Desak.id | Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Kota Tasikmalaya resmi dilantik.
Organisasi tersebut berkomitmen mendorong penguatan ekosistem ekonomi kreatif masyarakat sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah daerah.
Ketua DPC Gekrafs Kota Tasikmalaya, Deden Khairul, mengatakan Gekrafs merupakan organisasi ekonomi kreatif berskala nasional yang telah berkembang di berbagai daerah, bahkan memiliki jejaring hingga tingkat internasional.
Selain itu, Deden mengatakan, Gekrafs akan aktif memberikan masukan terhadap berbagai kebijakan pemerintah, khususnya yang berkaitan dengan sektor ekonomi kreatif.
”Kami akan terus mendorong agar Perda ekonomi kreatif bisa hadir di Kota Tasikmalaya sebagai payung hukum bagi para pelaku ekonomi kreatif,” ungkap Deden usai acara pelantikan pengurus DPC Gekrafs Kota Tasikmalaya yang berlangsung di Gedung Creative Center (GCC) Kota Tasikmalaya, Jumat (04/09/2026).
Dalam pelantikan tersebut, sebanyak 37 pengurus DPC Gekrafs Kota Tasikmalaya dikukuhkan. Sementara itu, jumlah calon anggota yang telah mendaftarkan diri disebut telah mencapai lebih dari 100 orang.
”Harapannya, kami bisa membangun ekosistem ekonomi kreatif di Kota Tasikmalaya lebih baik lagi. Tentunya kami siap menjadi mitra strategis pemerintah,” tambahnya.
Lebih lanjut Deden menjelaskan, Gekrafs Kota Tasikmalaya telah menyiapkan sejumlah program untuk memperkuat perlindungan dan pengembangan pelaku ekonomi kreatif.
Program pertama berkaitan dengan aspek hukum. Gekrafs akan mendorong kolaborasi dengan para pemangku kepentingan di bidang hukum agar para pelaku ekonomi kreatif dapat menjalankan usahanya dengan lebih aman dan mendapatkan perlindungan hukum.
”Kami ingin para pelaku ekonomi kreatif merasa nyaman dan terlindungi secara hukum dalam menjalankan usahanya,” ujarnya.
Program berikutnya adalah mendorong pelaku ekonomi kreatif agar mampu naik kelas.
Menurut Deden, Kota Tasikmalaya memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan dan dipasarkan lebih luas melalui strategi branding serta agenda business matching.
Selain itu, Gekrafs akan mengembangkan festival budaya sebagai bagian dari upaya memperkenalkan potensi Kota Tasikmalaya sekaligus mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
”Target kami nasional dan internasional. Mudah-mudahan semakin banyak orang berkunjung ke Tasikmalaya sehingga perputaran ekonomi di Kota Tasikmalaya semakin meningkat,” katanya.
Deden menyebut, Gekrafs juga akan mengambil bagian dalam berbagai momentum yang berkaitan dengan ekonomi kreatif, termasuk peringatan Hari Ekonomi Kreatif Nasional pada 24 Oktober mendatang.
Terkait jumlah pelaku ekonomi kreatif di Kota Tasikmalaya, Deden mengaku pihaknya masih melakukan pendataan. Berdasarkan data dari dinas terkait, terdapat sekitar 1.850 pelaku ekonomi kreatif.
Namun, jumlah tersebut dinilai masih belum menggambarkan keseluruhan pelaku ekonomi kreatif yang tersebar di berbagai subsektor.
Gekrafs sendiri menaungi 17 subsektor ekonomi kreatif, mulai dari kuliner, fesyen, kriya, musik, film, fotografi, hingga pengembangan permainan. Organisasi tersebut berkomitmen mengakomodasi pelaku ekonomi kreatif dari kalangan muda hingga senior.
Sementara itu, Ketua DPW Gekrafs Jawa Barat, Apip Virmansyah, berharap keberadaan Gekrafs Kota Tasikmalaya dapat menjadi wadah yang mampu mengayomi sekaligus memperkuat jejaring antarpelaku ekonomi kreatif.
Menurut Apip, Kota Tasikmalaya memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan menjadi salah satu lokomotif pertumbuhan ekonomi daerah.
”Harapan kami, Gekrafs Kota Tasikmalaya bisa mengayomi dan menjadi ajang silaturahmi bagi teman-teman pelaku ekonomi kreatif. Saya melihat banyak potensi besar di sini yang bisa diangkat menjadi salah satu lokomotif ekonomi Kota Tasikmalaya,” ujar Apip.
Ia menambahkan, Gekrafs Jawa Barat masih memiliki pekerjaan rumah untuk memperluas pembentukan kepengurusan di sejumlah daerah. Dari sekitar 27 kabupaten/kota di Jawa Barat, masih terdapat sekitar 10 hingga 12 daerah yang ditargetkan segera memiliki kepengurusan.
”Kami berharap tahun ini bisa mengejar pembentukan kepengurusan di kabupaten dan kota yang belum ada. Gekrafs pada prinsipnya merupakan mitra strategis, termasuk dengan Kementerian Ekonomi Kreatif,” katanya.
Dengan terbentuknya kepengurusan Gekrafs Kota Tasikmalaya, organisasi tersebut diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara pelaku usaha kreatif, pemerintah, komunitas, serta berbagai pemangku kepentingan untuk menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan. (***)

