Komunitas Peduli Lingkungan Hidup akan Hijaukan Masjid se Kota Tasikmalaya dengan Tanam 2.000 Pohon    •     Kpw BI Tasikmalaya dan Pemkab Ciamis Perkuat Ekonomi Syariah dan UMKM Halal lewat  JAZIRAH x CCE 2026    •     Gelar Kelulusan, Kepala Madrasah MTSs Riyadlurohmah Berpesan Jaga Nama Baik Diri, Keluarga dan Almamater    •     Sukses Bangun Citra Tanggung Jawab Sosial, JNE Raih Indonesia CSR Brand Equity Awards 2026    •     OJK Tasikmalaya Ajak Organisasi Kepemudaan Waspadai Judol dan Pinjol Ilegal    •     Berdayakan Peternak Lokal, OJK Tasikmalaya Gulirkan Program BEREHAN    •     Pererat Silaturahmi Alumni SMANDA Angkatan 99 Melalui Reuni Perak +2    •     KPU Kota Tasikmalaya bersama Pemkab Tasikmalaya Sepakati Penggunaan Asset Pemda Tanpa Biaya Sewa    •     Perkuat Organisasi, MPC PP Kota Tasikmalaya Gelar Konsolidasi dengan PAC    •     Aksi Sosial Akbar Lintas Sektor Ciptakan Kebahagian Ribuan Warga Tasikmalaya    •     Penyakit Masyarakat Masih Marak, AMT Nilai Satpol-PP Kota Tasikmalaya Mati Suri    •     Karang Taruna Kabupaten Tasikmalaya Sembelih Sapi Kurban, Wujud Syukur Atas Nikmat Sehat    •     Peringati Hari Kebangkitan Nasional, Kodim 0612/Tasikmalaya Bersama OJK Deklarasi Tolak Judi Online dan Aktivitas Keuangan Ilegal    •     Disnaker Kota Tasikmalaya Dukung Penuh Sertifikasi Kompetensi Memasak Bagi Relawan MBG    •     Buah Konsistensi, Mohamad Feriadi Soeprapto Raih Indonesia Best 50 CEO Awards 2026    •    
Daerah

Pemda Tasik Perluas Lahan Pertanian Padi Organik, Siap Ekspor ke Eropa

×

Pemda Tasik Perluas Lahan Pertanian Padi Organik, Siap Ekspor ke Eropa

Sebarkan artikel ini

Tasikmalaya, desak.id/ | Di balik gencarnya pemerintah kabupaten Tasikmalaya untuk menggenjot sektor pertanian utamanya pada sektor  pertanian padi organik.

Pemerintah kabupaten Tasikmalaya dihadapkan dengan beberapa kendala yang diantaranya keterbatasan lahan organik yang telah tersertifikasi.

Berdasarkan data dari sekitar 500 hektar lahan  sawah yang biasa ditanami padi organik yang ada di wilayah kabupaten Tasikmalaya, ternyata baru 200 hektar lebih yang benar-benar terverifikasi keorganikannya.

“Ya mungkin. Itu salah satunya yang menjadi kendala, Hal ini juga mungkin harus menjadi bahan upaya kita, tentang bagaimana  merubah kebiasaan petani. untuk merubah sikap dan pola tanam petani dari yang biasa, menjadi pola menerapkan sistem organik karena mereka masih sangat sulit.” Kata Tatang Kadis Pertanian Kabupaten Tasikmalaya.

Sejauh ini, sentra pertanian beras organik yang sudah terverifikasi, terluas berada di Kecamatan Cipatujah.

Namun demikian upaya upaya perluasan lahan untuk Penanaman padi organik juga tenggah di lakukan di wilayah yang lainnya.

“Untuk saat ini yang sedang kita upayakan di wilayah Tasik utara. Dengan menyiapkan lahan seluas 600 hektar, itu termasuk lahan yang sangat fotensial untuk di tanami padi organik.” Katanya.

Sementara itu wakil bupati Tasikmalaya  Asep Sopari Alayubi. Menanggapi jika perluasan  laham untuk Penanam padi organik masih  terbuka luas.

“Kalau untuk lahan Pertanian, kita masih memiliki lahan yang cukup luas, baik di wilayah barat, utara, timur sampai selatan itu masih memungkinkan untuk kita proyeksikan pada bidang penanaman padi organik. Jadi kami sangat optimis jika program penanaman padi organik di kabupaten Tasik akan berkembang pesat” Kata Asep Sopari. (Adj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *