Close Menu
desakdesak
  • Ocehan
  • Pop
  • Curhat
  • Sosok

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Priangan Timur Borong 4 Penghargaan Nasional: Dari Pengendalian Inflasi Sampai Urusan Serba Digital!

September 25, 2026

Perkuat Kurir Instan, Roket Indonesia JNE Gandeng Everpro Integrasikan WhatsApp Business & CRM

September 25, 2026

32 Paralegal Kelurahan Resmi Diakui Kemenkum: Bantuan Hukum Gratis Buat Warga Kecil, Selesaikan Masalah Sebelum Ke Polsek

September 24, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
desakdesak
📝 Kirim Tulisan
  • Ocehan
  • Pop
  • Curhat
  • Sosok
desakdesak
📝
  • Ocehan
  • Pop
  • Curhat
  • Sosok
Beranda » PIDI: Memperkuat Ekosistem Inovasi Indonesia
Arsip

PIDI: Memperkuat Ekosistem Inovasi Indonesia

Sopyan SaoriBy Sopyan SaoriJuni 8, 2026Updated:September 13, 2026Tidak ada komentar5 Mins Read
Share Facebook Pinterest Twitter LinkedIn Tumblr Email Bluesky
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

Pada abad ke-20, negara pernah berlomba membangun pabrik sebagai fondasi produksi sektor industri. Hari ini, negara berlomba membangun ide sebagai kekuatan ekonomi baru. Nilai ekonomi semakin banyak lahir dari kreativitas, inovasi, data, algoritma, dan kemampuan manusia menciptakan solusi baru.

Kita menyaksikan bagaimana industri berbasis hak cipta tumbuh tiga sampai empat kali lebih cepat daripada industri lain. Paten di Amerika meningkat dua kali lipat dalam dua dekade. Nilai pasar perusahaan teknologi melonjak bukan karena gudang mereka penuh barang, tetapi karena gudangnya penuh ide.

Sejarah menunjukkan bahwa lompatan ekonomi negara maju hampir selalu dimulai dari kemampuan menghasilkan inovasi. Amerika Serikat tumbuh melalui ekosistem universitas dan teknologi. Korea Selatan bergerak lewat investasi besar pada riset dan pengembangan manusia. Tiongkok dalam dua dekade terakhir mempercepat transformasi ekonominya dengan membangun talenta digital dan kapasitas inovasi domestik.

Indonesia sedang menuju arah yang sama. Visi Indonesia Emas 2045 tidak mungkin hanya bertumpu pada bonus demografi semata. Bonus demografi baru menjadi kekuatan apabila kualitas manusianya mampu menjawab perubahan zaman. Tanpa inovasi, bonus demografi justru dapat berubah menjadi tekanan sosial dan pengangguran baru akibat disrupsi teknologi.

Dalam banyak literatur ekonomi modern, perubahan ini sebenarnya sudah lama diprediksi. Paul Romer misalnya, menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi jangka panjang tidak hanya ditentukan oleh akumulasi modal fisik, tetapi juga oleh akumulasi ide.

Berbeda dengan barang fisik yang habis ketika digunakan atau mengalami penurunan nilai baik teknis maupun ekonomis sepanjang waktu, ide justru menciptakan efek pengganda. Satu inovasi dapat digunakan oleh jutaan orang secara bersamaan tanpa mengurangi nilainya. Negara yang mampu membangun ekosistem inovasi biasanya memiliki daya tahan pertumbuhan yang lebih kuat.

Dalam konteks itu, transformasi ekonomi digital Indonesia sesungguhnya bukan hanya soal adopsi teknologi. Ia adalah upaya membangun fondasi pertumbuhan baru yang berbasis pengetahuan. Di sinilah arti penting Program Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) dari Bank Indonesia. Program ini bukan sekadar kompetisi inovasi atau pelatihan teknologi, melainkan ruang untuk menyiapkan mesin pertumbuhan ekonomi masa depan.

