Komunitas Peduli Lingkungan Hidup akan Hijaukan Masjid se Kota Tasikmalaya dengan Tanam 2.000 Pohon    •     Kpw BI Tasikmalaya dan Pemkab Ciamis Perkuat Ekonomi Syariah dan UMKM Halal lewat  JAZIRAH x CCE 2026    •     Gelar Kelulusan, Kepala Madrasah MTSs Riyadlurohmah Berpesan Jaga Nama Baik Diri, Keluarga dan Almamater    •     Sukses Bangun Citra Tanggung Jawab Sosial, JNE Raih Indonesia CSR Brand Equity Awards 2026    •     OJK Tasikmalaya Ajak Organisasi Kepemudaan Waspadai Judol dan Pinjol Ilegal    •     Berdayakan Peternak Lokal, OJK Tasikmalaya Gulirkan Program BEREHAN    •     Pererat Silaturahmi Alumni SMANDA Angkatan 99 Melalui Reuni Perak +2    •     KPU Kota Tasikmalaya bersama Pemkab Tasikmalaya Sepakati Penggunaan Asset Pemda Tanpa Biaya Sewa    •     Perkuat Organisasi, MPC PP Kota Tasikmalaya Gelar Konsolidasi dengan PAC    •     Aksi Sosial Akbar Lintas Sektor Ciptakan Kebahagian Ribuan Warga Tasikmalaya    •     Penyakit Masyarakat Masih Marak, AMT Nilai Satpol-PP Kota Tasikmalaya Mati Suri    •     Karang Taruna Kabupaten Tasikmalaya Sembelih Sapi Kurban, Wujud Syukur Atas Nikmat Sehat    •     Peringati Hari Kebangkitan Nasional, Kodim 0612/Tasikmalaya Bersama OJK Deklarasi Tolak Judi Online dan Aktivitas Keuangan Ilegal    •     Disnaker Kota Tasikmalaya Dukung Penuh Sertifikasi Kompetensi Memasak Bagi Relawan MBG    •     Buah Konsistensi, Mohamad Feriadi Soeprapto Raih Indonesia Best 50 CEO Awards 2026    •    
Daerah

Ratusan Santri Terlatih Siap Buru Pelaku yang Aniaya Kiai Sepuh di Cikatomas

×

Ratusan Santri Terlatih Siap Buru Pelaku yang Aniaya Kiai Sepuh di Cikatomas

Sebarkan artikel ini

desak.id/ | Ratusan ummat Islam melakukan aksi unjuk rasa pada hari Kamis 16 April 2026 di depan Kantor Polsek Cikatomas terkait kasus penganiayaan terhadap Kiyai Sepuh yang bernama Kiyai Abdul Yani di Desa Cayur Kecamatan Cikatomas Kabupaten Tasikmalaya. Penganiayaan tersebut diduga dilakukan oleh oknum anggota salah satu ormas.

Peristiwa tersebut terjadi pada Hari Rabu 15 April 2026 saat korban yang merupakan seorang kiyai hendak menuju ke lahan perkebunan tempat ia bercocok tanam setelah menunaikan sholat Dzuhur.

Di tengah perjalanan beliau melewati sekelompok orang yang berujung tindakan penganiayaan. Akibat penganiayaan tersebut Korban sempat pingsan dan mendapat pertolongan warga yang melintas.

Menanggapi peristiwa tersebut, Tokoh Ormas Islam Tasikmalaya KH Muhammad Yan-yan Al Bayani S.Kom.I ,M.Pd yang juga Ketua DPW FPI Kota Tasikmalaya mengecam keras tindakan pelaku yang telah menganiaya kiyai sepuh di Cikatomas tersebut.

"Tindakan biadab ketika seorang kiyai sepuh dianiaya sampai pingsan, sungguh keterlaluan, kami para ulama dan ummat Islam sangat tidak terima" kecamnya, Jum'at 17 April 2026.

Kyai Yan Yan juga mendesak aparat kepolisian Polres Tasikmalaya untuk bergerak cepat menangkap para pelaku yang diduga telah menganiaya kiyai.

"Kami berharap, aparat kepolisian Polres Tasikmalaya untuk segera menangkap pelakunya, jangan sampai penanganan kasus ini lambat," tambahnya.

Ditanya bagaimana sikap kaum santri merespon kasus ini, Kyai Yan Yan Al Bayani yang juga Pimpinan Pondok Pesantren Miftahulhuda Jarnauziyyah Mangkubumi menegaskan bahwa tentunya santri tidak akan tinggal diam mendengar gurunya disakiti.

"Bila aparat tidak segera menangkap pelaku, maka kami akan mengerahkan 100 santri terlatih untuk memburu pelaku yang telah menganiaya kiyai, ungkapnya dengan berapi api," katanya dengan tegas.

Namun sampai saat ini, ia masih memberi kesempatan dan kepercayaan penuh kepada aparat kepolisian untuk menangani kasus ini dengan serius, cepat dan transparan.

Senada dengan kyai Yan Yan, di tempat terpisah KH Ujang Surahman Kepala Staf RESSANT (Resimen Santri) mengutuk keras prilaku penganiayaan terhadap kiyai.

"Kami mengutuk dan mengecam keras penganiayaan terhadap kiyai sepuh kami, yang diduga dilakukan oleh Oknum Anggota salah satu ormas sekaligus meminta aparat kepolisian untuk segera menangkap dan mengadili sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia," kecamnya.

Sementara itu, tokoh ulama Cikatomas Kiyai Apipudin.SH yang juga Ketua FKDT Kecamatan Cikatomas meminta umat tetap tenang dan menahan diri, sambil terus memantau perkembangan kasus ini.

"Saya memahami betul, bagaimana perasaan ummat saat mendengar kiyainya disakiti bahkan dianiaya. Wajar ummat marah, namun kita harus tetap tenang. Solusinya adalah aparat harus bergerak extra cepat untuk menangkap pelakunya, sehingga kemarahan ummat bisa reda," tegasnya. (Dzm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *