Close Menu
desakdesak
  • Ocehan
  • Pop
  • Curhat
  • Sosok

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Priangan Timur Borong 4 Penghargaan Nasional: Dari Pengendalian Inflasi Sampai Urusan Serba Digital!

September 25, 2026

Perkuat Kurir Instan, Roket Indonesia JNE Gandeng Everpro Integrasikan WhatsApp Business & CRM

September 25, 2026

32 Paralegal Kelurahan Resmi Diakui Kemenkum: Bantuan Hukum Gratis Buat Warga Kecil, Selesaikan Masalah Sebelum Ke Polsek

September 24, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
desakdesak
📝 Kirim Tulisan
  • Ocehan
  • Pop
  • Curhat
  • Sosok
desakdesak
📝
  • Ocehan
  • Pop
  • Curhat
  • Sosok
Beranda » Konser Hindia Berpotensi Picu konflik Horisontal di Kota Santri, Ormas Islam Tegas Menolak
Arsip

Konser Hindia Berpotensi Picu konflik Horisontal di Kota Santri, Ormas Islam Tegas Menolak

Sopyan SaoriBy Sopyan SaoriJuli 12, 2025Updated:September 13, 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Share Facebook Pinterest Twitter LinkedIn Tumblr Email Bluesky
Konser Hindi Berpotensi Picu konflik Horisontal di Kota Santri, Ormas Islam Tegas Menolak
screenshoot vidoe klip matahari tenggelam HIndia/yt
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

Tasikmalaya, desak.id/ | Konser Hindia yang sedianya akan di gelar di Kota Tasikmalaya tepatnya di lapangan Lanud Wiriadinata pada tanggal 19 – 20 Juli 2025, kini semakin memanas, pihak EO yang terkesan keukeuh akan mengelar konser dengan alasan tiket sudah terjual ini justru nampak seperti meminta simpati sejumlah netizen.

Semntara itu, para penggiat dan penegak syariat yang digawangi Al Mumtaz masih kukuh dalam pendiriannya bahwa konser ini harus dibatalkan dengan berbagai point yang mereka sodorkan kepada pihak Kepolisian resort Kota Tasikmalaya pada Kamis 10 Juli 2025.

Dengan sederet point point yang lebih menekankan upaya penyelamatan aqidah generasi muda dari pengaruh musik Hindia ini yang disinyalir kerap kali memasang jargon jargon freemason dan lambang lambang atheis serta lirik liriknya yang cenderung membawa penonton kedalam neraka.

Hal inilah yang membuat sejumlah aktivisi ormas di Tasikmalaya menyatakan sikap tegasnya.

Ustad Tatang Setiawan pengurus Brigade pusat Persis Kota Tasikmalaya menekenakan pihak kepolisian agar mebatalkan konser tersebut, karena bisa saja memicu konflik yang lebih jauh mengingat Tasik adalah kota santri dan kota marwah para ulama dan syuhada.

Hal yang serupa juga disampaikan ustad Ucu dari Brigade Tholiban, ust Abu Hazmi dari Ansharu syariah dan ustad Kh Yanyan Albayani dari FPI, pada prinsifnya sama menekan pihak Polres untuk membatalkan agenda acara ini.

Bahkan hari ini ( sabtu -red ) semua pengasuh pontren dan para pengurus Ormas islam akan bersama sama menanda tangani kesepakatan menolak konser grup band Hindi, dan lomba Sihir di Kota Tasikmalaya sebagai upaya untuk menyelamatkan marwah Tasik kota santri dan ulama.

Lebih terang ustd Abu Hazmi menjelaskan secara analisa lirik dari sebuah lagu hindi yakni
Analisa Lirik:

Ku doakan kita semua Masuk neraka
Panjang umur
Matahari tenggelam
Selamat datang malam

Analisis
Secara umum, narasi ini bernuansa gelap dan sarkastik, dengan pilihan kata yang bisa memberi kesan menyimpang dari norma-norma spiritualitas mainstream, terutama dalam Islam atau agama-agama Abrahamik lainnya. Berikut analisisnya per bagian:

—

1. "Ku doakan kita semua Masuk neraka"

Kalimat ini bersifat inversi nilai—doa biasanya ditujukan untuk kebaikan (masuk surga), namun di sini didoakan agar masuk neraka.

Dalam konteks satanisme, terutama versi modern dan simbolik, sering ditemukan kebalikan dari nilai-nilai agama mainstream, termasuk membalik doa atau menggunakan simbol-simbol kutukan sebagai bentuk provokasi terhadap norma agama.

