Komunitas Peduli Lingkungan Hidup akan Hijaukan Masjid se Kota Tasikmalaya dengan Tanam 2.000 Pohon    •     Kpw BI Tasikmalaya dan Pemkab Ciamis Perkuat Ekonomi Syariah dan UMKM Halal lewat  JAZIRAH x CCE 2026    •     Gelar Kelulusan, Kepala Madrasah MTSs Riyadlurohmah Berpesan Jaga Nama Baik Diri, Keluarga dan Almamater    •     Sukses Bangun Citra Tanggung Jawab Sosial, JNE Raih Indonesia CSR Brand Equity Awards 2026    •     OJK Tasikmalaya Ajak Organisasi Kepemudaan Waspadai Judol dan Pinjol Ilegal    •     Berdayakan Peternak Lokal, OJK Tasikmalaya Gulirkan Program BEREHAN    •     Pererat Silaturahmi Alumni SMANDA Angkatan 99 Melalui Reuni Perak +2    •     KPU Kota Tasikmalaya bersama Pemkab Tasikmalaya Sepakati Penggunaan Asset Pemda Tanpa Biaya Sewa    •     Perkuat Organisasi, MPC PP Kota Tasikmalaya Gelar Konsolidasi dengan PAC    •     Aksi Sosial Akbar Lintas Sektor Ciptakan Kebahagian Ribuan Warga Tasikmalaya    •     Penyakit Masyarakat Masih Marak, AMT Nilai Satpol-PP Kota Tasikmalaya Mati Suri    •     Karang Taruna Kabupaten Tasikmalaya Sembelih Sapi Kurban, Wujud Syukur Atas Nikmat Sehat    •     Peringati Hari Kebangkitan Nasional, Kodim 0612/Tasikmalaya Bersama OJK Deklarasi Tolak Judi Online dan Aktivitas Keuangan Ilegal    •     Disnaker Kota Tasikmalaya Dukung Penuh Sertifikasi Kompetensi Memasak Bagi Relawan MBG    •     Buah Konsistensi, Mohamad Feriadi Soeprapto Raih Indonesia Best 50 CEO Awards 2026    •    
Daerah

Gemerlap Peringatan Hari Jadi Kabupaten Tasikmalaya tidak Bisa Sembuhkan Luka

×

Gemerlap Peringatan Hari Jadi Kabupaten Tasikmalaya tidak Bisa Sembuhkan Luka

Sebarkan artikel ini

Tasikmalaya, desak.id/ | 393 Tahun sudah kabupaten Tasikmalaya berdiri. Sebuah usia yang matang usia yang seharusnya mencerminkan kemajuan.

Namun hari ini ditengah tengah gemerlap acara peringatan hari jadi kabupaten Tasikmalaya, masih banyak luka yang belum disembuhkan. Kabupaten ini belum benar benar merdeka.

Riswara Nugroho, ketua umum Aliansi Mahasiswa Tasikmalaya (AMT) mengatakan, Kabupaten Tasikmalaya, belum merdeka dari insfratruktur jalan yang rusak yang tersebar diberbagai pelosok desa.

"Akses yang buruk membuat ekonomi ekonomi di pedesaan tak bergerak. Sementara dipusat kota jalan jalan mulus seolah hanya dinikmati segelintir wilayah," terang Riswara kepada media, Sabtu 26 Juli 2025.

Selanjutnya, Riswara mengungkapkan, Kabuoaten Tasikmalaya belum merdeka dalam hal pendidikan, banyak sekolah di pelosok pelosok minim akan Fasilitas yang layak, anak anak harus berjuang untuk belajar dalam keterbatasan.

Lalu Kabupaten juga belum merdeka dari masalah kesehatan, fasilitas kesehatan yang layak masih jadi barang langka di kabupaten Tasikmalaya terkhusus daerah terpencil.

Puskesmas jauh dan peralatan medis minim. Dan masyarakat harus menempuh perjalanan panjang, tak sedikit yang kalah oleh waktu.

Selain itu, Riswara juga mengatakan, sebagai Anak anak muda kabupaten Tasikmalaya pun belum punya cukup ruang untuk bertumbuh, lapangan kerja dan usaha masih sempit, pelatihan minim, dukungan permodalan sulit dijangkau.

"Kreatifitas kita terbentur realita, tak ada tempat untuk berkembang dirumah kita sendiri," tambahnya.

Yang paling menyayat, terang Riswara, kemiskinan masih nyata, bukan segelintir tapi banyak. Masyarakat yang hidup dalam keterbatasan seakan menjadi bagian dari pemandangan yang dianggap wajar.

"Padahal kabupaten Tasikmalaya sudah berusia 393 tahun yang seharusnya cukup untuk membawa kesejahteraan tapi mengapa ketimpangan masih begitu lebar," katanya.

Menurutnya, Hari jadi seharusnya menjadi momen refleksi, bukan sekedar seremonial.

Tasikmalaya tak butuh pesta megah, tapi butuh perhatian dan langkah nyata, Masyarakat tak butuh janji, tapi butuh bukti nyata.

"Jalan yang layak, sekolah yang manusiawi, fasilitas kesehatan yang memadai dan kesempatan usaha terbuka luas untuk masyarakat," tandasnya. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *