Close Menu
desakdesak
  • Ocehan
  • Pop
  • Curhat
  • Sosok

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Priangan Timur Borong 4 Penghargaan Nasional: Dari Pengendalian Inflasi Sampai Urusan Serba Digital!

September 25, 2026

Perkuat Kurir Instan, Roket Indonesia JNE Gandeng Everpro Integrasikan WhatsApp Business & CRM

September 25, 2026

32 Paralegal Kelurahan Resmi Diakui Kemenkum: Bantuan Hukum Gratis Buat Warga Kecil, Selesaikan Masalah Sebelum Ke Polsek

September 24, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
desakdesak
📝 Kirim Tulisan
  • Ocehan
  • Pop
  • Curhat
  • Sosok
desakdesak
📝
  • Ocehan
  • Pop
  • Curhat
  • Sosok
Beranda » TPID Banten jajaki kerjasama dengan TPID Priangan Timur perkuat pengendalian inflasi daerah
Arsip

TPID Banten jajaki kerjasama dengan TPID Priangan Timur perkuat pengendalian inflasi daerah

Sopyan SaoriBy Sopyan SaoriJuli 23, 2026Updated:September 13, 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Share Facebook Pinterest Twitter LinkedIn Tumblr Email Bluesky
TPID Banten jajaki kerjasama dengan TPID Priangan Timur perkuat pengendalian inflasi daerah
TPID Banten jajaki kerjasama dengan TPID Priangan Timur perkuat pengendalian inflasi daerah
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

Desak.id | Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Provinsi Banten bersama para pemangku kepentingan di Priangan Timur menyepakati Kerja Sama Antar Daerah (KAD) komoditas cabai antara BUMD Pangan Kabupaten Tangerang dan Gapoktan Karangsari Kabupaten Ciamis.

Kesepakatan tersebut diharapkan mampu memperkuat kesinambungan pasokan, memperlancar distribusi, memperluas akses pasar bagi petani, serta mendukung pengendalian inflasi pangan secara berkelanjutan.

Kesepakatan KAD menjadi salah satu hasil utama kegiatan benchmarking pengendalian inflasi TPID se-Provinsi Banten ke wilayah Priangan Timur pada 22 Juli 2026.

Kegiatan yang merupakan rangkaian Capacity Building TPID Provinsi Banten tersebut menjadi wadah berbagi praktik baik dalam pengembangan komoditas pangan strategis, penguatan kelembagaan petani dan peternak, serta pembangunan konektivitas antara daerah produsen dan daerah konsumen.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, peserta mengunjungi Klaster Cabai Karangsari dan Koperasi Produsen Peternak Ayam Petelur Ciamis (P2APC) di Kabupaten Ciamis. Kunjungan lapangan memberikan pemahaman langsung mengenai pengelolaan klaster pangan dari sisi produksi, kelembagaan, pemasaran, hingga penguatan rantai pasok sebagai bagian dari strategi menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Azhar Livaldly, mengatakan, Priangan Timur secara konsisten memperkuat pengendalian inflasi melalui pengembangan klaster pangan strategis, implementasi Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Sejahtera (GPIPS), serta perluasan Kerja Sama Antar Daerah.

Menurutnya, Berbagai praktik baik tersebut menjadi referensi pembelajaran antardaerah dalam membangun ekosistem pangan yang semakin produktif, adaptif, dan berkelanjutan.

Pada kunjungan ke Sekretariat Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Karangsari, TPID se-Provinsi Banten memperoleh gambaran mengenai pengembangan klaster cabai melalui kolaborasi antara petani, pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan pemangku kepentingan terkait.

Gapoktan Karangsari memiliki sekitar 50 anggota aktif dengan total luas lahan budidaya mencapai 40-45 hektare. Pada masa panen puncak, produksi cabai mampu mencapai sekitar 2 hingga 2,5 ton per hari.

Capaian tersebut menempatkan Gapoktan Karangsari sebagai salah satu sentra produksi cabai di Kabupaten Ciamis yang mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik dan industri pangan. Kelompok tani tersebut juga pernah melakukan ekspor ke Singapura.

Selain memperkuat kapasitas produksi, pengembangan klaster cabai turut mendorong keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian sehingga mendukung regenerasi petani dan keberlanjutan produksi komoditas pangan strategis.

Sinergi dengan perangkat daerah juga menjadi faktor penting dalam pengembangan klaster. Dukungan berupa pendampingan budidaya, penguatan kapasitas petani, fasilitasi sarana produksi, serta perluasan akses pasar dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing komoditas cabai. Kolaborasi tersebut memperlihatkan bahwa stabilitas pasokan pangan perlu dibangun melalui ekosistem yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Selanjutnya, rombongan mengunjungi Koperasi Produsen Peternak Ayam Petelur Ciamis (P2APC) untuk mempelajari tata kelola pengembangan usaha ayam petelur sebagai salah satu komoditas pangan strategis.

Penguatan kelembagaan koperasi menjadi instrumen penting untuk meningkatkan efisiensi usaha, memperkuat posisi tawar peternak, menjaga kontinuitas produksi, serta memperluas jaringan pemasaran.

