Close Menu
desakdesak
  • Ocehan
  • Pop
  • Curhat
  • Sosok

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Perkuat Kurir Instan, Roket Indonesia JNE Gandeng Everpro Integrasikan WhatsApp Business & CRM

September 25, 2026

32 Paralegal Kelurahan Resmi Diakui Kemenkum: Bantuan Hukum Gratis Buat Warga Kecil, Selesaikan Masalah Sebelum Ke Polsek

September 24, 2026

Penataan Kawasan Dadaha Kena Sembur DPRD: Konsepnya Bagus, Tapi Kenapa Telat Sosialisasi?

September 24, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
desakdesak
πŸ“ Kirim Tulisan
  • Ocehan
  • Pop
  • Curhat
  • Sosok
desakdesak
πŸ“
  • Ocehan
  • Pop
  • Curhat
  • Sosok
Beranda Β» Soroti Sepinya Terminal Indihiang, Pemuda Indihiang : Pemerintah tidak Serius
Arsip

Soroti Sepinya Terminal Indihiang, Pemuda Indihiang : Pemerintah tidak Serius

Sopyan SaoriBy Sopyan SaoriJuli 8, 2025Updated:September 13, 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Share Facebook Pinterest Twitter LinkedIn Tumblr Email Bluesky
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

Tasikmalaya, desak.id/ | Terminal Tipe A Indihiang, Kota Tasikmalaya, kembali menjadi perbincangan hangat berbagai element masyarakat Tasikmalaya.

Sampai saat ini, terminal tersebut belum berfungsi maksimal sebagai pusat aktivitas transportasi.

Kondisi ini mendapat sorotan tajam dari warga, termasuk dari sembilan pemuda Indihiang yang meminta pemerintah segera turun tangan.

Heru Rohmania (34), salah satu dari sembilan pemuda Indihiang, mengatakan, keadaan terminal saat ini sangat memprihatinkan. Ia mengungkapkan, banyak fasilitas yang terlihat tidak terurus dan minim aktivitas penumpang.

"Kalau melihat kondisi terminal hari ini, saya sangat miris sebagai warga Indihiang. Dulu harapannya semua penumpang bisa naik turun di terminal, tapi sekarang malah jadi sepi,” ujar Heru saat ditemui di lokasi, Minggu 6 Juli Sore.

Heru mengatakan, tidak ada upaya pengelolaan dan promosi yang maksimal, sehingga terminal tampak mati suri. Padahal menurutnya, bagian bawah terminal sebenarnya sudah cukup layak dari segi infrastruktur.

"Kalau fasilitasnya ada tapi tidak dimanfaatkan, tentu akan sia-sia. Pemerintah dan pengelola seolah kurang peduli,” katanya.

Ia bersama rekannya mengamati langsung aktivitas di terminal beberapa kali di mana hanya ada satu atau dua petugas yang berjaga, dan sejumlah bus hanya masuk sebentar lalu keluar kembali tanpa menaikkan penumpang.

"Yang saya lihat, beberapa bus dari luar kota datang sudah dalam keadaan membawa penumpang. Kemungkinan mereka menaikkan dari pinggir jalan, bukan dari terminal," ungkapnya.

Heru menilai, persepsi masyarakat terhadap terminal sangat dipengaruhi oleh kondisi fasilitas. Jika lingkungan terminal bersih, aman, dan tertib, maka penumpang akan merasa nyaman untuk menggunakannya.

"Kalau fasilitasnya kurang layak, ya wajar kalau masyarakat lebih memilih naik dari luar terminal,” tegasnya.

Terminal tersebut, kata dia, pernah dijadikan lokasi event untuk menarik minat calon penumpang. Namun, kegiatan itu tidak memberikan dampak signifikan karena tidak dibarengi dengan dukungan serius dari pemerintah.

"Pernah ada event di sini, tapi tetap saja tidak ramai. Mungkin pendekatannya belum menyentuh akar masalahnya,” ujarnya.

