Kepala MI Persis Gandok Ungkap Madrasah Bukan Pendidikan Kelas Dua    •     55 Siswa MI Persis Gandok Ikuti Pelepasan, Berikut Pesan Kepala Sekolah MI    •     Komunitas Peduli Lingkungan Hidup akan Hijaukan Masjid se Kota Tasikmalaya dengan Tanam 2.000 Pohon    •     Kpw BI Tasikmalaya dan Pemkab Ciamis Perkuat Ekonomi Syariah dan UMKM Halal lewat  JAZIRAH x CCE 2026    •     Gelar Kelulusan, Kepala Madrasah MTSs Riyadlurohmah Berpesan Jaga Nama Baik Diri, Keluarga dan Almamater    •     Sukses Bangun Citra Tanggung Jawab Sosial, JNE Raih Indonesia CSR Brand Equity Awards 2026    •     OJK Tasikmalaya Ajak Organisasi Kepemudaan Waspadai Judol dan Pinjol Ilegal    •     Berdayakan Peternak Lokal, OJK Tasikmalaya Gulirkan Program BEREHAN    •     Pererat Silaturahmi Alumni SMANDA Angkatan 99 Melalui Reuni Perak +2    •     KPU Kota Tasikmalaya bersama Pemkab Tasikmalaya Sepakati Penggunaan Asset Pemda Tanpa Biaya Sewa    •     Perkuat Organisasi, MPC PP Kota Tasikmalaya Gelar Konsolidasi dengan PAC    •     Aksi Sosial Akbar Lintas Sektor Ciptakan Kebahagian Ribuan Warga Tasikmalaya    •     Penyakit Masyarakat Masih Marak, AMT Nilai Satpol-PP Kota Tasikmalaya Mati Suri    •     Karang Taruna Kabupaten Tasikmalaya Sembelih Sapi Kurban, Wujud Syukur Atas Nikmat Sehat    •     Peringati Hari Kebangkitan Nasional, Kodim 0612/Tasikmalaya Bersama OJK Deklarasi Tolak Judi Online dan Aktivitas Keuangan Ilegal    •    
Daerah

Marak Beras Oplosan, Warga Ciamis Serbu Pasar Rakyat Ciamis

×

Marak Beras Oplosan, Warga Ciamis Serbu Pasar Rakyat Ciamis

Sebarkan artikel ini

Ciamis, desak.id/ | Dampak beras oplosan, Masyarakat Ciamis berbondong bondong serbu Pasar Rakyat Ciamis Manis, Selasa 05 Agustus 2025.

Hal tersebut disinyalir menyusul turunnya harga beras medium serta maraknya kasus beras oplosan yang ditemukan di sejumlah supermarket dan minimarket beberapa waktu ini.

Ketua DPD Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kabupaten Ciamis, Koko Sunarko, mengatakan fenomena ini membuat masyarakat kembali memilih pasar tradisional untuk membeli kebutuhan pokok, khususnya beras medium.

"Kasus beras oplosan di swalayan dan minimarket membuat masyarakat beralih ke pasar rakyat. Harga lebih terjangkau dan kualitas beras bisa dilihat langsung," ujar Koko.

Hal senada disampaikan Tuti Ruswati (45), salah satu warga yang kini rutin membeli beras di pasar tradisional. Ia mengaku lebih tenang berbelanja di pasar dibandingkan di pusat perbelanjaan modern.

"Sekarang saya lebih memilih beli beras kiloan di pasar. Kalau di mall atau minimarket kan kemasannya kita nggak tahu isinya, takutnya oplosan. Di pasar bisa dilihat langsung kualitasnya, apalagi harganya turun seribu rupiah," kata Tuti.

Sementara itu, Satgas Pangan Mabes Polri telah menetapkan beberapa tersangka terkait praktik beras oplosan, termasuk yang melibatkan pejabat di perusahaan pangan nasional, ID Food. (Boy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *