Tasikmalaya, intiraya.com | Pemerintah Kota Tasikmalaya kini tengah menata kawasan Pasar Induk Cikurubuk dengan pengaspalan di beberapa titik.
Hal tersebut menjadi perhatian banyak pihak. Terutama adanya isu tentang aset dan penggunaan jalan selepas dibenahi.
Guna memastikan isu yang beredar, jajaran Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Cikurubuk, pada Kamis 24 April 2025.
Ketua Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya, Anang Sapaat, mengingatkan, agar setelah pembangunan selesai, jalan yang menelan anggaran ratusan juta rupiah ini tidak digunakan untuk berdagang, melainkan sebagai fasilitas akses bagi pengunjung.
“Setelah rampung jangan dipakai untuk jualan, tapi buat fasilitas akses masyarakat biar semakin betah belanja ke pasar ini,” katanya.
Ia pun meminta Dinas Perhubungan menambah penerangan di area tersebut. “UPTD Pasar Cikurubuk juga harus mengusulkan, sementara untuk jalan di luar area pasar menjadi wewenang Dinas PUTR dengan anggaran sekitar Rp 1 miliar,” katanya.
Sementara itu, Kepala Diskoperindag Kota Tasikmalaya, Apep Yosa, menuturkan, penataan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan anggaran pemerintah kot.
“Saat ini baru enam titik jalan dan satu saluran drainase yang dibenahi. Seluruh kawasan Cikurubuk belum selesai. Tapi kami sudah usulkan perpanjangan perbaikan agar seluruh jalan di dalam pasar tertata rapi,” ucapnya.
Diharapkan, dengan penataan infrastruktur yang lebih baik, kenyamanan pengunjung dan pedagang meningkat, sehingga aktivitas pasar rakyat Cikurubuk semakin bergairah dan transaksi meningkat. (***)












