Close Menu
desakdesak
  • Ocehan
  • Pop
  • Curhat
  • Sosok

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Perkuat Kurir Instan, Roket Indonesia JNE Gandeng Everpro Integrasikan WhatsApp Business & CRM

September 25, 2026

32 Paralegal Kelurahan Resmi Diakui Kemenkum: Bantuan Hukum Gratis Buat Warga Kecil, Selesaikan Masalah Sebelum Ke Polsek

September 24, 2026

Penataan Kawasan Dadaha Kena Sembur DPRD: Konsepnya Bagus, Tapi Kenapa Telat Sosialisasi?

September 24, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
desakdesak
📝 Kirim Tulisan
  • Ocehan
  • Pop
  • Curhat
  • Sosok
desakdesak
📝
  • Ocehan
  • Pop
  • Curhat
  • Sosok
Beranda » Disnaker Kota Tasikmalaya Dukung Penuh Sertifikasi Kompetensi Memasak Bagi Relawan MBG
Arsip

Disnaker Kota Tasikmalaya Dukung Penuh Sertifikasi Kompetensi Memasak Bagi Relawan MBG

Sopyan SaoriBy Sopyan SaoriMei 16, 2026Updated:September 13, 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Share Facebook Pinterest Twitter LinkedIn Tumblr Email Bluesky
Disnaker Kota Tasikmalaya Dukung Penuh Sertifikasi Kompetensi Memasak Bagi Relawan MBG
Disnaker Kota Tasikmalaya Dukung Penuh Sertifikasi Kompetensi Memasak Bagi Relawan MBG
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

desak.id | Dinas Tenaga Kerja Kota Tasikmalaya sukses menggelar sertifikasi kompetensi bagi relawan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), khususnya di bidang memasak.

Tak tanggung tanggung, dalam pelaksanaannya, Disnaker Kota Tasikmalaya menggandeng Akademi Pariwisata serta LSF Indonesia Chef.

Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 29 peserta dari Tasikmalaya dan sekitarnya yang merupakan pekerja program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sertifikasi ini dilakukan untuk memastikan para relawan dapur memiliki kemampuan teknis sekaligus standar kerja profesional di bidang tata boga.

Asesor LSF Indonesia Chef, Chef Made, mengatakan para relawan dapur memang disarankan memiliki sertifikasi kompetensi sebagai bentuk pengakuan atas kemampuan kerja mereka.

“Kebetulan kami memiliki lisensi untuk melaksanakan sertifikasi profesi di bidang cook atau memasak. Peserta yang ikut kali ini merupakan pekerja MBG dan relawan dapur SPPG dari Tasikmalaya dan sekitarnya,” ujar Chef Made.

Dalam proses uji kompetensi, para peserta diminta membuat menu sesuai standar pemenuhan gizi yang berlaku pada program MBG. Menu tersebut harus memenuhi unsur karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayuran hingga buah-buahan.

“Peserta diberikan tantangan membuat menu besar maupun menu kecil sesuai standar. Dari situ kami menilai apakah mereka mampu bekerja secara profesional dengan waktu yang sudah ditentukan,” katanya.

Meski bahan utama telah disediakan panitia, peserta tetap diberikan ruang untuk berkreasi dalam pengolahan makanan.

Chef Made menjelaskan, peserta diberi waktu total satu setengah jam dalam proses uji kompetensi. Rinciannya, satu jam untuk mengolah makanan, 15 menit untuk persiapan, serta 15 menit terakhir untuk membersihkan area dapur.

“Chef bukan hanya harus pintar mengolah makanan, tetapi juga wajib memastikan dapur tetap sehat, bersih, dan higienis setelah digunakan,” tegasnya.

Selain praktik memasak, peserta juga menjalani sesi wawancara guna menggali pola pikir, sikap kerja, hingga kemampuan komunikasi di lingkungan kerja. Hal tersebut menjadi bagian penting dalam penilaian kompetensi.

“Kami ingin melihat bagaimana cara berpikir mereka, bagaimana komunikasi dengan rekan kerja, sehingga nantinya benar-benar layak mendapatkan predikat cook profesional,” jelas Chef Made.

Ia menambahkan, dalam sertifikasi tersebut tidak seluruh peserta otomatis dinyatakan lulus. Namun karena level yang diuji merupakan pekerja cook, penilaian lebih difokuskan pada kemampuan teknis dasar dan sikap kerja.

