Desak.id | Guna memperkuat organisasi di tingkat kecamatan, Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kota Tasikmalaya, menggelar konsolidasi dengan Pengurus Anak Cabang.
Kali ini konsolidasi dilaksanakan bersama PAC Kecamatan Indihiang, di kantor Kecamatan Indihiang, Sabtu 30 Mei 2026 yang dihadiri ketua dan jajaran pengurus MPC PP Kota Tasikmalaya.
Dalam konsolidasi tersebut, MPC membahas kaderisasi berkelanjutan, pemberdayaan anggota, serta program kerja masing-masing PAC.
Wakil Ketua Bidang Organisasi, Keanggotaan dan Kaderisasi (OKK) MPC Pemuda Pancasila Kota Tasikmalaya, H. Yusvi, mengatakan konsolidasi juga bertujuan memperkuat administrasi organisasi.
Menurutnya, MPC mendorong setiap PAC memperbarui data anggota, legalitas organisasi, serta laporan kegiatan melalui aplikasi tabulasi yang terintegrasi dengan sistem organisasi.
“Konsolidasi ini merupakan amanah organisasi. Kami ingin memastikan kaderisasi, program kerja, dan administrasi organisasi berjalan dengan baik di setiap PAC,” ujar H. Yusvi.
Hingga saat ini, MPC telah melaksanakan konsolidasi di lima PAC, yakni Mangkubumi, Tamansari, Cibeureum, Kawalu, dan Indihiang. Pengurus akan melanjutkan kegiatan serupa ke PAC lainnya setiap hari Sabtu.
Selain memperkuat organisasi, MPC juga terus membangun citra positif Pemuda Pancasila di tengah masyarakat.
Karena itu, pengurus mendorong anggota untuk menunjukkan kemandirian organisasi melalui berbagai kegiatan yang dibiayai secara swadaya.
H. Yusvi menjelaskan, anggota mendukung sebagian besar kegiatan organisasi melalui kontribusi internal, termasuk penjualan atribut dan kaos organisasi.
Pengurus kemudian memanfaatkan hasilnya untuk membiayai berbagai kegiatan organisasi.
Terkait pembangunan daerah, MPC Pemuda Pancasila Kota Tasikmalaya belum menjalin kerja sama formal dengan pemerintah. Meski demikian, organisasi tetap mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan pelayanan publik.
“Kami terus menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pemerintah, terutama terkait pemerataan infrastruktur dan fasilitas publik yang masih dibutuhkan di sejumlah wilayah,” pungkasnya. (***)












