Close Menu
desakdesak
  • Ocehan
  • Pop
  • Curhat
  • Sosok

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Perkuat Kurir Instan, Roket Indonesia JNE Gandeng Everpro Integrasikan WhatsApp Business & CRM

September 25, 2026

32 Paralegal Kelurahan Resmi Diakui Kemenkum: Bantuan Hukum Gratis Buat Warga Kecil, Selesaikan Masalah Sebelum Ke Polsek

September 24, 2026

Penataan Kawasan Dadaha Kena Sembur DPRD: Konsepnya Bagus, Tapi Kenapa Telat Sosialisasi?

September 24, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
desakdesak
📝 Kirim Tulisan
  • Ocehan
  • Pop
  • Curhat
  • Sosok
desakdesak
📝
  • Ocehan
  • Pop
  • Curhat
  • Sosok
Beranda » Tiga Poin Penting Dorong Ekonomi Priangan Timur Dibahas dalam Sarasehan West Java Economic Society
Arsip

Tiga Poin Penting Dorong Ekonomi Priangan Timur Dibahas dalam Sarasehan West Java Economic Society

Sopyan SaoriBy Sopyan SaoriMei 20, 2024Updated:September 13, 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Share Facebook Pinterest Twitter LinkedIn Tumblr Email Bluesky
Tiga Poin Penting Dorong Ekonomi Priangan Timur Dibahas dalam Sarasehan West Java Economic Society
Tiga Poin Penting Dorong Ekonomi Priangan Timur Dibahas dalam Sarasehan West Java Economic Society
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link
Tasikmalaya, desak.id/ | Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya menggelar Sarasehan West Java Economic Society (WJES) Priangan Timur 2024 dengan mengangkat tema “Urgensi Pembangunan Konektivitas Jalur Selatan Untuk Mendorong Perekonomian Priangan Timur”, Senin (20/05/24).
Sarasehan West Java Economic Society (WJES) Priangan Timur 2024 menjadi salah satu wadah bagi berbagai stakeholders mulai dari unsur pemerintah, civitas akademika, asosiasi/pelaku usaha, media, maupun lembaga terkait untuk bersama-sama merumuskan kebijakan yang tepat guna menjawab tantangan yang dihadapi.
Kepala Bank Indonesia, Aswin Kosotali menyebutkan, Jawa Barat sebagai salah satu provinsi dengan jumlah penduduk terpadat di Indonesia dan memiliki potensi alam yang melimpah disamping keunggulan SDM serta infrastruktur yang memadai.
Namun demikian, potensi alam yang dimiliki terangnya belum secara optimal diberdayagunakan dalam mendukung pemerataan ekonomi masyarakat.
Menyikapi hal tersebut, lanjut Aswin, sebagai salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencapai pemerataan perekonomian dapat dicapai melalui penyediaan akses terhadap masyarakat.
Upaya tersebut berusaha diwujudkan dengan fokus untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan khususnya di wilayah Jawa Barat Selatan.
“Salah satu langkah penting dalam percepatan pembangunan ini adalah melalui penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2021, yang mengatur percepatan pembangunan kawasan Rebana dan Jawa Barat Selatan,” jelas Aswin.
Sementara itu, Wakil Ketua ISEI Cabang Bandung Koordinator Jawa Barat, Farida Titik Kristanti menyampaikan bahwa sarasehan ekonomi bertujuan untuk membedah percepatan Pertumbuhan dan Pemerataan Pembangunan Berbasis Lingkungan dan Tata Ruang yang Berkelanjutan melalui Peningkatan Konektivitas Wilayah dan Penataan Daerah yang dilihat dari berbagai perspektif.
“Peningkatan konektivitas diharapkan dapat memberikan manfaat maksimal dalam mendorong perekonomian nasional maupun daerah, menurunkan biaya logistik nasional, menghubungkan dan mengintegrasikan berbagai sentra ekonomi, dan membantu pemerataan kondisi jalan yang baik,” ungkapnya.

