Close Menu
desakdesak
  • Ocehan
  • Pop
  • Curhat
  • Sosok

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Priangan Timur Borong 4 Penghargaan Nasional: Dari Pengendalian Inflasi Sampai Urusan Serba Digital!

September 25, 2026

Perkuat Kurir Instan, Roket Indonesia JNE Gandeng Everpro Integrasikan WhatsApp Business & CRM

September 25, 2026

32 Paralegal Kelurahan Resmi Diakui Kemenkum: Bantuan Hukum Gratis Buat Warga Kecil, Selesaikan Masalah Sebelum Ke Polsek

September 24, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
desakdesak
📝 Kirim Tulisan
  • Ocehan
  • Pop
  • Curhat
  • Sosok
desakdesak
📝
  • Ocehan
  • Pop
  • Curhat
  • Sosok
Beranda » Kelompok Tani Parikesit Berhasil Produksi Padi Organik Hingga Ratusan Ton, Pemasaran Hingga ke Riau
Arsip

Kelompok Tani Parikesit Berhasil Produksi Padi Organik Hingga Ratusan Ton, Pemasaran Hingga ke Riau

Sopyan SaoriBy Sopyan SaoriApril 28, 2025Updated:September 13, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Share Facebook Pinterest Twitter LinkedIn Tumblr Email Bluesky
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

Ciamis, intiraya.com | Kelompok Tani Parikesit di Dusun Kubangpari rt.12 01, Desa Bangunsari Pamarican, Kabupaten Ciamis berhasil mengembangkan Beras Organik jenis Sri.

Sohidin Heryanto, marketing dan urusan ekternal kelompok, mengatakan, pengembangan beras Galuh organik dimulai sejak 2006, yang sebelumnya hanya beberapa hektare kini sudah mencapai 24 hektare sawah yang dikelola.

“Sekarang baru 25 hektare, cita citanya ribuan hektare sesuai dengan luas lahan yang dimiliki desa,” terang Sohidin kepada media, Senin 28 April 2025.

Sohidin mengatakan, perhaktarenya bisa mencapai 7-8 ton. “Sebelumnya kalau pakai kimia itu mencapai 5-6 ton, sekarang Alhamdulillah bisa 7-8 ton,” tambahnya.

Sohidin mengungkapkan, ada beberapa kendala dalam mensosialisasikan program padi organik tersebut ke para petani.

Ia mengatakan, sebelum mulai para petani takut produksi padinya menurun, tapi setelah dijalani ternyata malah meningkat.

“Iya dulu pas pertama, itu para petani itu takut untuk memulai karena takut produksinya menurun tapi ternyata malah meningkat,” terangnya.

9

Sementara, untuk pemasarannya, Sohidin mengatakan, peluangnya masih terbuka. Untuk wilayah pasar Pajajaran saja menurutnya masih belum terpenuhi.

“Sebenarnya untuk pasar Pajajaran atau lokal pun kita masih kewalahan,, karena yang membudidayakan belum banyak. Jadi peluangnya memang masih terbuka,” katanya.

Adapun selama ini, untuk pemasaran yang sudah dan sedang berlangsung Sohidin mengatakan, ada yang ke Jakarta, Riau dan pasar sekitar Ciamis dan Banjar.

“Sampai ke Riau juga, sistemnya sih online,” ujarnya.

Dalam satu kemasan, kelompok Parikesit menyediakan beras seberat 5 kilogram dengan harga per kilogramnya dua puluh ribu rupiah.

Sohidin mengakui dalam pengembangan beras organik tersebut tidak bisa sendirian, ada peran peran pentaholik seperti pembinaan dari BUMN dan juga pemerintahan.

“Alhamdulillah saya di bantu Bank Indonesia Tasikmalaya dalam pengembangan ini. Karena untuk memiliki sertifikat standar beras organik harus ada beberapa sarana dan prasarana, seperti Rumah MOL, tempat penggilingan padi khusus dan lain lain. Dan itu terwujud berkat adanya bantuan dan binaan dari BI,” ujarnya.

Sohidin berharap kedepan, semua lahan sawah yang ada di desa Bangunsari bisa membudidayakan padi organik sehingga pasokan kebutuhan pasar bisa terpenuhi.

“Mimpinya seperti itu, mudah mudahan terwujud. Terimakasih kepada Bank Indonesia atas dukungannya,” harapnya. (***)

Padi organik Ciamis
Add as Preferred on Google Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleDi Usia ke 75, Fatayat NU Kota Tasikmalaya Launching Women Crisis Center
Next Article Hilangkan Dikotomi Negeri dan Swasta MKKS SMK Kabupaten Tasikmalaya Gelar Halal Bihalal
Sopyan Saori
  • Website

Owner Khanzaar

Related Posts

Kejurdo V BKC digelar di Tasikmalaya, ajang penjaringan Kejurnas 2027

September 12, 2026

Warga Jalan Gubernur Suaka kompak gelar ronda malam dan edukasi pemuda

September 12, 2026

Aksi Berandalan Motor Semakin Brutal, kendaraaan ustad pun tak luput dari sasaran, polisi diharapkan perlu lebih tegas

September 11, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Seedbacklink
Top Posts

Branding Maxim Berjejer di Jalan, Pajak Reklame Bocor di Bawah Meja?

September 15, 202612 Views

Program GENIUS OJK Tasik: Guru Dulu yang Diedukasi, Biar Murid Gak Terjebak Pinjol dan Judol

September 18, 202610 Views

Milad ke-49 BKPRMI Kota Tasik: Menuju Indonesia Emas 2045, Kesejahteraan Guru Masih ‘Saeutik Mas’

September 15, 202610 Views

Fenomena Ceu Epon Beli Emas Pakai Uang Kresek: Antara Realita Jalanan dan Tamparan Literasi Keuangan

September 21, 20269 Views

Kedok Koperasi Rasa Bank Emok: Ketika Lembaga Pembiayaan Pinjam Nama, Rakyat yang Kena Peras

September 14, 20269 Views
New Comments
    Most Popular

    Branding Maxim Berjejer di Jalan, Pajak Reklame Bocor di Bawah Meja?

    September 15, 202612 Views

    Program GENIUS OJK Tasik: Guru Dulu yang Diedukasi, Biar Murid Gak Terjebak Pinjol dan Judol

    September 18, 202610 Views

    Milad ke-49 BKPRMI Kota Tasik: Menuju Indonesia Emas 2045, Kesejahteraan Guru Masih ‘Saeutik Mas’

    September 15, 202610 Views
    Our Picks

    Priangan Timur Borong 4 Penghargaan Nasional: Dari Pengendalian Inflasi Sampai Urusan Serba Digital!

    September 25, 2026

    Perkuat Kurir Instan, Roket Indonesia JNE Gandeng Everpro Integrasikan WhatsApp Business & CRM

    September 25, 2026

    32 Paralegal Kelurahan Resmi Diakui Kemenkum: Bantuan Hukum Gratis Buat Warga Kecil, Selesaikan Masalah Sebelum Ke Polsek

    September 24, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Kode Etik
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kode Etik
    • Indeks Berita
    © 2026 desak.id Designed by Khanzaar co .

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.