desak.id | Barisan Pejuang Demokrasi (Bapeksi) Pusat dan Jawa Barat berkolaborasi dengan Bapeksi Kota Tasikmalaya menggelar pelatihan pembuatan Batik Ciwitan di Sekretariat LKP Motekar, Jalan Cibeuti No. 17, Cicariang, Kelurahan Kersamenak, Kecamatan Kawalu, Sabtu (26/9/2026).
Kota Tasikmalaya menjadi titik ke-11 dalam rangkaian roadshow Bapeksi di 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat.
“Ini program Bapeksi yang ketua umumnya Pak TB Hasanuddin. Tadinya beliau mau hadir, namun berhalangan karena ada takziah Mas Guruh yang meninggal dunia di Jakarta,” ungkap Ketua Bapeksi Kota Tasikmalaya, Deny Romdoni.
Bukan Cuma Pelatihan Lalu Dilepas, Targetnya Bikin Kelompok UMKM
Deny menegaskan, aksi nyata ini selaras dengan jargon Bapeksi yakni ‘Untuk Rakyat’, yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi warga di tengah masih tingginya angka pengangguran. Sebanyak 20 peserta dari warga sekitar Kawalu digembleng langsung dalam pelatihan ini.
“Targetnya, peserta memiliki keahlian yang bisa membuka lapangan kerja baru dan nantinya didorong menjadi kelompok UMKM. Tidak selesai pelatihan lalu dibiarkan,” tegas Deny.
Unik! Batik Ciwitan Tanpa Canting dan Malam, Cuma Pakai Jarum dan Tali Rafia
Pelatihan ini menghadirkan pelatih Arina Arinawati, mewakili Ketua DPC Bapeksi Kabupaten Bogor, Eka Harijayanti, yang merupakan penemu teknik Batik Ciwitan. Berbeda jauh dari batik tulis konvensional, Batik Ciwitan terbilang sangat praktis dan ramah untuk ibu-ibu rumah tangga.
“Teknisnya jauh dari pembuatan batik pada umumnya. Alatnya sangat sederhana, tidak memakai canting atau malam, melainkan mengandalkan teknik menjahit,” jelas Arina.
Peralatan yang digunakan terbilang sangat simpel: kain, gunting, jarum, benang, tali rafia, penggaris, dan spidol untuk pola.
“Kainnya diciwit (dicubit), lalu diikat dan polanya dijahit menggunakan teknik jelujur atau jahit karung. Teknik jahitan inilah yang membentuk motif saat diwarnai. Makanya dinamakan Batik Ciwitan,” paparnya.
Untuk tahap awal, para peserta diajarkan membuat motif dasar seperti lingkaran, segi empat, dan kelopak bunga, yang nantinya bisa dikolaborasikan dengan motif khas Batik Tasik.
Murni Mandiri Tanpa APBD, Bapeksi Fokus Advokasi Hukum dan Ekonomi
Sementara itu, Ketua DPD Bapeksi Jawa Barat, Dadang Romansyah, menegaskan bahwa Bapeksi merupakan Organisasi Masyarakat (Ormas) independen besutan Jenderal (Purn) TB Hasanuddin dan tidak terafiliasi dengan partai politik apa pun.
Saat ini Bapeksi Jabar membawahi 27 DPC kabupaten/kota dengan fokus pada dua pilar utama: advokasi hukum gratis melalui LBH untuk warga kurang mampu, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Seluruh anggaran murni dari Bapeksi, tanpa menggunakan APBD, APBN, maupun sponsor pihak swasta,” tegas Dadang.
Ia menambahkan, program roadshow pelatihan ini akan terus berjalan mengelilingi Jawa Barat dengan materi yang menyesuaikan potensi lokal setempat, seperti perikanan hingga pembordiran.
“Tujuannya memberikan skill nyata kepada kaum perempuan dan generasi muda agar bisa mandiri mendongkrak ekonomi keluarga,” pungkasnya.