Menurut Heru, saat ini terminal hanya berfungsi secara fisik, namun tidak secara fungsional. Banyak spot di dalam area terminal yang terlihat terbengkalai dan tidak dirawat.

"Kalau terus dibiarkan, terminal bisa jadi bangunan kosong tanpa fungsi. Ini aset yang seharusnya dikelola secara profesional,” tambahnya.

Heru berharap, pemerintah Kota Tasikmalaya bersama instansi terkait seperti Dinas Perhubungan dapat mengambil langkah konkret, termasuk menertibkan pool-pool bus yang mengambil alih fungsi terminal.

"Kalau pemerintah serius, minimal penumpang diarahkan ke sini. Jadi terminal hidup lagi,” katanya.

Heru meyakini, jika pengelolaan dilakukan dengan serius, terminal bisa kembali hidup dan menjadi simpul transportasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

"Pemerintah harus turun tangan. Jangan sampai masyarakat terus kehilangan kepercayaan terhadap fasilitas umum,” pungkasnya. (***)

berita tasikmalaya terminal indihiang
Add as Preferred on Google Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleSoroti Pelanggaran Poll Bis, SAPMA Pemuda Pancasila Desak Aktivasi Kembali Terminal Indihiang
Next Article Mobil Siaga Milik Ketua DPC PKB Kota Tasik Raib Saat Antar Pasien di RS Islam Tamansari
Sopyan Saori
  • Website

Owner Khanzaar

Related Posts

Kejurdo V BKC digelar di Tasikmalaya, ajang penjaringan Kejurnas 2027

September 12, 2026

Warga Jalan Gubernur Suaka kompak gelar ronda malam dan edukasi pemuda

September 12, 2026

Aksi Berandalan Motor Semakin Brutal, kendaraaan ustad pun tak luput dari sasaran, polisi diharapkan perlu lebih tegas

September 11, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Seedbacklink
Top Posts

Branding Maxim Berjejer di Jalan, Pajak Reklame Bocor di Bawah Meja?

September 15, 202612 Views

Program GENIUS OJK Tasik: Guru Dulu yang Diedukasi, Biar Murid Gak Terjebak Pinjol dan Judol

September 18, 202610 Views

Milad ke-49 BKPRMI Kota Tasik: Menuju Indonesia Emas 2045, Kesejahteraan Guru Masih ‘Saeutik Mas’

September 15, 202610 Views

Fenomena Ceu Epon Beli Emas Pakai Uang Kresek: Antara Realita Jalanan dan Tamparan Literasi Keuangan

September 21, 20269 Views

Kedok Koperasi Rasa Bank Emok: Ketika Lembaga Pembiayaan Pinjam Nama, Rakyat yang Kena Peras

September 14, 20269 Views
New Comments
    Most Popular

    Branding Maxim Berjejer di Jalan, Pajak Reklame Bocor di Bawah Meja?

    September 15, 202612 Views

    Program GENIUS OJK Tasik: Guru Dulu yang Diedukasi, Biar Murid Gak Terjebak Pinjol dan Judol

    September 18, 202610 Views

    Milad ke-49 BKPRMI Kota Tasik: Menuju Indonesia Emas 2045, Kesejahteraan Guru Masih ‘Saeutik Mas’

    September 15, 202610 Views
    Our Picks

    Perkuat Kurir Instan, Roket Indonesia JNE Gandeng Everpro Integrasikan WhatsApp Business & CRM

    September 25, 2026

    32 Paralegal Kelurahan Resmi Diakui Kemenkum: Bantuan Hukum Gratis Buat Warga Kecil, Selesaikan Masalah Sebelum Ke Polsek

    September 24, 2026

    Penataan Kawasan Dadaha Kena Sembur DPRD: Konsepnya Bagus, Tapi Kenapa Telat Sosialisasi?

    September 24, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Kode Etik
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kode Etik
    • Indeks Berita
    © 2026 desak.id Designed by Khanzaar co .

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.