Close Menu
desak
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Ragam
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Kriminal
    • Pendidikan
    • Peristiwa
    • Sosial
    • Politik
Facebook X (Twitter) Instagram
desakdesak
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Ragam
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Kriminal
    • Pendidikan
    • Peristiwa
    • Sosial
    • Politik
desak
Home»Ekonomi»Elin Herlina Sukses Bawa Batik Dahon Mendunai
Ekonomi

Elin Herlina Sukses Bawa Batik Dahon Mendunai

Sopyan SaoriBy Sopyan SaoriMei 1, 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter LinkedIn Telegram Pinterest Tumblr Reddit Email
Elin Herlina Sukses Bawa Batik Dahon Mendunai
Elin Herlina Sukses Bawa Batik Dahon Mendunai
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Pangandaran, intiraya.com | Elin Herlina (51), warga Kampung Balengbeng RT 01, RW 01 Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, berhasil melambungkan Batik Dahon hingga mendunia.

Ia berhasil membuat beragam produk fesyen hingga mendapat pengakuan dari pasar internasional seperti dari Belanda, Thailand, Vietnam yang beberapa kali memesan produknya.

Namun hasil tersebut bukan tanpa kendala. Elin mengaku, selama 1 Tahun pertama, dirinya tidak bisa menjual hasil produk batik yang menjadi buah karyanya tersebut.

“Iya, batik kami ini mengalami kegagalan karena batik tersebut tidak sesuai dengan kenyataan, Ingin warna merah keluar warna coklat, mau membuat warna hijau muncul kuning. Sehingga tidak bisa menjual hasilnya,” katanya, Selasa 29 April 2025 di galeri miliknya.

Elin Herlina mulai menggarap batik Dahon pada tahun 2018. Melihat potensi alam yang ada di kampungnya. Setelah sebelumnya ia mengikuti beberapa pameran batik di Yogyakarta, Solo dan Pekalongan.

Ia mulai melihat peluang dengan menggarap batik Dahon yang ditekuninya pada tahun 2018 hingga dipamerkan di acara agustusan hingga akhirnya banyak kalangan menengah ke atas yang tertarik.

“Usaha Batik Dahon yang kami tekuni ini mulai berlimpah dengan motif tidak akan ada yang sama dengan yang lain, karena ramah lingkungan menuntut kreativitas dan inovasi berkelanjutan dengan persaingan usaha masih rendah,” tambahnya.

Bahan Baku Buah Dahon

Elin menuturkan, dirinya terbersit mendirikan rumah produksi batik dengan bahan baku yang alami yakni Ecoprint Batik Dahon.

“Bahan baku yang digunakan untuk pewarna batik sendiri dari bahan alami tapas buah dahon. Buah dahon dikenal sebagai buah nipah,” tuturnya.

Elin menuturkan, Buah Dahon memiliki rasa dan tekstur yang mirip dengan buah kolang-kaling dengan memiliki rasa manis dan segar, dengan tekstur yang kenyal serta dapat bermanfaat untuk kesehatan, seperti meningkatkan kekebalan tubuh, kesehatan saluran pencernaan, fungsi paru-paru, dan memberikan energy.

“Tak hanya itu Buah Dahon juga mengandung antioksidan dan vitamin A yang baik untuk kesehatan mata,” katanya.

Sementara itu untuk tapas Dahon juga bisa dijadikan bahan pewarna untuk batik yang dapat menghasilkan kreasi pewarna unggulan, tentunya harus menggunakan kain unggul, yakni kain katun primisima, sutra, Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) kulit, katun bambo.

Selain berkat perjuangannya, Elin mengakui, dirinya diberi dukungan oleh Bank Indonesia baik berupa sarana dan prasarana juga kegiatan peningkatan ilmu ekonomi.

“Alhamdulilah Bank Indonesia Tasikmalaya memberikan dukungan terhadap Batik Dahon dimulai Tahun 2020 hingga sekarang selalu mengundang dalam setiap kegiatan berkaitan dengan perajin dan ekonomi maupun fashion show, akhirnya Batik Dahon mulai memiliki pasar,” katanya.

Harga Batik Dahon dipatok dengan harga yang bervariatif mulai Rp 400 ribu terbuat dari katun primisima dan sutra seharga Rp 500 ribu, dengan rata-rata perbulan mendapatkan penghasilan Rp 40 juta hingga Rp 50 juta. (***)

bank indonesia tasikmalaya Batik dahon berita pangandaran
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Sopyan Saori
  • Website

Related Posts

OJK Tasikmalaya dan Pemkab Garut dorong ekosistem pembiayaan terintegrasi perluas akses keuangan petani kentang Garut

Agustus 7, 2026

Lewat program desa EKI, OJK Tasikmalaya bersama TPAKD Garut perkuat literasi keuangan

Agustus 5, 2026

JAECOO J5 EV x 347 Homebreaks x NMAA : Personalisasi yang Memperkuat Karakter The Real SUV EV

Agustus 4, 2026

50 Tahun Civic di Indonesia, Honda Tunjukkan Satu DNA yang Hidup Lintas Generasi

Agustus 2, 2026

Honda Tegaskan “Engineered for Driving Joy” sebagai Benang Merah Seluruh Lini dalam Semangat “Culture. Evolved.”

Agustus 1, 2026

Pantau pergerakan harga pangan, BI Tasikmalaya Luncurkan SINDANG PRIATIM

Juli 30, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Don't Miss
Daerah

Tasik Public Forum Soroti Rotasi dan Mutasi Pejabat Pemkab Tasikmalaya

By Sopyan SaoriAgustus 8, 2026

Desak.id | Tasik Public Forum menyoroti kebijakan rotasi dan mutasi pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten…

OJK Tasikmalaya dan Pemkab Garut dorong ekosistem pembiayaan terintegrasi perluas akses keuangan petani kentang Garut

Agustus 7, 2026

Polda Jabar tangkap pengunggah konten Provokasi di Media sosial

Agustus 6, 2026

OJK Tasikmalaya dan Polres Ciamis ungkap penipuan modus titip limit paylater, kerugian mencapai 500 juta

Agustus 6, 2026
Our Picks

Tasik Public Forum Soroti Rotasi dan Mutasi Pejabat Pemkab Tasikmalaya

Agustus 8, 2026

OJK Tasikmalaya dan Pemkab Garut dorong ekosistem pembiayaan terintegrasi perluas akses keuangan petani kentang Garut

Agustus 7, 2026

Polda Jabar tangkap pengunggah konten Provokasi di Media sosial

Agustus 6, 2026
New Comments
    About Us

    desak.id adalah portal berita independen yang berdiri sejak 2019, berkomitmen menyajikan informasi akurat, cepat, dan terpercaya kepada pembaca.

    Kami fokus pada liputan nasional, regional, teknologi, olahraga, hiburan dengan mengedepankan prinsip jurnalisme yang berimbang, faktual, dan bermanfaat.
    Email Us: redaksidesak@gmail.com
    Contact: +

    desak
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    © 2026 desak. Designed by Khanzaar.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.