Close Menu
desakdesak
  • Ocehan
  • Pop
  • Curhat
  • Sosok

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Perkuat Kurir Instan, Roket Indonesia JNE Gandeng Everpro Integrasikan WhatsApp Business & CRM

September 25, 2026

32 Paralegal Kelurahan Resmi Diakui Kemenkum: Bantuan Hukum Gratis Buat Warga Kecil, Selesaikan Masalah Sebelum Ke Polsek

September 24, 2026

Penataan Kawasan Dadaha Kena Sembur DPRD: Konsepnya Bagus, Tapi Kenapa Telat Sosialisasi?

September 24, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
desakdesak
📝 Kirim Tulisan
  • Ocehan
  • Pop
  • Curhat
  • Sosok
desakdesak
📝
  • Ocehan
  • Pop
  • Curhat
  • Sosok
Beranda » Meski tidak dihadiri pihak Disdik, Diky Candra tegaskan pentingnya penguatan budaya literasi
Arsip

Meski tidak dihadiri pihak Disdik, Diky Candra tegaskan pentingnya penguatan budaya literasi

Sopyan SaoriBy Sopyan SaoriAgustus 16, 2026Updated:September 13, 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Share Facebook Pinterest Twitter LinkedIn Tumblr Email Bluesky
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

Desak.id | Wakil Wali Kota Tasikmalaya, R. Diky Candra Negara, menegaskan pentingnya penguatan budaya literasi di tengah masyarakat.

Namun sayang dalam acara out off the box yang begitu penting tersebut tidak dihadiri pihak dinas pendidikan kota Tasikmalaya.

Diky menyayangkan ketidakhadiran pihak dinas pendidikan dalam acara yang digelar di Gedung Creative Center (GCC) Dadaha, Kota Tasikmalaya, Sabtu 15 Agustus 2026.
‎
‎Menurutnya, agenda literasi merupakan program penting yang harus mendapat perhatian semua pihak. Diky mengaku akan meminta penjelasan dari Dinas Pendidikan, terkait ketidakhadiran perwakilan yang semestinya hadir dalam kegiatan literasi tersebut.
‎
‎“Ini penting karena bukan hanya Indonesia yang sedang berkembang yang fokus memperbaiki literasi. Negara maju seperti Jepang pun kini kembali mendorong peningkatan budaya membaca untuk memperluas wawasan masyarakat,” ujarnya.
‎
‎Ia menilai berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat sering kali berakar dari minimnya wawasan dan pengetahuan. Karena itu, membiasakan membaca sejak dini harus menjadi gerakan bersama.
‎
‎“Wawasan terbaik itu berasal dari buku. Membiasakan membaca menjadi hal yang penting dan wajib bagi anak-anak kita,” katanya.
‎
‎Diky juga menyampaikan apresiasi kepada penyelenggara yang telah menghadirkan kegiatan literasi tersebut di Kota Tasikmalaya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi peningkatan minat baca masyarakat.
‎
‎Sementara itu, Penanggung Jawab ‎Out of The Box Buku Keliling 2026, Agus, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan penyelenggaraan kedua di Kota Tasikmalaya dan menjadi bagian dari agenda tahunan yang digelar di berbagai daerah di Indonesia.
‎
‎Menurut Agus, OOTB Buku Keliling bukan sekadar bazar buku, melainkan upaya untuk mendekatkan akses buku kepada masyarakat.
‎
‎“Tujuan kami sederhana, yaitu menebar benih literasi. Kami ingin masyarakat lebih mudah mengakses buku. Setelah akses terbuka, selanjutnya masyarakat yang akan menentukan apakah budaya membaca itu tumbuh menjadi pemahaman dan akhirnya melahirkan tindakan positif,” jelasnya.
‎
‎Ia menyebutkan bahwa minat masyarakat terhadap buku sebenarnya masih cukup tinggi. Namun, tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah keterbatasan akses terhadap bahan bacaan dan fasilitas literasi.
‎
‎“Bukan minat bacanya yang rendah, tetapi aksesnya yang masih kurang. Misalnya perpustakaan yang jam operasionalnya terbatas atau masyarakat belum mengetahui keberadaan fasilitas literasi yang ada,” ungkap Agus.
‎
‎Karena itu, pihaknya terus menggencarkan promosi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, agar informasi mengenai kegiatan literasi dapat menjangkau masyarakat lebih luas.
‎
‎Agus juga menepis anggapan bahwa buku selalu identik dengan harga mahal. Menurutnya, banyak buku berkualitas yang dijual dengan harga terjangkau dalam kegiatan tersebut.
‎
‎“Budaya ingin tahu masyarakat Indonesia sebenarnya sangat tinggi. Tugas kami adalah membuka akses dan menghadirkan buku lebih dekat kepada mereka. Ketika masyarakat tahu dan mudah menjangkaunya, mereka akan datang, membaca, bahkan membeli buku,” katanya.
‎
‎Kegiatan Out of The Box Buku Keliling 2026 dijadwalkan berlangsung hingga 6 September 2026 dan menghadirkan berbagai koleksi buku cetak maupun digital dengan harga terjangkau sebagai upaya meningkatkan budaya literasi di Kota Tasikmalaya. (***)

