Close Menu
desakdesak
  • Ocehan
  • Pop
  • Curhat
  • Sosok

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Perkuat Kurir Instan, Roket Indonesia JNE Gandeng Everpro Integrasikan WhatsApp Business & CRM

September 25, 2026

32 Paralegal Kelurahan Resmi Diakui Kemenkum: Bantuan Hukum Gratis Buat Warga Kecil, Selesaikan Masalah Sebelum Ke Polsek

September 24, 2026

Penataan Kawasan Dadaha Kena Sembur DPRD: Konsepnya Bagus, Tapi Kenapa Telat Sosialisasi?

September 24, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
desakdesak
📝 Kirim Tulisan
  • Ocehan
  • Pop
  • Curhat
  • Sosok
desakdesak
📝
  • Ocehan
  • Pop
  • Curhat
  • Sosok
Beranda » Nyawang Bulan di Cikiara dapat Apresiasi dari Wakil Walikota Tasikmalaya
Arsip

Nyawang Bulan di Cikiara dapat Apresiasi dari Wakil Walikota Tasikmalaya

Sopyan SaoriBy Sopyan SaoriAgustus 28, 2026Updated:September 13, 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Share Facebook Pinterest Twitter LinkedIn Tumblr Email Bluesky
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

Desak.id | Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd. Dicky Candra Negara mengapresiasi kegiatan nyawang bulan yang dikolaborasikan dengan muludan di Jalan Cikiara RW 11, Cipedes Kota Tasikmalaya, Kamis malam 27 Agustus 2026.

‎“Alhamdulillah, warga RW 11 diberikan kesadaran tentang pentingnya menjaga kultur dan budaya. Tentunya hal ini akan memberikan manfaat yang baik bagi masyarakat. Tidak banyak wilayah yang masih memiliki kesadaran seperti ini,” tuturnya.
‎
‎Atas kepedulian tersebut, Dicky menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang tetap mempertahankan tradisi dan budaya lokal.

Pemerintah Kota Tasikmalaya, kata dia, sangat berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah berupaya menjaga nilai-nilai tersebut.

Diki mengatakan, budaya merupakan produk dan peninggalan orang tua terdahulu yang memiliki nilai penting bagi kehidupan masyarakat.

Untuk itu, dirinya mengajak masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan budaya serta tradisi yang diwariskan para leluhur.
‎
‎Menurut Diki, berbagai tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi pada dasarnya mengajarkan masyarakat untuk senantiasa menghargai dan menjaga hubungan dengan alam.
‎
‎“Orang tua kita dulu mengadakan hal-hal seperti ini dari zaman ke zaman hingga sampai kepada kita. Ini menjadi pengingat agar kita senantiasa bertadabur dengan alam dan menyadari bahwa manusia tidak dapat dipisahkan dari alam,” ujarnya.
‎
‎Ia menilai, keberlangsungan kehidupan manusia sangat bergantung pada alam. Karena itu, masyarakat harus memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungan dan tidak merusak sumber kehidupan yang menjadi penopang aktivitas sehari-hari.
‎
‎“Bagaimana kita bisa berusaha, bergerak dan bersosialisasi tanpa adanya alam sebagai penunjang kehidupan? Kalau penunjangnya rusak, maka kehidupan kita juga akan ikut terganggu,” katanya.
‎
‎Dicky mengapresiasi warga RW 11 yang dinilai masih memiliki kesadaran kuat dalam mempertahankan kultur dan budaya lokal. Menurutnya, kesadaran semacam itu tidak dimiliki oleh semua wilayah sehingga perlu terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

‎
Sementara untuk momentum maulid nabi,  ia menegaskan bahwa momentum Maulid Nabi Muhammad SAW juga harus dimaknai lebih jauh, salah satunya dengan meneladani sifat kemandirian Rasulullah.
‎
‎Menurut Dicky, Nabi Muhammad SAW merupakan sosok yang mengajarkan pentingnya bekerja keras, mandiri dan memiliki kreativitas dalam menjalani kehidupan.
‎
‎“Yang paling penting dari kegiatan ini adalah Maulidan. Dalam peringatan Maulid Nabi, salah satu hikmah yang bisa kita ambil adalah bagaimana mencontoh kemandirian Nabi Muhammad SAW,” jelasnya.
‎
‎Ia mengungkapkan, sebelum menjadi Rasul, Nabi Muhammad SAW telah menjalani berbagai aktivitas untuk memenuhi kebutuhan hidup, di antaranya menggembala domba dan berdagang.