“Karena ini level pekerja, bukan kepala dapur atau manajer, maka yang dinilai lebih kepada kemampuan teknis, kedisiplinan, sikap, dan komunikasi kerja. Peluang lulus tentu lebih besar, tetapi tetap harus memenuhi standar kompetensi,” ungkapnya.

Dalam pelaksanaannya, LSF Indonesia Chef menerapkan empat metode penilaian, yakni pernyataan tertulis, wawancara, praktik memasak, serta pemenuhan dokumen pendukung lainnya sebagai bagian dari proses sertifikasi kompetensi.

Program sertifikasi tersebut mendapat apresiasi dari para peserta, seperti yang diunkapkan Yeti dari Kota Banjar dan Fanji dari Bandung Barat.

Mereka mengucapkan apresiasi dan terimakasih kepada Dinas tenaga Kerja Kota Tasikmalaya yang telah menyelenggarakan sertifikasi BNSP tersebut.

Menurut mereka, sertifikasi tersebut sangat dibutuhkan dan memang diwajibkan oleh Pihak BGN. “Terimakasih sebesar besarnya kepada dinas tenaga kerja yang sudah memfasilitasi kegiatan ini, ini sangat bermanfaat bagi kami,” terang mereka.

Namun sayang, meski mampu mengundang chef berlisensi nasional, dan peserta dari luar kota tasikmalaya, kegiatan tersebut minim apresiasi dari Pemerintah Kota Tasikmalaya. (***)

dsnaker kota tasikmalaya MBG
Add as Preferred on Google Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleBuah Konsistensi, Mohamad Feriadi Soeprapto Raih Indonesia Best 50 CEO Awards 2026
Next Article Peringati Hari Kebangkitan Nasional, Kodim 0612/Tasikmalaya Bersama OJK Deklarasi Tolak Judi Online dan Aktivitas Keuangan Ilegal
Sopyan Saori
  • Website

Owner Khanzaar

Related Posts

Kejurdo V BKC digelar di Tasikmalaya, ajang penjaringan Kejurnas 2027

September 12, 2026

Warga Jalan Gubernur Suaka kompak gelar ronda malam dan edukasi pemuda

September 12, 2026

Aksi Berandalan Motor Semakin Brutal, kendaraaan ustad pun tak luput dari sasaran, polisi diharapkan perlu lebih tegas

September 11, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Seedbacklink
Top Posts

Branding Maxim Berjejer di Jalan, Pajak Reklame Bocor di Bawah Meja?

September 15, 202612 Views

Program GENIUS OJK Tasik: Guru Dulu yang Diedukasi, Biar Murid Gak Terjebak Pinjol dan Judol

September 18, 202610 Views

Milad ke-49 BKPRMI Kota Tasik: Menuju Indonesia Emas 2045, Kesejahteraan Guru Masih ‘Saeutik Mas’

September 15, 202610 Views

Fenomena Ceu Epon Beli Emas Pakai Uang Kresek: Antara Realita Jalanan dan Tamparan Literasi Keuangan

September 21, 20269 Views

Kedok Koperasi Rasa Bank Emok: Ketika Lembaga Pembiayaan Pinjam Nama, Rakyat yang Kena Peras

September 14, 20269 Views
New Comments
    Most Popular

    Branding Maxim Berjejer di Jalan, Pajak Reklame Bocor di Bawah Meja?

    September 15, 202612 Views

    Program GENIUS OJK Tasik: Guru Dulu yang Diedukasi, Biar Murid Gak Terjebak Pinjol dan Judol

    September 18, 202610 Views

    Milad ke-49 BKPRMI Kota Tasik: Menuju Indonesia Emas 2045, Kesejahteraan Guru Masih ‘Saeutik Mas’

    September 15, 202610 Views
    Our Picks

    Perkuat Kurir Instan, Roket Indonesia JNE Gandeng Everpro Integrasikan WhatsApp Business & CRM

    September 25, 2026

    32 Paralegal Kelurahan Resmi Diakui Kemenkum: Bantuan Hukum Gratis Buat Warga Kecil, Selesaikan Masalah Sebelum Ke Polsek

    September 24, 2026

    Penataan Kawasan Dadaha Kena Sembur DPRD: Konsepnya Bagus, Tapi Kenapa Telat Sosialisasi?

    September 24, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Kode Etik
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kode Etik
    • Indeks Berita
    © 2026 desak.id Designed by Khanzaar co .

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.