desak.id | Guna memperkuat ketahanan ekonomi berbasis kearifan lokal di tengah disrupsi global, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Jawa Barat menggelar forum diskusi strategis bertajuk “Ekonomi Rancage Sebagai Pilar Pembangunan di Jawa Barat” di Gedung Aulia Hall Center, Tasikmalaya, Rabu (16/9/2026).
Forum ini dirancang untuk menjembatani teori akademis dengan realita empiris di lapangan, melibatkan jajaran birokrasi, akademisi, praktisi ekonomi kreatif, hingga organisasi kepemudaan.
Sinergi Kearifan Lokal dan Kewirausahaan Modern
Acara dibuka dengan keynote speech dari Raden Viena Ocktaviana yang mewakili Bakesbangpol Jabar. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya mengintegrasikan nilai kearifan lokal ‘Rancage’ (cakap, terampil, dan lincah) ke dalam ekosistem kewirausahaan modern guna membangun kemandirian ekonomi masyarakat.
Diskusi yang dipandu oleh MC Sumali Astar dan dimoderatori oleh Irpan, S.I.P. ini menghadirkan analisis komprehensif dari berbagai sudut pandang:
Perspektif Akademis: Ketua Program Studi Kewirausahaan, Azizah Fauziyah M.Pd, memaparkan landasan ilmiah mengenai pentingnya kurikulum dan pola pikir kewirausahaan yang adaptif.
Perspektif Regulasi: Drs. Ade Hendar, M.M. mengulas kesiapan regulasi pemerintah daerah dalam mendukung kepastian hukum dan iklim usaha.
Perspektif Praktisi Lapangan: Trio penggerak ekonomi daerah—Arif Hidayat (HIPMI), Deden Khairul (Gekrafs), dan M. Indra Herlambang (Pelaku UMKM)—membagikan pengalaman empiris mengenai tantangan serta peluang nyata di dunia usaha.
Ruang Dialektika Lintas Elemen
Kehadiran perwakilan mahasiswa lintas kampus, Karang Taruna Sukarindik, serta jajaran pengurus HIPMI menciptakan ruang dialektika yang interaktif sepanjang forum berlangsung.
Melalui diskusi mendalam tersebut, forum berhasil merumuskan kesepakatan bahwa konsep “Ekonomi Rancage” bukan sekadar wacana teoretis. Konsep ini harus diwujudkan dalam bentuk praksis pembangunan nyata yang menuntut kolaborasi aktif, keterampilan adaptasi, serta sinergi yang konsisten antar-elemen masyarakat di Jawa Barat.