Sikap tersebut, menurutnya, menjadi teladan bagi masyarakat agar tidak hanya bergantung kepada orang lain.
‎
‎Dicky juga mengaitkan semangat berdagang yang dilakukan Rasulullah dengan kondisi kehidupan saat ini. Menurutnya, perkembangan ekonomi dan teknologi memberikan banyak peluang bagi masyarakat untuk berusaha dan menciptakan kemandirian ekonomi.
‎
‎“Kalau di zaman sekarang, misalnya, bisa menjadi afiliator. Seorang afiliator memang tidak memproduksi barang, tetapi membantu menjualkan produk. Ini juga bagian dari kreativitas dan kemandirian dalam berusaha,” ungkapnya.
‎
‎Ia berharap semangat kemandirian, kreativitas dan kerja keras yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW dapat terus menginspirasi masyarakat, khususnya generasi muda.
‎
‎“Luar biasa, semoga Allah memberikan keberkahan. Kita tetap bergerak, tetap berjalan, dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (***).
‎

Add as Preferred on Google Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleOJK Tasikmalaya pastikan sektor keuangan di wilayah kerjanya tetap stabil dan terjaga
Next Article Pisah sambut KPLP Lapas kelas IIB Tasikmalaya, Over Capacity jadi perhatian Kalapas
Sopyan Saori
  • Website

Owner Khanzaar

Related Posts

Kejurdo V BKC digelar di Tasikmalaya, ajang penjaringan Kejurnas 2027

September 12, 2026

Warga Jalan Gubernur Suaka kompak gelar ronda malam dan edukasi pemuda

September 12, 2026

Aksi Berandalan Motor Semakin Brutal, kendaraaan ustad pun tak luput dari sasaran, polisi diharapkan perlu lebih tegas

September 11, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Seedbacklink
Top Posts

Branding Maxim Berjejer di Jalan, Pajak Reklame Bocor di Bawah Meja?

September 15, 202612 Views

Program GENIUS OJK Tasik: Guru Dulu yang Diedukasi, Biar Murid Gak Terjebak Pinjol dan Judol

September 18, 202610 Views

Milad ke-49 BKPRMI Kota Tasik: Menuju Indonesia Emas 2045, Kesejahteraan Guru Masih ‘Saeutik Mas’

September 15, 202610 Views

Fenomena Ceu Epon Beli Emas Pakai Uang Kresek: Antara Realita Jalanan dan Tamparan Literasi Keuangan

September 21, 20269 Views

Kedok Koperasi Rasa Bank Emok: Ketika Lembaga Pembiayaan Pinjam Nama, Rakyat yang Kena Peras

September 14, 20269 Views
New Comments
    Most Popular

    Branding Maxim Berjejer di Jalan, Pajak Reklame Bocor di Bawah Meja?

    September 15, 202612 Views

    Program GENIUS OJK Tasik: Guru Dulu yang Diedukasi, Biar Murid Gak Terjebak Pinjol dan Judol

    September 18, 202610 Views

    Milad ke-49 BKPRMI Kota Tasik: Menuju Indonesia Emas 2045, Kesejahteraan Guru Masih ‘Saeutik Mas’

    September 15, 202610 Views
    Our Picks

    Perkuat Kurir Instan, Roket Indonesia JNE Gandeng Everpro Integrasikan WhatsApp Business & CRM

    September 25, 2026

    32 Paralegal Kelurahan Resmi Diakui Kemenkum: Bantuan Hukum Gratis Buat Warga Kecil, Selesaikan Masalah Sebelum Ke Polsek

    September 24, 2026

    Penataan Kawasan Dadaha Kena Sembur DPRD: Konsepnya Bagus, Tapi Kenapa Telat Sosialisasi?

    September 24, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Kode Etik
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kode Etik
    • Indeks Berita
    © 2026 desak.id Designed by Khanzaar co .

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.