diky candra ootb buku keliling wakil walikota Tasikmalaya
Add as Preferred on Google Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleBukan hanya mall, BI Tasikmalaya perkuat digitalisasi pesantren melalui QRISS UMMAT
Next Article Hidupkan Budaya Literasi, Komunitas PPM Banyumas adakan Pojok Literasi PELITA di Alun Alun Purwokerto
Sopyan Saori
  • Website

Owner Khanzaar

Related Posts

Kejurdo V BKC digelar di Tasikmalaya, ajang penjaringan Kejurnas 2027

September 12, 2026

Warga Jalan Gubernur Suaka kompak gelar ronda malam dan edukasi pemuda

September 12, 2026

Aksi Berandalan Motor Semakin Brutal, kendaraaan ustad pun tak luput dari sasaran, polisi diharapkan perlu lebih tegas

September 11, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Seedbacklink
Top Posts

Branding Maxim Berjejer di Jalan, Pajak Reklame Bocor di Bawah Meja?

September 15, 202612 Views

Program GENIUS OJK Tasik: Guru Dulu yang Diedukasi, Biar Murid Gak Terjebak Pinjol dan Judol

September 18, 202610 Views

Milad ke-49 BKPRMI Kota Tasik: Menuju Indonesia Emas 2045, Kesejahteraan Guru Masih ‘Saeutik Mas’

September 15, 202610 Views

Fenomena Ceu Epon Beli Emas Pakai Uang Kresek: Antara Realita Jalanan dan Tamparan Literasi Keuangan

September 21, 20269 Views

Kedok Koperasi Rasa Bank Emok: Ketika Lembaga Pembiayaan Pinjam Nama, Rakyat yang Kena Peras

September 14, 20269 Views
New Comments
    Most Popular

    Branding Maxim Berjejer di Jalan, Pajak Reklame Bocor di Bawah Meja?

    September 15, 202612 Views

    Program GENIUS OJK Tasik: Guru Dulu yang Diedukasi, Biar Murid Gak Terjebak Pinjol dan Judol

    September 18, 202610 Views

    Milad ke-49 BKPRMI Kota Tasik: Menuju Indonesia Emas 2045, Kesejahteraan Guru Masih ‘Saeutik Mas’

    September 15, 202610 Views
    Our Picks

    Perkuat Kurir Instan, Roket Indonesia JNE Gandeng Everpro Integrasikan WhatsApp Business & CRM

    September 25, 2026

    32 Paralegal Kelurahan Resmi Diakui Kemenkum: Bantuan Hukum Gratis Buat Warga Kecil, Selesaikan Masalah Sebelum Ke Polsek

    September 24, 2026

    Penataan Kawasan Dadaha Kena Sembur DPRD: Konsepnya Bagus, Tapi Kenapa Telat Sosialisasi?

    September 24, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Kode Etik
    • Privacy Policy
    • Disclaimer
    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kode Etik
    • Indeks Berita
    © 2026 desak.id Designed by Khanzaar co .

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.