Desak.id | Geram dengan kelakuan ketua RT nya yang kerap menjual belikan minuman keras baik secara langsung maupun COD (cash on delivery) sejumlah warga di JL. Sumelap Kelurahan Kahuripan akhirnya meminta bantuan ormas islam untuk menggerebek rumah ” panutan ” mereka.
Selasa 9 Juni 2026, sekira pukul 21.00 , berbekal informasi darj warga akhirnya tim hisbah dari Almumtaz berhasil menemukan ratusan miras siap edar yang di kemas dalam berbagai karton yang berbeda.
Aneka miras ini mulai dari miras kelas anggur orang tua hingga miras yang cukup super dan hanya diminum oleh orang orang berduit.
“Ya kami temukan ini di rumah seorang ketua RT, inisialnya H, mirisnya lagi dia kerap jual beli miras terang terangan atau COD, ini yang membuat geram warga setempat, insha allah kami dari almumtaz akan berkoordinasi dengan bagian pemerintahan kota Tasikmalaya agar diberi sanksi tegas untuk oknum RT tersebut,” ujar Ustad Ade Korlap tim Hisbah.
Ditanya tentang adanya aliran uang keamanan untuk oknum aparat, ustad Ade belum bisa menejlaskan secara rinci.
“Biasanya kalo kami gerebek di warung warung pengecer, kami menemukan list data penyerahan uang kemanan ke oknum oknum tertentu, kalo yang ini kami belum menemukan tapi secara logika saja sebanyak ini tidak diketahui oleh minimal Babinkantibmas setempat,” tambahnya.
Tak hanya itu, usai menyelsaikan temuan miras di kahuripan ini, tim hisbah bergerak lagi ke satu tempat, tepatnya di jl Apipah kota Tasikmalaya, tim menemukan puluhan karton miras yang siap kirim, saat digerebek sang penunggu tak bisa berkelak sempat akan melarikan diri tapi keburu ditahan oleh sejumlah ikhwan.
Dari penuturan penunggu inilah terkuak bahwa perderan miras di jl Apipah ini dibekingi oleh oknum TNI berinisial Ty, meski hanya dari lisan, bagi para pemain dan penjual miras di seantero Tasikmalaya oknum bernama Ty ini tak asing lagi.
Ditemui secara terpisah, tim advokasi Almumtaz ust Yogi Yogaswara SH.MH menegaskan bahwa pihaknya akan menyelidiki lebih lanjut keterlibatan oknum tersebut dan dalam waktu dekat akan berkoordinasi dengan instansi tempat dia berdinas.
“Pastinya kita akan layangkan surat ke instansi tempat dia dinas beserta bukti bukti otentik, nah kami sedang kumpulkan bukti bukti itu, mohon doanya agar para oknum ini segera sadar sebagai tugas utamanya yakni menjadi prajurit TNI bukan beking bandar miras,” terangnya.
Guna keperluan penyelidikan dan catatan administratif, sebanyak lebih dari 500 botol miras inipun dibawa oleh satpol PP kota Tasikmalaya. (dzm)












