Komunitas Peduli Lingkungan Hidup akan Hijaukan Masjid se Kota Tasikmalaya dengan Tanam 2.000 Pohon    •     Kpw BI Tasikmalaya dan Pemkab Ciamis Perkuat Ekonomi Syariah dan UMKM Halal lewat  JAZIRAH x CCE 2026    •     Gelar Kelulusan, Kepala Madrasah MTSs Riyadlurohmah Berpesan Jaga Nama Baik Diri, Keluarga dan Almamater    •     Sukses Bangun Citra Tanggung Jawab Sosial, JNE Raih Indonesia CSR Brand Equity Awards 2026    •     OJK Tasikmalaya Ajak Organisasi Kepemudaan Waspadai Judol dan Pinjol Ilegal    •     Berdayakan Peternak Lokal, OJK Tasikmalaya Gulirkan Program BEREHAN    •     Pererat Silaturahmi Alumni SMANDA Angkatan 99 Melalui Reuni Perak +2    •     KPU Kota Tasikmalaya bersama Pemkab Tasikmalaya Sepakati Penggunaan Asset Pemda Tanpa Biaya Sewa    •     Perkuat Organisasi, MPC PP Kota Tasikmalaya Gelar Konsolidasi dengan PAC    •     Aksi Sosial Akbar Lintas Sektor Ciptakan Kebahagian Ribuan Warga Tasikmalaya    •     Penyakit Masyarakat Masih Marak, AMT Nilai Satpol-PP Kota Tasikmalaya Mati Suri    •     Karang Taruna Kabupaten Tasikmalaya Sembelih Sapi Kurban, Wujud Syukur Atas Nikmat Sehat    •     Peringati Hari Kebangkitan Nasional, Kodim 0612/Tasikmalaya Bersama OJK Deklarasi Tolak Judi Online dan Aktivitas Keuangan Ilegal    •     Disnaker Kota Tasikmalaya Dukung Penuh Sertifikasi Kompetensi Memasak Bagi Relawan MBG    •     Buah Konsistensi, Mohamad Feriadi Soeprapto Raih Indonesia Best 50 CEO Awards 2026    •    
Daerah

Miris, Rumah Mantan Ketua RT di Sumelap Dibiarkan Rusak Setelah Disapu Angin dan Hujan Tiga Bulan Lalu

×

Miris, Rumah Mantan Ketua RT di Sumelap Dibiarkan Rusak Setelah Disapu Angin dan Hujan Tiga Bulan Lalu

Sebarkan artikel ini
module:1facing:0; ?hw-remosaic: 0; ?touch: (-1.0, -1.0); ?modeInfo: ; ?sceneMode: Auto; ?cct_value: 0; ?AI_Scene: (-1, -1); ?aec_lux: 93.0; ?hist255: 0.0; ?hist252~255: 0.0; ?hist0~15: 0.0; ?

Tasikmalaya, desak.id/ | Nasib miris menimpa mantan ketua rt 02 rw 04 Kampung Sukaasih sumelap, Dedi Hidayat (43) rumahnya setengah bagian ambruk diterjang angin dan hujan tiga bulan lalu.

Mirisnya sampai saat ini, Senin 16 Juni 2025, belum ada kejelasan bantuan dari pihak pemerintah, baik kelurahan kecamatan maupun kota.

Dedi saat ditemui di rumahnya, mengatakan baru ada bantuan dari Tagana dan BPBD berupa terpal dan sembako. Padahal menurutnya pihak kelurahan sudah mengetahui.

"Baru sembako dan terpal, dari Tagana dan BPBD, belum ada kelanjutan lagi, padahal pihak kelurahan sudah mengetahui," terang Dedi sambil matanya berkaca kaca.

Dedi mengaku saat ini dirinya bingung harus berbuat apa, karena pekerjaannya juga serabutan kadang tidak punya kerjaan.

"Sempat merantau ke Padang, dengan harapan bisa membiayai untuk perbaikan rumah tapi, belum ada hasil lagian juga kerja merantau juga was was selalu ingat kepada orang rumah," tambahnya.

Dedi yang saat ini menanggung beban keluarga tiga orang yakni istri dan kedua anaknya, yang dengan terpaksa anak pertamanya tidak melanjutkan pendidikan.

"Ya jangankan buat perbaiki rumah, sekolah anak saya aja nggak dilanjut padahal baru kelas satu SMA, mondok nya pun sama berhenti," katanya.

Dedi berharap ada perhatian dari pemerintah setempat, baik kelurahan, kecamatan apalagi kota. (AL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *