Close Menu
desak
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Ragam
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Kriminal
    • Pendidikan
    • Peristiwa
    • Sosial
    • Politik
Facebook X (Twitter) Instagram
desakdesak
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Ragam
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Kriminal
    • Pendidikan
    • Peristiwa
    • Sosial
    • Politik
desak
Home»Ekonomi»Koperasi Merah Putih dan MBG Belum Berdampak di Kabupaten Tasik, Ini Saran Karom, Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Tasikmalaya
Ekonomi

Koperasi Merah Putih dan MBG Belum Berdampak di Kabupaten Tasik, Ini Saran Karom, Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Tasikmalaya

Sopyan SaoriBy Sopyan SaoriAgustus 16, 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter LinkedIn Telegram Pinterest Tumblr Reddit Email
Koperasi Merah Putih dan MBG Belum Berdampak di Kabupaten Tasik, Ini Saran Karom, Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Tasikmalaya
Karom, Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Tasikmalaya /dok pri
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Tasikmalaya, desak.id/ | Pemerintah tengah menggulirkan dua program strategis nasional guna mendobrak ekonomi masyarakat dan juga menurunkan angka stunting. Program tersebut yakni Koperasi Merah Putih dan Makan Bergizi Gratis.

Namun program tersebut belum menunjukan dampak yang signifikan di Kabupaten Tasikmalaya. Dan hal tersebut menjadi perhatian penuh anggota Komisi II DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Karom.

Karom menilai, akar persoalan terletak pada miskonsepsi dan minimnya pemahaman para pengurus Koperasi Merah Putih terhadap peran strategis koperasi dalam membangun ekosistem ekonomi desa.

“Program ini tidak akan berdampak jika koperasi hanya menunggu dana cair tanpa rencana bisnis yang matang. Ini bukan soal diberi uang Rp3 miliar, tapi soal kesiapan mental, strategi, dan komitmen,” tegas Karom, saat ditemui di kantornya, Jum'at 15 Agustus 2025.

Menurut Karom, Koperasi bisa menjadi mitra bisnis guna mensukseskan program MBG. Ia menekankan, Koperasi harus menjadi aktor utama dalam rantai pasok program MBG

Koperasi wajib memberdayakan masyarakat desa, menyerap hasil pertanian lokal, dan menjamin keberlanjutan pasarnya.

“Jika MBG membutuhkan pisang, jeruk, sayuran, maka koperasi harus menyiapkan petaninya. Jangan hanya menunggu, tapi bangun ekosistemnya,” ujarnya.

Selain itu menurutnya, Koperasi juga harus berani berinvestasi dengan memberikan modal kepada petani. Dengan skema ini, petani memperoleh modal dan jaminan pasar, koperasi mendapatkan margin wajar, dan program MBG berjalan optimal.

“Inilah model ekobisnis akar rumput yang diharapkan pemerintah,” tambahnya.

Karom mengkritisi pola pikir sebagian pengurus koperasi yang menganggap dana Rp3 miliar sebagai hibah tanpa kewajiban. Menurutnya, dana tersebut harus digunakan berdasarkan rencana bisnis yang jelas dan terukur.

“Kalau jadi pengurus hanya karena ingin dapat uang, itu keliru. Dana itu bukan untuk dibagi-bagi, tapi untuk membangun ekosistem ekonomi desa,” tegasnya.

Ia juga menyoroti potensi pemanfaatan dana desa, khususnya alokasi 30% untuk ketahanan pangan, yang dapat digunakan untuk membangun kandang, kebun pisang, atau jeruk.

“Panennya cepat, bisa MoU dengan MBG selama satu tahun. Tapi kalau kepala desa dan pengurus masih egois, ya mandek di meja rapat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Karom mengingatkan agar koperasi tidak mengulangi kesalahan BUMDes dan KUD yang bangkrut akibat salah urus dan skema simpan pinjam yang tidak sehat.

“Koperasi bukan ATM masyarakat. Jika hanya jadi tempat pinjam tanpa simpanan, pasti bangkrut. Koperasi Merah Putih harus berorientasi bisnis,” katanya. (***)

koperasi merah putih MBG
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Sopyan Saori
  • Website

Related Posts

Persiapan hadapi kehidupan kampus, OJK Tasikmalaya Bekali Maba UNPAD literasi keuangan

Agustus 11, 2026

OJK Tasikmalaya dan Pemkab Garut dorong ekosistem pembiayaan terintegrasi perluas akses keuangan petani kentang Garut

Agustus 7, 2026

Lewat program desa EKI, OJK Tasikmalaya bersama TPAKD Garut perkuat literasi keuangan

Agustus 5, 2026

JAECOO J5 EV x 347 Homebreaks x NMAA : Personalisasi yang Memperkuat Karakter The Real SUV EV

Agustus 4, 2026

50 Tahun Civic di Indonesia, Honda Tunjukkan Satu DNA yang Hidup Lintas Generasi

Agustus 2, 2026

Honda Tegaskan “Engineered for Driving Joy” sebagai Benang Merah Seluruh Lini dalam Semangat “Culture. Evolved.”

Agustus 1, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Don't Miss
Ekonomi

Persiapan hadapi kehidupan kampus, OJK Tasikmalaya Bekali Maba UNPAD literasi keuangan

By Sopyan SaoriAgustus 11, 2026

desak.id | Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan di kalangan…

Tasik Public Forum Soroti Rotasi dan Mutasi Pejabat Pemkab Tasikmalaya

Agustus 8, 2026

OJK Tasikmalaya dan Pemkab Garut dorong ekosistem pembiayaan terintegrasi perluas akses keuangan petani kentang Garut

Agustus 7, 2026

Polda Jabar tangkap pengunggah konten Provokasi di Media sosial

Agustus 6, 2026
Our Picks

Persiapan hadapi kehidupan kampus, OJK Tasikmalaya Bekali Maba UNPAD literasi keuangan

Agustus 11, 2026

Tasik Public Forum Soroti Rotasi dan Mutasi Pejabat Pemkab Tasikmalaya

Agustus 8, 2026

OJK Tasikmalaya dan Pemkab Garut dorong ekosistem pembiayaan terintegrasi perluas akses keuangan petani kentang Garut

Agustus 7, 2026
New Comments
    About Us

    desak.id adalah portal berita independen yang berdiri sejak 2019, berkomitmen menyajikan informasi akurat, cepat, dan terpercaya kepada pembaca.

    Kami fokus pada liputan nasional, regional, teknologi, olahraga, hiburan dengan mengedepankan prinsip jurnalisme yang berimbang, faktual, dan bermanfaat.
    Email Us: redaksidesak@gmail.com
    Contact: +

    desak
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    © 2026 desak. Designed by Khanzaar.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.