Ini tidak secara langsung membuktikan ritual satanik, namun penggunaan kalimat ini sejalan dengan retorika atau ekspresi dalam subkultur gelap, termasuk sebagian kelompok yang mengklaim sebagai satanis.

2. "Panjang umur"

Biasanya ini doa yang baik, tapi jika dikaitkan dengan kalimat sebelumnya, maka bisa diartikan sebagai:

Sarkasme: Panjang umur agar lebih lama menderita di dunia atau di neraka.

Doa duniawi tanpa nilai spiritual: Sejalan dengan ajaran satanik modern (seperti Church of Satan versi Anton LaVey), yang lebih menekankan hedonisme, kekuatan diri, dan penolakan terhadap kehidupan akhirat.

3. "Matahari tenggelam" & "Selamat datang malam"

Simbolisme ini sangat umum digunakan dalam puisi, musik, dan literatur yang bernuansa gotik atau okultisme.

Matahari tenggelam: malam bisa diartikan sebagai:

Masuk ke dalam fase kegelapan, baik secara harfiah (malam) maupun metaforis (kejahatan, setan, hal-hal tersembunyi).

Dalam konteks ritual satanik atau okultisme, banyak kegiatan dilakukan di malam hari, karena dianggap sebagai waktu spiritual paling “terbuka” untuk energi gelap.

Bisa mengandung unsur penyambutan terhadap kekuatan kegelapan, walau tidak selalu eksplisit sebagai bagian dari satanisme.

"Jelas jelas kita kan ingin selamat darj siksa neraka ini malah mendoakan masuk neraka, astagfirullah," ungkapnya. (Red)

Band HINDIA baskara hindia Ruang Bermusik
Add as Preferred on Google Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleKAHMI Tasikmalaya Minta Ketegasan Walikota Tasikmalaya Redam Polemik Konser HINDIA di Tasikmalaya
Next Article Walikota Tasik Resmikan TMC Eternal Home, Simbol Toleransinya Kota Tasikmalaya
Sopyan Saori
  • Website

Owner Khanzaar

Related Posts

Kejurdo V BKC digelar di Tasikmalaya, ajang penjaringan Kejurnas 2027

September 12, 2026

Warga Jalan Gubernur Suaka kompak gelar ronda malam dan edukasi pemuda

September 12, 2026

Aksi Berandalan Motor Semakin Brutal, kendaraaan ustad pun tak luput dari sasaran, polisi diharapkan perlu lebih tegas

September 11, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Seedbacklink
Top Posts

Branding Maxim Berjejer di Jalan, Pajak Reklame Bocor di Bawah Meja?

September 15, 202612 Views

Program GENIUS OJK Tasik: Guru Dulu yang Diedukasi, Biar Murid Gak Terjebak Pinjol dan Judol

September 18, 202610 Views

Milad ke-49 BKPRMI Kota Tasik: Menuju Indonesia Emas 2045, Kesejahteraan Guru Masih ‘Saeutik Mas’

September 15, 202610 Views

Fenomena Ceu Epon Beli Emas Pakai Uang Kresek: Antara Realita Jalanan dan Tamparan Literasi Keuangan

September 21, 20269 Views

Kedok Koperasi Rasa Bank Emok: Ketika Lembaga Pembiayaan Pinjam Nama, Rakyat yang Kena Peras

September 14, 20269 Views
New Comments
    Most Popular

    Branding Maxim Berjejer di Jalan, Pajak Reklame Bocor di Bawah Meja?

    September 15, 202612 Views

    Program GENIUS OJK Tasik: Guru Dulu yang Diedukasi, Biar Murid Gak Terjebak Pinjol dan Judol

    September 18, 202610 Views

    Milad ke-49 BKPRMI Kota Tasik: Menuju Indonesia Emas 2045, Kesejahteraan Guru Masih ‘Saeutik Mas’

    September 15, 202610 Views
    Our Picks

    Priangan Timur Borong 4 Penghargaan Nasional: Dari Pengendalian Inflasi Sampai Urusan Serba Digital!

    September 25, 2026

    Perkuat Kurir Instan, Roket Indonesia JNE Gandeng Everpro Integrasikan WhatsApp Business & CRM

    September 25, 2026

    32 Paralegal Kelurahan Resmi Diakui Kemenkum: Bantuan Hukum Gratis Buat Warga Kecil, Selesaikan Masalah Sebelum Ke Polsek

    September 24, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Kode Etik
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kode Etik
    • Indeks Berita
    © 2026 desak.id Designed by Khanzaar co .

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.