Close Menu
desakdesak
  • Ocehan
  • Pop
  • Curhat
  • Sosok

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Perkuat Kurir Instan, Roket Indonesia JNE Gandeng Everpro Integrasikan WhatsApp Business & CRM

September 25, 2026

32 Paralegal Kelurahan Resmi Diakui Kemenkum: Bantuan Hukum Gratis Buat Warga Kecil, Selesaikan Masalah Sebelum Ke Polsek

September 24, 2026

Penataan Kawasan Dadaha Kena Sembur DPRD: Konsepnya Bagus, Tapi Kenapa Telat Sosialisasi?

September 24, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
desakdesak
📝 Kirim Tulisan
  • Ocehan
  • Pop
  • Curhat
  • Sosok
desakdesak
📝
  • Ocehan
  • Pop
  • Curhat
  • Sosok
Beranda » Elin Herlina Sukses Bawa Batik Dahon Mendunai
Arsip

Elin Herlina Sukses Bawa Batik Dahon Mendunai

Sopyan SaoriBy Sopyan SaoriMei 1, 2025Updated:September 13, 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Share Facebook Pinterest Twitter LinkedIn Tumblr Email Bluesky
Elin Herlina Sukses Bawa Batik Dahon Mendunai
Elin Herlina Sukses Bawa Batik Dahon Mendunai
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

Pangandaran, intiraya.com | Elin Herlina (51), warga Kampung Balengbeng RT 01, RW 01 Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, berhasil melambungkan Batik Dahon hingga mendunia.

Ia berhasil membuat beragam produk fesyen hingga mendapat pengakuan dari pasar internasional seperti dari Belanda, Thailand, Vietnam yang beberapa kali memesan produknya.

Namun hasil tersebut bukan tanpa kendala. Elin mengaku, selama 1 Tahun pertama, dirinya tidak bisa menjual hasil produk batik yang menjadi buah karyanya tersebut.

“Iya, batik kami ini mengalami kegagalan karena batik tersebut tidak sesuai dengan kenyataan, Ingin warna merah keluar warna coklat, mau membuat warna hijau muncul kuning. Sehingga tidak bisa menjual hasilnya,” katanya, Selasa 29 April 2025 di galeri miliknya.

Elin Herlina mulai menggarap batik Dahon pada tahun 2018. Melihat potensi alam yang ada di kampungnya. Setelah sebelumnya ia mengikuti beberapa pameran batik di Yogyakarta, Solo dan Pekalongan.

Ia mulai melihat peluang dengan menggarap batik Dahon yang ditekuninya pada tahun 2018 hingga dipamerkan di acara agustusan hingga akhirnya banyak kalangan menengah ke atas yang tertarik.

“Usaha Batik Dahon yang kami tekuni ini mulai berlimpah dengan motif tidak akan ada yang sama dengan yang lain, karena ramah lingkungan menuntut kreativitas dan inovasi berkelanjutan dengan persaingan usaha masih rendah,” tambahnya.

Bahan Baku Buah Dahon

Elin menuturkan, dirinya terbersit mendirikan rumah produksi batik dengan bahan baku yang alami yakni Ecoprint Batik Dahon.

“Bahan baku yang digunakan untuk pewarna batik sendiri dari bahan alami tapas buah dahon. Buah dahon dikenal sebagai buah nipah,” tuturnya.

Elin menuturkan, Buah Dahon memiliki rasa dan tekstur yang mirip dengan buah kolang-kaling dengan memiliki rasa manis dan segar, dengan tekstur yang kenyal serta dapat bermanfaat untuk kesehatan, seperti meningkatkan kekebalan tubuh, kesehatan saluran pencernaan, fungsi paru-paru, dan memberikan energy.

“Tak hanya itu Buah Dahon juga mengandung antioksidan dan vitamin A yang baik untuk kesehatan mata,” katanya.

Sementara itu untuk tapas Dahon juga bisa dijadikan bahan pewarna untuk batik yang dapat menghasilkan kreasi pewarna unggulan, tentunya harus menggunakan kain unggul, yakni kain katun primisima, sutra, Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) kulit, katun bambo.

Selain berkat perjuangannya, Elin mengakui, dirinya diberi dukungan oleh Bank Indonesia baik berupa sarana dan prasarana juga kegiatan peningkatan ilmu ekonomi.

“Alhamdulilah Bank Indonesia Tasikmalaya memberikan dukungan terhadap Batik Dahon dimulai Tahun 2020 hingga sekarang selalu mengundang dalam setiap kegiatan berkaitan dengan perajin dan ekonomi maupun fashion show, akhirnya Batik Dahon mulai memiliki pasar,” katanya.

Harga Batik Dahon dipatok dengan harga yang bervariatif mulai Rp 400 ribu terbuat dari katun primisima dan sutra seharga Rp 500 ribu, dengan rata-rata perbulan mendapatkan penghasilan Rp 40 juta hingga Rp 50 juta. (***)

bank indonesia tasikmalaya Batik dahon berita pangandaran
Add as Preferred on Google Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleIndosat Bukukan Pendapatan Sebesar Rp 13.577,9 Miliar dan Catat Kenaikan Laba Bersih Sebesar 27% Secara Kuartalan
Next Article Cerdas Berinternet, Bijak Bermedsos
Sopyan Saori
  • Website

Owner Khanzaar

Related Posts

HUT PMI ke-81 Kota Tasik: Dari ‘BloodJack’ Penyelamat Nyawa Sampai Cocoklogi Golongan Darah di Kantor

September 16, 2026

Kejurdo V BKC digelar di Tasikmalaya, ajang penjaringan Kejurnas 2027

September 12, 2026

Warga Jalan Gubernur Suaka kompak gelar ronda malam dan edukasi pemuda

September 12, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Seedbacklink
Top Posts

Branding Maxim Berjejer di Jalan, Pajak Reklame Bocor di Bawah Meja?

September 15, 202612 Views

Program GENIUS OJK Tasik: Guru Dulu yang Diedukasi, Biar Murid Gak Terjebak Pinjol dan Judol

September 18, 202610 Views

Milad ke-49 BKPRMI Kota Tasik: Menuju Indonesia Emas 2045, Kesejahteraan Guru Masih ‘Saeutik Mas’

September 15, 202610 Views

Fenomena Ceu Epon Beli Emas Pakai Uang Kresek: Antara Realita Jalanan dan Tamparan Literasi Keuangan

September 21, 20269 Views

Kedok Koperasi Rasa Bank Emok: Ketika Lembaga Pembiayaan Pinjam Nama, Rakyat yang Kena Peras

September 14, 20269 Views
New Comments
    Most Popular

    Branding Maxim Berjejer di Jalan, Pajak Reklame Bocor di Bawah Meja?

    September 15, 202612 Views

    Program GENIUS OJK Tasik: Guru Dulu yang Diedukasi, Biar Murid Gak Terjebak Pinjol dan Judol

    September 18, 202610 Views

    Milad ke-49 BKPRMI Kota Tasik: Menuju Indonesia Emas 2045, Kesejahteraan Guru Masih ‘Saeutik Mas’

    September 15, 202610 Views
    Our Picks

    Perkuat Kurir Instan, Roket Indonesia JNE Gandeng Everpro Integrasikan WhatsApp Business & CRM

    September 25, 2026

    32 Paralegal Kelurahan Resmi Diakui Kemenkum: Bantuan Hukum Gratis Buat Warga Kecil, Selesaikan Masalah Sebelum Ke Polsek

    September 24, 2026

    Penataan Kawasan Dadaha Kena Sembur DPRD: Konsepnya Bagus, Tapi Kenapa Telat Sosialisasi?

    September 24, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Kode Etik
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kode Etik
    • Indeks Berita
    © 2026 desak.id Designed by Khanzaar co .

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.