Desak.id Dalam sebulan ini pasca meninggalnya salah satu pemuda yang disinyalir anggota geng motor oleh warga, dan aksi penyerangan geng motor terhadap fasilitas umum lainnya.
Kini giliran kendaraan milik seorang ustadz yang juga seorang penggerak dakwah di Tasikmalaya pada hari Kamis pagi 10 September 2026, mangalami pengrusakan oleh orang yang tidak dikenal.
Kaget saat melihat kaca mobil depannya retak disisi kiri dan kanan dengnan pola pecahan seperti hantaman batu kerikil atau kelereng dan kemungkinan juga dari peluru air soft gun dan sejenisnya.
Ustad Hilmi Afwan, warga Leuwianyar Kota Tasikmalaya ini menuturkan, seusai melaksanakan tablig karena sudah larut malam pulang ke rumah kendaraanya dia parkir di pinggir jalan, karena merasa cukup aman.
“Namun pada saat pagi pagi, saya mau nurunin barang dari mobil, baru terlihat kaca mobil saya pecah, tapi alhamdulillah barang barang yang ada di dalam mobil aman,” ujarnya.
Sekretaris Al Mumtaz ustad Abu Hazmi saat dikonfirmasi mengenai kerusakan kendaraan ketua umumnya menegaskan bahwa sudah saatnya pihak kepolisian lebih meningkatkan patroli di tiap wilayah bahkan dirinya mengharapkan peranan dan fungsi Polsek di tiap wilayah bisa memfilter pengguna kendaraan dengan knalpot bronx.
Hal yang sama disampaikan ketua MUI kota Tasikmalaya KH. Aminudin Busthomi yang lebih menegaskan bahwa jika polisi sudah tak mampu memberantas geng motor maka menurutnya jangan salahkan jika warga dan ormas islam bergerak di jalanan.
“Siapapun mereka kalo sudah meresahkan warga bahkan ada korban di sejumlah kasus, maka kita patut mempertanyakan ketegasan pihak kepolisian, patroli memang sudah digelar tapi perlu lebih ditingkatkan, jika aparat sudah kewalahan maka jangan salahkan warga jika bertidak refresif terhadap mereka para berandalan motor,” ungkapnya.
Meski demikian polres Kota Tasikmalaya terus melaksanakan patroli di beberapa tempat, namun kejahatan jalanan ini rupanya tidak terpusat di satu titik tapi seakan massive dan menyebar hingga ke pelosok pelosok. (Dzm)

