Komunitas Peduli Lingkungan Hidup akan Hijaukan Masjid se Kota Tasikmalaya dengan Tanam 2.000 Pohon    •     Kpw BI Tasikmalaya dan Pemkab Ciamis Perkuat Ekonomi Syariah dan UMKM Halal lewat  JAZIRAH x CCE 2026    •     Gelar Kelulusan, Kepala Madrasah MTSs Riyadlurohmah Berpesan Jaga Nama Baik Diri, Keluarga dan Almamater    •     Sukses Bangun Citra Tanggung Jawab Sosial, JNE Raih Indonesia CSR Brand Equity Awards 2026    •     OJK Tasikmalaya Ajak Organisasi Kepemudaan Waspadai Judol dan Pinjol Ilegal    •     Berdayakan Peternak Lokal, OJK Tasikmalaya Gulirkan Program BEREHAN    •     Pererat Silaturahmi Alumni SMANDA Angkatan 99 Melalui Reuni Perak +2    •     KPU Kota Tasikmalaya bersama Pemkab Tasikmalaya Sepakati Penggunaan Asset Pemda Tanpa Biaya Sewa    •     Perkuat Organisasi, MPC PP Kota Tasikmalaya Gelar Konsolidasi dengan PAC    •     Aksi Sosial Akbar Lintas Sektor Ciptakan Kebahagian Ribuan Warga Tasikmalaya    •     Penyakit Masyarakat Masih Marak, AMT Nilai Satpol-PP Kota Tasikmalaya Mati Suri    •     Karang Taruna Kabupaten Tasikmalaya Sembelih Sapi Kurban, Wujud Syukur Atas Nikmat Sehat    •     Peringati Hari Kebangkitan Nasional, Kodim 0612/Tasikmalaya Bersama OJK Deklarasi Tolak Judi Online dan Aktivitas Keuangan Ilegal    •     Disnaker Kota Tasikmalaya Dukung Penuh Sertifikasi Kompetensi Memasak Bagi Relawan MBG    •     Buah Konsistensi, Mohamad Feriadi Soeprapto Raih Indonesia Best 50 CEO Awards 2026    •    
Nasional

H Oleh Soleh Kecam Tayangan Trans7 yang Dinilai Lukai Dunia Pendidikan Pondok Pesantren

×

H Oleh Soleh Kecam Tayangan Trans7 yang Dinilai Lukai Dunia Pendidikan Pondok Pesantren

Sebarkan artikel ini

Tasikmalaya, desak.id/ | Anggota DPRD RI Fraksi PKB, H Oleh Soleh mengecam tayangan Xpose Uncensored yang ditayangkan Trans7, beberapa waktu lalu, yang bisa menimbulkan kekacauan.

Menurut Oleh, tayangan tersebut sudah mencederai kehormatan dunia pendidikan pesantren dan bisa menimbulkan kebencian serta kekacauan.

“Sungguh sangat disayangkan. Saya sebagai kader NU juga kader PKB mengecam tayangan tersebut,” terang Kang Oleh, sapaan Akrab H Oleh Soleh.

Kang Oleh meminta kepada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk segera memberhentikan program tersebut, bukan hanya meminta maaf.

“Jangan hanya meminta maaf tanpa ada teguran keras pemberhentian tayangan tersebut. Jika dengan minta maaf selesai maka kejadian seperti ini akan terulang lagi,” terang Kang Oleh.

Menurutnya, sikap efek jera harus ditegaskan biar kejadian tersebut tidak terulang lagi dikemudian hari.

“Ya kalau tidak ada teguran keras takutnya nanti terulang lagi,” tegasnya. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *