber utama inflasi di Tasikmalaya adalah pangan. Maka solusinya pun harus bersumber dari penguatan sektor pangan lokal. Ini mencakup:

• Perbaikan akses distribusi dari sentra produksi ke pasar.
• Kontrol terhadap tengkulak dan spekulan yang memainkan harga.
• Penguatan koperasi petani dan UMKM pangan lokal.
• Peningkatan fungsi pasar induk dan sistem informasi harga.

Di sinilah sebenarnya peran pemerintah daerah sangat strategis. Bukan hanya menjadi penerima arahan pusat, tetapi tampil sebagai aktor pengendali harga di wilayah masing-masing.

Rakyat Butuh Bukti, Bukan Sekadar Hadir

Inflasi tidak akan terkendali hanya dengan kehadiran pejabat dalam rapat. Ia membutuhkan keberanian mengambil keputusan yang kadang tidak populer, seperti membatasi permainan kartel, membenahi rantai pasok, dan membuka data distribusi kepada publik.

Pemerintah daerah harus menyadari bahwa rapat hanyalah sarana konsolidasi. Yang dibutuhkan rakyat adalah aksi nyata, bukan notulen rapat. Maka jika pengendalian inflasi ingin berhasil, mulailah dari lapangan, bukan dari layar rapat virtual.

Oleh: Irwan Supriadi Iwok
Koordinator Pergerakan Masyarakat Anti Korupsi (PEMANTIK)

Inflasi daerah
Add as Preferred on Google Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticlePemuda Bojongnangka Angkut Dua Truk Sampah, Hasil Swadaya Bersihkan Jalan dari Sampah Pengendara
Next Article Konser HINDIA di Ruang Bermusik 2025 Tunggu Izin Polda Jabar, Ulama tidak Menolak, Tapi…
Sopyan Saori
  • Website

Owner Khanzaar

Related Posts

Kejurdo V BKC digelar di Tasikmalaya, ajang penjaringan Kejurnas 2027

September 12, 2026

Warga Jalan Gubernur Suaka kompak gelar ronda malam dan edukasi pemuda

September 12, 2026

Aksi Berandalan Motor Semakin Brutal, kendaraaan ustad pun tak luput dari sasaran, polisi diharapkan perlu lebih tegas

September 11, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Seedbacklink
Top Posts

Branding Maxim Berjejer di Jalan, Pajak Reklame Bocor di Bawah Meja?

September 15, 202612 Views

Program GENIUS OJK Tasik: Guru Dulu yang Diedukasi, Biar Murid Gak Terjebak Pinjol dan Judol

September 18, 202610 Views

Milad ke-49 BKPRMI Kota Tasik: Menuju Indonesia Emas 2045, Kesejahteraan Guru Masih ‘Saeutik Mas’

September 15, 202610 Views

Fenomena Ceu Epon Beli Emas Pakai Uang Kresek: Antara Realita Jalanan dan Tamparan Literasi Keuangan

September 21, 20269 Views

Kedok Koperasi Rasa Bank Emok: Ketika Lembaga Pembiayaan Pinjam Nama, Rakyat yang Kena Peras

September 14, 20269 Views
New Comments
    Most Popular

    Branding Maxim Berjejer di Jalan, Pajak Reklame Bocor di Bawah Meja?

    September 15, 202612 Views

    Program GENIUS OJK Tasik: Guru Dulu yang Diedukasi, Biar Murid Gak Terjebak Pinjol dan Judol

    September 18, 202610 Views

    Milad ke-49 BKPRMI Kota Tasik: Menuju Indonesia Emas 2045, Kesejahteraan Guru Masih ‘Saeutik Mas’

    September 15, 202610 Views
    Our Picks

    Priangan Timur Borong 4 Penghargaan Nasional: Dari Pengendalian Inflasi Sampai Urusan Serba Digital!

    September 25, 2026

    Perkuat Kurir Instan, Roket Indonesia JNE Gandeng Everpro Integrasikan WhatsApp Business & CRM

    September 25, 2026

    32 Paralegal Kelurahan Resmi Diakui Kemenkum: Bantuan Hukum Gratis Buat Warga Kecil, Selesaikan Masalah Sebelum Ke Polsek

    September 24, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Kode Etik
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kode Etik
    • Indeks Berita
    © 2026 desak.id Designed by Khanzaar co .

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.