Tiga Hal Penting

Sejalan dengan yang disampaikan Wakil Ketua ISEI Jawa Barat, Muhamad Nur selaku Kepala Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat dalam sambutannya menyampaikan bahwa terdapat tiga hal penting dalam mendorong pemerataan ekonomi antara lain, akselerasi pengembangan infrastruktur akan mengoptimalkan potensi peran Jawa Barat bagian utara dan bagian selatan sebagai sumber pertumbuhan sekaligus sebagai mendukung stabilitas harga melalui kelancaran distribusi.
Kemudian, partisipasi aktif berupa masukan dan informasi diperlukan untuk terus menjaga pertumbuhan ekonomi yg berkelanjutan, guna mencapai Indonesia maju. Lalu, para pelaku ekonomi diharapkan pula untuk terus mendorong realisasi investasi, salah satunya dengan memanfaatkan kelonggaran makroprudensial.
Acara puncak pagelaran sarasehan yaitu diskusi panel dengan materi yang disampaikan oleh Bob R.F. Sagala dari Kementerian Dalam Negeri, H. Cecep Abdulqoyum selaku Ketua Kadin Kabupaten Tasikmalaya dan Heru Purboyo Hidayat Putro selaku Guru Besar Kebijakan Transportasi Wilayah dan Kota dari ITB.
Beberapa poin penting dalam diskusi ini antara lain:
1. Strategi pengembangan infrastruktur Jawa Barat Selatan perlu evaluasi dari sisi RT/RW untuk memberikan kepastian pembangunan; perlunya terobosan dalam pembiayaan pembangunan infrastruktur; mitigasi risiko konflik lahan; dan peran serta BUMD.
2. Potensi alam yang sangat melimpah di wilayah Jawa Barat Selatan termasuk Priangan Timur dapat dimanfaatkan guna pengembangan sektor pariwisata. Meskipun demikian, sarana dan prasarana pendukung khususnya transportasi yang dirasa masih kurang, kesiapan SDM, dan mitigasi bencana perlu direncanakan secara matang serta diselaraskan dengan program strategis multi pihak.
3. Pengembangan infrastruktur di Priangan Timur tidak hanya harus dilakukan secara holistik, akan tetapi peran serta multi pihak (pentahelix) memegang kunci penting dalam mewujudkan konektivitas yang terarah dan terintegrasi. Maka dari itu, sinergi dan kolaborasi yang terharmonisasi dengan baik menjadi suatu keharusan agar mewujudkan pemerataan sosial-ekonomi masyarakat di Jawa Barat. (***)
BI Kpw Tasikmalaua sarasehan BI
Add as Preferred on Google Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleSadis, Seorang Suami di Ciamis Tega Mutilasi Istrinya
Next Article Tak jadi Puasa Gelar, MU Sabet Piala FA ke 13
Sopyan Saori
  • Website

Owner Khanzaar

Related Posts

Kejurdo V BKC digelar di Tasikmalaya, ajang penjaringan Kejurnas 2027

September 12, 2026

Warga Jalan Gubernur Suaka kompak gelar ronda malam dan edukasi pemuda

September 12, 2026

Aksi Berandalan Motor Semakin Brutal, kendaraaan ustad pun tak luput dari sasaran, polisi diharapkan perlu lebih tegas

September 11, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Seedbacklink
Top Posts

Branding Maxim Berjejer di Jalan, Pajak Reklame Bocor di Bawah Meja?

September 15, 202612 Views

Program GENIUS OJK Tasik: Guru Dulu yang Diedukasi, Biar Murid Gak Terjebak Pinjol dan Judol

September 18, 202610 Views

Milad ke-49 BKPRMI Kota Tasik: Menuju Indonesia Emas 2045, Kesejahteraan Guru Masih ‘Saeutik Mas’

September 15, 202610 Views

Fenomena Ceu Epon Beli Emas Pakai Uang Kresek: Antara Realita Jalanan dan Tamparan Literasi Keuangan

September 21, 20269 Views

Kedok Koperasi Rasa Bank Emok: Ketika Lembaga Pembiayaan Pinjam Nama, Rakyat yang Kena Peras

September 14, 20269 Views
New Comments
    Most Popular

    Branding Maxim Berjejer di Jalan, Pajak Reklame Bocor di Bawah Meja?

    September 15, 202612 Views

    Program GENIUS OJK Tasik: Guru Dulu yang Diedukasi, Biar Murid Gak Terjebak Pinjol dan Judol

    September 18, 202610 Views

    Milad ke-49 BKPRMI Kota Tasik: Menuju Indonesia Emas 2045, Kesejahteraan Guru Masih ‘Saeutik Mas’

    September 15, 202610 Views
    Our Picks

    Perkuat Kurir Instan, Roket Indonesia JNE Gandeng Everpro Integrasikan WhatsApp Business & CRM

    September 25, 2026

    32 Paralegal Kelurahan Resmi Diakui Kemenkum: Bantuan Hukum Gratis Buat Warga Kecil, Selesaikan Masalah Sebelum Ke Polsek

    September 24, 2026

    Penataan Kawasan Dadaha Kena Sembur DPRD: Konsepnya Bagus, Tapi Kenapa Telat Sosialisasi?

    September 24, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Kode Etik
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kode Etik
    • Indeks Berita
    © 2026 desak.id Designed by Khanzaar co .

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.