Close Menu
desakdesak
  • Ocehan
  • Pop
  • Curhat
  • Sosok

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Tekan Kemiskinan Pakai AI, Wali Kota Viman Alfarizi: “Ibarat Mancing, Kita Jangan di Lautan tapi di Akuarium!”

September 25, 2026

Priangan Timur Borong 4 Penghargaan Nasional: Dari Pengendalian Inflasi Sampai Urusan Serba Digital!

September 25, 2026

Perkuat Kurir Instan, Roket Indonesia JNE Gandeng Everpro Integrasikan WhatsApp Business & CRM

September 25, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
desakdesak
✍️ Kirim Tulisan
  • Ocehan
  • Pop
  • Curhat
  • Sosok
desakdesak
✍️
  • Ocehan
  • Pop
  • Curhat
  • Sosok
Beranda » Komisi 4 DPRD Kota Tasikmalaya Desak Walikota Tasikmalaya Bereskan Sengkarut RSUD dr Soekardjo
Arsip

Komisi 4 DPRD Kota Tasikmalaya Desak Walikota Tasikmalaya Bereskan Sengkarut RSUD dr Soekardjo

Sopyan SaoriBy Sopyan SaoriAgustus 5, 2025Updated:September 13, 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Share Facebook Pinterest Twitter LinkedIn Tumblr Email Bluesky
Komisi 4 DPRD Kota Tasikmalaya Desak Walikota Tasikmalaya Bereskan Sengkarut RSUD dr Soekardjo
Anggota Komisi 4 DPRD Kota Tasikmalaya beserta kepala dinas kesehatan sidak RSUD dr Soekardjo
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

Tasikmalaya, desak.id/ | Komisi 4 DPRD Kota Tasikmalaya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD dr Soekardjo, terkait kondisi rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut.

Sidak dilakukan buntut dari tuntutan ratusan pegawai kesehatan yang mendesak alih kelola RSUD dr Soekardjo ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat beberapa hari lalu, sehingga menjadi perhatian publik.

Dalam sidak itu, para legislator memeriksa hampir seluruh ruang pelayanan serta fasilitas alat kesehatan.

Mereka memastikan kondisi riil di lapangan dan mengonfirmasi berbagai laporan yang selama ini berkembang luas mengenai sengkarut manajemen dan fasilitas layanan lainnya.

Anggota Komisi 4 DPRD Kota Tasikmalaya, H Yadi Mulyadi, mengatakan, pihaknya akan berkirim surat kepada Wali Kota untuk berdiskusi panjang membahas masa depan RSUD dr Soekardjo.

"Tadi saya sudah minta pendamping dan ke Ketua Komisi untuk bersurat tanggal 20 sampai 30 Agustus, tergantung beliau kapan waktunya. Jangan sampai beliau (Wali Kota-red) hanya mendengarkan dari media sosial tiktok. Ini bahaya, ketika input itu salah maka akan salah kesimpulan," kata Yadi di ruang op room, Selasa 5 Agustus 2025.

Lebih lanjut, Yadi berujar, pihaknya bisa membuka wawasan untuk menentukan arah gerak dalam menyikapi kompleksitas yang terjadi di tubuh rumah sakit tersebut.

"Karena ini sangat krusial untuk kita selesaikan. Kita akan mencoba plotting beberapa hal yang bisa kita perjuangankan," terangnya.

Menurutnya, persoalan tenaga medis yang meminta alih kelola ke provinsi sebaiknya diselesaikan secara internal terlebih dahulu. Karena, kata dia, belum tentu juga Pemerintah Provinsi siap menangani.

"Cakupan layanan di provinsi sangat luas, tidak hanya di Tasikmalaya saja. Saya khawatir jika kita terburu-buru menyerahkan pengelolaan ke provinsi, justru masalahnya tidak akan selesai karena kesiapan di sana juga belum memadai," terangnya.

Menurutnya, jika RSUD dr Soekardjo diambil alih oleh provinsi, maka akan menjadi kerugian besar untuk Kota Tasikmalaya. Kemudian, hal itu juga akan menjadi dampak negatif bagi APBD Kota Tasikmalaya.

Dampak Dikelola Provinsi

Yadi menuturkan dampaknya, selain aset kota yang hilang, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dipastikan berkurang, dan secara keseluruhan anggaran daerah akan menurun. Bahkan, potensi penerimaan dari sektor klaster juga akan terdampak signifikan.

“Sebenarnya, jika posisi kita sudah stabil, hal ini tidak akan menjadi masalah. Namun, kondisi saat ini belum stabil, terutama karena pemerintahan kota masih baru dan tentu ini kan belum selesai semuanya,” ujarnya.

