desak.id | Musyawarah Daerah (Musda) V Partai Golkar Kota Tasikmalaya yang digelar di Hotel Harmoni, Jumat (18/9/2026), berlangsung mulus dan serba cepat. Politisi senior, Drs. H. Nurul Awalin, resmi terpilih secara aklamasi memimpin DPD Golkar Kota Tasikmalaya periode 2026β2031 menggantikan H. M. Yusuf.
“Prosesnya sangat efektif dan simple, tapi tidak kehilangan makna demokrasi, konsolidasi, serta legitimasinya dapat,” kata Nurul seusai terpilih.
Namun begitu ketok palu aklamasi selesai, “PR” berat dari DPD Golkar Jawa Barat sudah mengantre di depan pintu.
Misi Berat 10 Kursi dan Amunisi ‘Pensiunan Dinas’
Ketua DPD Golkar Jawa Barat, H. Daniel Mutaqien Syafiuddin, langsung memasang target tinggi untuk kepengurusan baru. Dengan sisa waktu sekitar 1,5 tahun menjelang Pemilu, Golkar Tasik ditargetkan merebut minimal 10 kursi di DPRD Kota Tasikmalaya.
Demi merealisasikan target tersebut, Nurul membocorkan bahwa pihaknya sedang menyiapkan amunisi dengan merangkul para tokoh mumpuni, termasuk para mantan pejabat birokrasi.
“Nanti bakal ada pensiunan mantan kepala dinas (kadis) yang bergabung. Ada yang sudah lama pensiun, baru, sampai yang menjelang pensiun. Termasuk dari Kemenag,” ungkap Nurul.
Kode Keras untuk Diky Candra
Selain menarik para pensiunan birokrasi, sinyal ajakan terbuka juga ditujukan kepada Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra. Merespons dorongan dari DPD Jabar, Nurul menyambut rencana tersebut dengan tangan terbuka.
“Lebih cepat lebih bagus. Siapa pun boleh bergabung karena Golkar sangat terbuka. Termasuk kepada Pak Diky Candra kalau memang mau maju di Pilkada mendatang,” ujar Nurul santai.
Meng-aklamasikan ketua baru memang gampang dan hemat energi. Tapi menargetkan 10 kursi DPRD dalam kurun waktu 1,5 tahun bukan urusan tersenyum di meja coffee break Hotel Harmoni.
Strategi menarik para mantan Kadis dan kode keras kepada Diky Candra menunjukkan bahwa Golkar Tasik ingin bermain aman dengan memanfaatkan figur-figur yang sudah punya jam terbang dan basis massa. Tinggal dibuktikan pada Pemilu mendatang: apakah racikan birokrat senior + figur populer ini mampu mengembalikan kejayaan beringin di Kota Tasik, atau sekadar target manis di atas karpet Musda?
Selamat untuk Kang Nurul Awalin! Ditunggu aksi konsolidasinya di lapangan, bukan cuma di aula hotel.

