Close Menu
desakdesak
  • Ocehan
  • Pop
  • Curhat
  • Sosok

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Perkuat Kurir Instan, Roket Indonesia JNE Gandeng Everpro Integrasikan WhatsApp Business & CRM

September 25, 2026

32 Paralegal Kelurahan Resmi Diakui Kemenkum: Bantuan Hukum Gratis Buat Warga Kecil, Selesaikan Masalah Sebelum Ke Polsek

September 24, 2026

Penataan Kawasan Dadaha Kena Sembur DPRD: Konsepnya Bagus, Tapi Kenapa Telat Sosialisasi?

September 24, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
desakdesak
📝 Kirim Tulisan
  • Ocehan
  • Pop
  • Curhat
  • Sosok
desakdesak
📝
  • Ocehan
  • Pop
  • Curhat
  • Sosok
Beranda » Retribusi Sampah Tidak Maksimal, Feri : Target Kami Mengurangi Volume Sampah di TPA
Arsip

Retribusi Sampah Tidak Maksimal, Feri : Target Kami Mengurangi Volume Sampah di TPA

Sopyan SaoriBy Sopyan SaoriOktober 23, 2025Updated:September 13, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Share Facebook Pinterest Twitter LinkedIn Tumblr Email Bluesky
Retribusi Sampah Tidak Maksimal, Feri : Target Kamu Mengurangi Volume Sampah di TPA
Retribusi Sampah Tidak Maksimal, Feri : Target Kamu Mengurangi Volume Sampah di TPA
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

Tasikmalaya, desak.id/ | Pencapaian retribusi sampah pada Dinas Lingkungan Hidup tahun 2025, tidak memenuhi angka yang ditargetkan.

Sesuai data dari SIPD RI, dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya memiliki target retribusi sebesar 4 miliar rupiah, namun baru tercapai 2 miliar rupiah.

Dengan begitu ada angka minus di besaran 2 miliar rupiah.

Feri Arif Maulana, Kabid Sampah Dinas Lingkungan Hidup, membenarkan hal tersebut. Menurutnya hal itu tidak menjadi masalah.

"Oh itu ada minus 2 miliar, tidak sesuai angka yang ditargetkan untuk tahun ini, ya," terang Feri melalui saluran telepon, Kamis malam 23 Oktober 2025.

Feri mengatakan, hal tersebut terjadi karena masyarakat sudah mulai paham untuk mengolah sampah di tempat, jadi sampah tidak banyak yang diangkut ke TPA.

"Dan justru target kami ya, ada pengurangan volume sampah di TPA." tambah Feri.

Kurangi Volume Sampah di TPA

Menurutnya, pengolahan sampah di sumber menjadi target dirinya sehingga pengangkutan ke TPA jadi berkurang dengan resiko berkurangnya capaian retribusi sampah.

“Seperti di Banyumas, volume sampah ke TPA itu hanya dua dumtruck perhari, dan itu bagus. Kami mau terapkan di sini supaya masyarakat lebih gencar mengelola sampah di rumah masing masing jadi tidak ada pengangkutan sampah dengan volume besar ke TPA,” ujarnya.

Guna mencapai target tersebut, Feri dan tim mengaku terus melakukan sosialisasi ke masyarakat untuk menerapkan pola pengolahan sampah di sumbernya.

“Sampah itu bisa diolah oleh masyarakat sendiri, ada yang bisa diolah jadi pupuk, jadi pakan ternak, juga jadi kerajinan. Kami selalu sosialisasikan hal tersebut, berikut penyediaan sarana seperti TPS3R,” ungkapnya.

Dengan begitu lanjut Feri, selain bisa mengurangi volume sampah, masyarakat juga bisa menambah pundi pundi ekonomi dari hasil pengolahan sampah tersebut.

Ditanya tidak tercapainya retribusi apakah bisa mempengaruhi terhadap anggaran, Feri mengatakan tidak berpengaruh secara signifikan.

“Nggak lah, atuh kalau gitu mah yang tidak punya PAD tidak akan dikasih anggaran. Kita tidak berpikir kesana, karena ini pelayanan langsung kepada masyarakat, tentu ada pos pos anggaran jadi tidak tergantung pada PAD yang masuk,” jelasnya.

Untuk itu, Feri mengajak kepada masyarakat agar lebih giat mengelola sampah di sumbernya sehingga volume sampah di TPA bisa berkurang. (***)

retribusi sampah Sampah tps3r
Add as Preferred on Google Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleAkibat Keracunan, 4 Satuan Pelayan Pemenuhan Gizi di Tasik Diberhentikan
Next Article 140 Pengelola Bumdes di Kabupaten Tasikmalaya dapat Pelatihan Literasi Keuangan dari OJK
Sopyan Saori
  • Website

Owner Khanzaar

Related Posts

Kejurdo V BKC digelar di Tasikmalaya, ajang penjaringan Kejurnas 2027

September 12, 2026

Warga Jalan Gubernur Suaka kompak gelar ronda malam dan edukasi pemuda

September 12, 2026

Aksi Berandalan Motor Semakin Brutal, kendaraaan ustad pun tak luput dari sasaran, polisi diharapkan perlu lebih tegas

September 11, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Seedbacklink
Top Posts

Branding Maxim Berjejer di Jalan, Pajak Reklame Bocor di Bawah Meja?

September 15, 202612 Views

Program GENIUS OJK Tasik: Guru Dulu yang Diedukasi, Biar Murid Gak Terjebak Pinjol dan Judol

September 18, 202610 Views

Milad ke-49 BKPRMI Kota Tasik: Menuju Indonesia Emas 2045, Kesejahteraan Guru Masih ‘Saeutik Mas’

September 15, 202610 Views

Fenomena Ceu Epon Beli Emas Pakai Uang Kresek: Antara Realita Jalanan dan Tamparan Literasi Keuangan

September 21, 20269 Views

Kedok Koperasi Rasa Bank Emok: Ketika Lembaga Pembiayaan Pinjam Nama, Rakyat yang Kena Peras

September 14, 20269 Views
New Comments
    Most Popular

    Branding Maxim Berjejer di Jalan, Pajak Reklame Bocor di Bawah Meja?

    September 15, 202612 Views

    Program GENIUS OJK Tasik: Guru Dulu yang Diedukasi, Biar Murid Gak Terjebak Pinjol dan Judol

    September 18, 202610 Views

    Milad ke-49 BKPRMI Kota Tasik: Menuju Indonesia Emas 2045, Kesejahteraan Guru Masih ‘Saeutik Mas’

    September 15, 202610 Views
    Our Picks

    Perkuat Kurir Instan, Roket Indonesia JNE Gandeng Everpro Integrasikan WhatsApp Business & CRM

    September 25, 2026

    32 Paralegal Kelurahan Resmi Diakui Kemenkum: Bantuan Hukum Gratis Buat Warga Kecil, Selesaikan Masalah Sebelum Ke Polsek

    September 24, 2026

    Penataan Kawasan Dadaha Kena Sembur DPRD: Konsepnya Bagus, Tapi Kenapa Telat Sosialisasi?

    September 24, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Kode Etik
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kode Etik
    • Indeks Berita
    © 2026 desak.id Designed by Khanzaar co .

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.