Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tasikmalaya baru saja menggelar hajatan ulang tahunnya yang ke-81 (dihitung sejak 17 September 1945). Tapi alih-alih cuma potong tumpeng dan seremonial kaku, PMI Kota Tasik malah ngerangkul Bank Indonesia (BI) buat bikin talkshow unik: mengawinkan edukasi Perlindungan Konsumen BI dengan analisis karakter berdasarkan golongan darah.
Acara yang diboyong Ketua PMI Kota Tasikmalaya ini menghadirkan 150 peserta dari instansi, dinas, hingga Koordinator Keluarga Donor Darah (KDD). Sebuah upaya memutar otak demi mengamankan pasokan darah kota yang butuh sekitar 2.800 labu per bulan (sekitar 80 labu per hari).
Di balik acara edukatif tersebut, ada beberapa celetukan dan terobosan menarik yang gurih buat dibahas di meja warmindo.
’BloodJack’: Ojek Khusus Kantong Darah Satu-Satunya di Tasik
Salah satu keunggulan PMI Kota Tasikmalaya yang patut diacungi dua jempol adalah layanan BledJack (Bled/Blood Ojek). Ini bukan ojek online pengantar seblak, melainkan armada khusus pengantar kantong darah dari PMI ke rumah sakit.
Mengantar darah itu butuh perlakuan khusus: suhu coolbox harus konsisten dingin dan higienis demi menjaga kualitas. Dengan mendistribusikan rata-rata 1.100 labu darah per bulan (35–40 labu per hari), kehadiran BledJack ini jadi benteng terdepan agar stok darah sampai ke pasien dalam kondisi aman. Fitur “Ojek Darah” ini bahkan diklaim cuma ada di PMI Kota Tasikmalaya.
Sulitnya Menjaga Konsistensi Donor: Dari ‘Koreah’ Sampai ‘Cocoklogi’
Tujuan utama acara ini sebenarnya adalah merawat niat para Donor Darah Sukarela (DDS) yang suka “koreah” (males/harus diingatkan berkali-kali) serta menambah basis donor baru.
Pihak PMI punya trik psikologi pop yang cukup kocak tapi masuk akal: membekali para koordinator KDD dengan teori karakter golongan darah buat bahan gossip bernilai edukasi.
- Golongan Darah A: Dikenal punya jiwa kepemimpinan, konseptor, dan pemrakarsa.
- Golongan Darah B: Katanya tipe eksekutor yang siap turun tangan.
- Golongan Darah O & AB: Punya porsi fleksibilitas dan pelaksana di lapangan.
Kata Ketua PMI, pengetahuan ini bisa dipraktekkan langsung saat menyusun struktur organisasi di dinas atau instansi. “Bayangkan kalau di satu organisasi standsis isinya golongan A semua, siapa yang mau kerja?” candanya di sela-sela acara.
Dengan paham karakter ini, ajakan donor darah di lingkungan kantor tidak lagi terkesan menakutkan atau jadi beban, melainkan berawal dari obrolan santai: “Maneh golongan darah A kan? Sifatna pemimpin, masa donor darah aja koreah?”
Sinergi Moneter dan Kemanusiaan
Gabungan materi dari Bank Indonesia soal kebijakan moneter serta perlindungan konsumen dengan materi golongan darah PMI membuktikan satu hal: mengelola stok darah di daerah itu mirip mengelola kas negara—kalau tidak ada edukasi dan stimulasi rutin, stoknya bisa krisis.
Selamat HUT ke-81 buat PMI! Semoga armada BloodJack makin lincah di jalanan, para donor makin hilang sifat koreah-nya, dan susunan pejabat di instansi kota makin pas komposisi golongan darahnya.