Anggota Komisi 4 lainnya, Dian Kuswardianto, menegaskan, bahwa kondisi rumah sakit sudah termasuk kategori urgent.

Dian meminta, Wali dan Wakil Wali Kota Tasikmalaya untuk segera turun tangan membereskan masalah yang tengah dihadapi RSUD.

“Jangan sampai setelah kemarin rapat dan kunjungan sekarang jadi landai lagi. Karena kalau melihat situasi dan kondisi penyakit RSUD ini sudah stadium 4, jadi jangan dibiarkan,” tegasnya.

Dian juga menyebutkan, persoalan di RSUD dr Soekardjo Tasikmalaya sudah merambat ke komisi lain. Bahkan, menyangkut ke seluruh komisi.

“Sekarang bukan lagi jadi masalah komisi 4 saja, tapi semuanya. Komisi 1,2 dan 3 juga harus dilibatkan. Dan saya meminta pertemuan dengan Wali Kota bisa secepatnya, supaya kita tau solusinya untuk progres jangka pendek, menengah dan jangka panjangnya,” jelasnya.

“Jangan kita bertemu lagi, bertemu lagi tapi jadi landai lagi. Besok-besok ada pertemuan lagi, audiensi lagi, gak bagus juga lah,” katanya lagi.

Mendengar hal itu, Kepala Dinas Kesehatan, Uus Supangat, merasa sangat bersyukur. Karena dari kunjungan itu menghasilkan sesuatu hal yang sangat positif terhadap masa depan rumah sakit.

“Alhamdulillah, hari ini saya merasa mendapatkan ekstra power. Kita serius semuanya punya komitmen, saya bahagia sekali mendapatkan suporter luar biasa dari dewan untuk recovery RSUD dr Soekardjo,” katanya. ***

sengkarut rsud dr soekardjo
Add as Preferred on Google Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleMasyarakat Serbu Pasar Tradisional, APPSI Apresiasi Langkah Mentan Amran Ungkap Kasus Beras Oplosan
Next Article Komisi IV Sebut Persoalan di RSUD dr Soekardjo Sangat Kompleks, Alih Kelola bukan Jaminan
Sopyan Saori
  • Website

Owner Khanzaar

Related Posts

Kejurdo V BKC digelar di Tasikmalaya, ajang penjaringan Kejurnas 2027

September 12, 2026

Warga Jalan Gubernur Suaka kompak gelar ronda malam dan edukasi pemuda

September 12, 2026

Aksi Berandalan Motor Semakin Brutal, kendaraaan ustad pun tak luput dari sasaran, polisi diharapkan perlu lebih tegas

September 11, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Seedbacklink
Top Posts

Branding Maxim Berjejer di Jalan, Pajak Reklame Bocor di Bawah Meja?

September 15, 202612 Views

Program GENIUS OJK Tasik: Guru Dulu yang Diedukasi, Biar Murid Gak Terjebak Pinjol dan Judol

September 18, 202610 Views

Milad ke-49 BKPRMI Kota Tasik: Menuju Indonesia Emas 2045, Kesejahteraan Guru Masih ‘Saeutik Mas’

September 15, 202610 Views

Fenomena Ceu Epon Beli Emas Pakai Uang Kresek: Antara Realita Jalanan dan Tamparan Literasi Keuangan

September 21, 20269 Views

Kedok Koperasi Rasa Bank Emok: Ketika Lembaga Pembiayaan Pinjam Nama, Rakyat yang Kena Peras

September 14, 20269 Views
New Comments
    Most Popular

    Branding Maxim Berjejer di Jalan, Pajak Reklame Bocor di Bawah Meja?

    September 15, 202612 Views

    Program GENIUS OJK Tasik: Guru Dulu yang Diedukasi, Biar Murid Gak Terjebak Pinjol dan Judol

    September 18, 202610 Views

    Milad ke-49 BKPRMI Kota Tasik: Menuju Indonesia Emas 2045, Kesejahteraan Guru Masih ‘Saeutik Mas’

    September 15, 202610 Views
    Our Picks

    Tekan Kemiskinan Pakai AI, Wali Kota Viman Alfarizi: “Ibarat Mancing, Kita Jangan di Lautan tapi di Akuarium!”

    September 25, 2026

    Priangan Timur Borong 4 Penghargaan Nasional: Dari Pengendalian Inflasi Sampai Urusan Serba Digital!

    September 25, 2026

    Perkuat Kurir Instan, Roket Indonesia JNE Gandeng Everpro Integrasikan WhatsApp Business & CRM

    September 25, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Kode Etik
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kode Etik
    • Indeks Berita
    © 2026 desak.id Designed by Khanzaar co .

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.