PIDI secara positioning menjadi semakin relevan. Program seperti Digital Talenta Berdaya dan Berkarya (DIGDAYA) dan HACKATHON tidak hanya membekali generasi muda dengan kemampuan teknis, tetapi juga melatih mereka memahami kebutuhan pasar dan membangun solusi yang relevan bagi industri. Pendekatan ini penting karena inovasi tidak cukup berhenti di laboratorium atau ruang kelas. Inovasi harus bertemu dengan kebutuhan nyata masyarakat.

Antusiasme terhadap program ini juga menarik dicermati. Sejak diinisiasi, jumlah submisi inovasi dalam PIDI melampaui 2.000 proposal atau hampir dua kali lipat dibandingkan tahun 2025. Angka ini memberi pesan penting. Anak muda Indonesia sebenarnya tidak kekurangan ide.

Dari ribuan proposal tersebut, sebanyak 800 tim lolos seleksi awal. Mereka kemudian mengikuti pelatihan berbasis kebutuhan industri melalui essential training, practitioner training, hingga capstone project. Pendekatan seperti ini penting karena kesenjangan utama dalam ekonomi digital sering bukan terletak pada kreativitas, melainkan pada kemampuan membawa inovasi menjadi produk yang dapat digunakan pasar.

Di sinilah PIDI memiliki nilai strategis. Program ini mencoba menjembatani jurang antara ide dan implementasi. Peserta tidak hanya diminta membuat prototype, tetapi juga difasilitasi melalui business matching agar inovasi dapat diaplikasikan di dunia industri. Dalam bahasa ekonomi, ini adalah upaya memperkuat proses hilirisasi inovasi.

Inovasi: Fondasi Baru Pertumbuhan Ekonomi

Bagi Indonesia, tantangannya tidak ringan. Ekonomi digital berkembang sangat cepat, tetapi kompetisi global juga makin ketat. Negara yang lambat membangun kapasitas digital akan tertinggal. Sementara negara yang berhasil membangun talenta dan inovasi domestik akan memiliki daya saing baru.

Dalam konteks global, posisi Indonesia sebenarnya mulai menunjukkan perbaikan yang cukup signifikan. Global Innovation Index (GII) Indonesia naik dari peringkat 85 dunia pada 2020 menjadi peringkat 55 dunia pada 2025. Bahkan skor inovasi Indonesia meningkat dari 26,5 pada 2020 menjadi 31,3 pada 2025.

Kenaikan ini menunjukkan bahwa fondasi inovasi nasional mulai bergerak ke arah yang lebih kuat. Namun, tantangannya masih besar karena kualitas inovasi Indonesia masih menghadapi persoalan struktural, terutama pada aspek human capital and research yang masih berada di peringkat 92 dunia serta business sophistication di posisi 83 dunia.

Penguatan ekonomi dan keuangan digital tidak cukup hanya melalui infrastruktur pembayaran atau penetrasi internet. Ekosistem inovasinya juga harus tumbuh. Bank Indonesia melalui PIDI mencoba masuk ke ruang tersebut. Perannya menjadi penting karena transformasi sistem pembayaran, digitalisasi keuangan, hingga penguatan ekonomi digital nasional pada akhirnya membutuhkan sumber daya manusia yang mampu menciptakan inovasi secara berkelanjutan.

Dalam banyak negara maju, keberhasilan ekonomi digital hampir selalu dimulai dari investasi pada manusia, riset, dan inovasi. Teori endogenous growth dari Paul Romer menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi modern lahir dari akumulasi ide dan pengetahuan. Semakin besar kapasitas inovasi suatu negara, semakin besar pula peluang negara tersebut keluar dari jebakan pendapatan menengah.

Masa depan ekonomi tidak lagi hanya ditentukan oleh siapa yang memiliki sumber daya terbesar. Masa depan akan lebih banyak ditentukan oleh siapa yang mampu menghasilkan ide inovasi terbaik, mengembangkan teknologi paling relevan, dan membangun ekosistem inovasi yang paling adaptif. Dalam konteks itu, Indonesia sebenarnya memiliki modal awal yang cukup menjanjikan.

Salah satu indikatornya terlihat dari perkembangan permohonan paten domestik. Pada 2024, jumlah patent applications of residents Indonesia mencapai 2.164 permohonan atau meningkat sekitar 25,45% dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini memang masih jauh dibandingkan negara-negara besar seperti Tiongkok atau Korea Selatan, tetapi tren kenaikannya menunjukkan bahwa aktivitas inovasi domestik mulai tumbuh lebih kuat. Peningkatan ini menjadi sinyal bahwa ekonomi Indonesia perlahan bergerak dari sekadar pengguna teknologi menuju pencipta teknologi.

Implementasi program PIDI memberikan sinyal kuat kepada dunia bahwa Indonesia sedang berupaya menanam fondasi ide dan inovasi untuk perjalanan panjang menuju Indonesia Emas 2045. Di tengah kompetisi ekonomi digital global yang semakin ketat, investasi terbesar suatu bangsa pada akhirnya bukan hanya pada infrastruktur fisik, tetapi pada kemampuan manusianya untuk berpikir, berinovasi, dan menciptakan masa depan.

 

Disclaimer

Artikel merupakan opini pribadi dan tidak mewakili instansi penulis.  Penulis merupakan salah satu pegawai dari Bank Indonesia Tasikmalaya dan Alumni Postgraduate The Ohio State University.

 

Add as Preferred on Google Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleBuka Wisuda Akbar LPPTKA BKPRMI Kabupaten Tasikmalaya, H Oleh Soleh Ajak Bijak Bersosmed
Next Article Soroti Pelabelan Sekolah Maung, FOSSMA : Blunder Seorang Gubernur
Sopyan Saori
  • Website

Owner Khanzaar

Related Posts

Kejurdo V BKC digelar di Tasikmalaya, ajang penjaringan Kejurnas 2027

September 12, 2026

Warga Jalan Gubernur Suaka kompak gelar ronda malam dan edukasi pemuda

September 12, 2026

Aksi Berandalan Motor Semakin Brutal, kendaraaan ustad pun tak luput dari sasaran, polisi diharapkan perlu lebih tegas

September 11, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Seedbacklink
Top Posts

Branding Maxim Berjejer di Jalan, Pajak Reklame Bocor di Bawah Meja?

September 15, 202612 Views

Program GENIUS OJK Tasik: Guru Dulu yang Diedukasi, Biar Murid Gak Terjebak Pinjol dan Judol

September 18, 202610 Views

Milad ke-49 BKPRMI Kota Tasik: Menuju Indonesia Emas 2045, Kesejahteraan Guru Masih ‘Saeutik Mas’

September 15, 202610 Views

Fenomena Ceu Epon Beli Emas Pakai Uang Kresek: Antara Realita Jalanan dan Tamparan Literasi Keuangan

September 21, 20269 Views

Kedok Koperasi Rasa Bank Emok: Ketika Lembaga Pembiayaan Pinjam Nama, Rakyat yang Kena Peras

September 14, 20269 Views
New Comments
    Most Popular

    Branding Maxim Berjejer di Jalan, Pajak Reklame Bocor di Bawah Meja?

    September 15, 202612 Views

    Program GENIUS OJK Tasik: Guru Dulu yang Diedukasi, Biar Murid Gak Terjebak Pinjol dan Judol

    September 18, 202610 Views

    Milad ke-49 BKPRMI Kota Tasik: Menuju Indonesia Emas 2045, Kesejahteraan Guru Masih ‘Saeutik Mas’

    September 15, 202610 Views
    Our Picks

    Priangan Timur Borong 4 Penghargaan Nasional: Dari Pengendalian Inflasi Sampai Urusan Serba Digital!

    September 25, 2026

    Perkuat Kurir Instan, Roket Indonesia JNE Gandeng Everpro Integrasikan WhatsApp Business & CRM

    September 25, 2026

    32 Paralegal Kelurahan Resmi Diakui Kemenkum: Bantuan Hukum Gratis Buat Warga Kecil, Selesaikan Masalah Sebelum Ke Polsek

    September 24, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Kode Etik
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kode Etik
    • Indeks Berita
    © 2026 desak.id Designed by Khanzaar co .

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.