Melalui penguatan produktivitas, tata kelola usaha, dan kemitraan dengan berbagai pihak, pengembangan peternakan ayam petelur diharapkan dapat mendukung kesinambungan pasokan telur ayam ras.

Hal tersebut menjadi penting mengingat telur ayam ras merupakan salah satu komoditas pangan yang memiliki peran strategis dalam konsumsi masyarakat dan pembentukan inflasi daerah.

Momentum penting dalam kegiatan ini ditandai dengan kesepakatan Kerja Sama Antar Daerah komoditas cabai antara BUMD Pangan Kabupaten Tangerang dan Gapoktan Karangsari Kabupaten Ciamis.

Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat konektivitas antara Kabupaten Ciamis sebagai daerah produsen dan Kabupaten Tangerang sebagai daerah konsumen.

Implementasi KAD diharapkan dapat menciptakan kepastian pasar bagi petani, menjaga kepastian pasokan bagi daerah konsumen, memperlancar distribusi, serta membentuk rantai pasok yang lebih efisien dan terintegrasi.

Kerja sama tersebut juga mendukung dua aspek utama dalam strategi 4K pengendalian inflasi, yaitu ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi, sekaligus memperkuat keterjangkauan harga bagi masyarakat.

Bank Indonesia memandang bahwa penguatan sinergi antardaerah melalui pengembangan klaster pangan dan perluasan KAD merupakan instrumen strategis dalam menjaga stabilitas harga dan memperkuat ketahanan pangan.

Kolaborasi antara daerah produsen dan konsumen tidak hanya mendukung pengendalian inflasi, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi petani melalui perluasan akses pasar dan kepastian penyerapan hasil produksi.

Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa pengendalian inflasi memerlukan sinergi yang kuat, konsisten, dan berorientasi pada hasil. Pertukaran praktik baik antardaerah diharapkan dapat mendorong replikasi program pengendalian inflasi yang efektif sesuai dengan karakteristik dan potensi masing-masing wilayah.

Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan melalui pengembangan klaster pangan, implementasi GPIPS, penguatan strategi 4K, serta perluasan Kerja Sama Antar Daerah.

Upaya tersebut diarahkan untuk menjaga inflasi tetap rendah dan stabil, memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

BI Kpw Tasikmalaua tpid
Add as Preferred on Google Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleOJK Setujui Penggabungan PT BPR Rizky Barokah ke dalam PT BPRS Mentari
Next Article Resmikan Dua Jaringan Dealer Baru di Sulawesi Selatan, Honda Terus Perluas Jaringan Layanan di Indonesia
Sopyan Saori
  • Website

Owner Khanzaar

Related Posts

Kejurdo V BKC digelar di Tasikmalaya, ajang penjaringan Kejurnas 2027

September 12, 2026

Warga Jalan Gubernur Suaka kompak gelar ronda malam dan edukasi pemuda

September 12, 2026

Aksi Berandalan Motor Semakin Brutal, kendaraaan ustad pun tak luput dari sasaran, polisi diharapkan perlu lebih tegas

September 11, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Seedbacklink
Top Posts

Branding Maxim Berjejer di Jalan, Pajak Reklame Bocor di Bawah Meja?

September 15, 202612 Views

Program GENIUS OJK Tasik: Guru Dulu yang Diedukasi, Biar Murid Gak Terjebak Pinjol dan Judol

September 18, 202610 Views

Milad ke-49 BKPRMI Kota Tasik: Menuju Indonesia Emas 2045, Kesejahteraan Guru Masih ‘Saeutik Mas’

September 15, 202610 Views

Fenomena Ceu Epon Beli Emas Pakai Uang Kresek: Antara Realita Jalanan dan Tamparan Literasi Keuangan

September 21, 20269 Views

Kedok Koperasi Rasa Bank Emok: Ketika Lembaga Pembiayaan Pinjam Nama, Rakyat yang Kena Peras

September 14, 20269 Views
New Comments
    Most Popular

    Branding Maxim Berjejer di Jalan, Pajak Reklame Bocor di Bawah Meja?

    September 15, 202612 Views

    Program GENIUS OJK Tasik: Guru Dulu yang Diedukasi, Biar Murid Gak Terjebak Pinjol dan Judol

    September 18, 202610 Views

    Milad ke-49 BKPRMI Kota Tasik: Menuju Indonesia Emas 2045, Kesejahteraan Guru Masih ‘Saeutik Mas’

    September 15, 202610 Views
    Our Picks

    Priangan Timur Borong 4 Penghargaan Nasional: Dari Pengendalian Inflasi Sampai Urusan Serba Digital!

    September 25, 2026

    Perkuat Kurir Instan, Roket Indonesia JNE Gandeng Everpro Integrasikan WhatsApp Business & CRM

    September 25, 2026

    32 Paralegal Kelurahan Resmi Diakui Kemenkum: Bantuan Hukum Gratis Buat Warga Kecil, Selesaikan Masalah Sebelum Ke Polsek

    September 24, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Kode Etik
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kode Etik
    • Indeks Berita
    © 2026 desak.id Designed by Khanzaar co .

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.