Komunitas Peduli Lingkungan Hidup akan Hijaukan Masjid se Kota Tasikmalaya dengan Tanam 2.000 Pohon    •     Kpw BI Tasikmalaya dan Pemkab Ciamis Perkuat Ekonomi Syariah dan UMKM Halal lewat  JAZIRAH x CCE 2026    •     Gelar Kelulusan, Kepala Madrasah MTSs Riyadlurohmah Berpesan Jaga Nama Baik Diri, Keluarga dan Almamater    •     Sukses Bangun Citra Tanggung Jawab Sosial, JNE Raih Indonesia CSR Brand Equity Awards 2026    •     OJK Tasikmalaya Ajak Organisasi Kepemudaan Waspadai Judol dan Pinjol Ilegal    •     Berdayakan Peternak Lokal, OJK Tasikmalaya Gulirkan Program BEREHAN    •     Pererat Silaturahmi Alumni SMANDA Angkatan 99 Melalui Reuni Perak +2    •     KPU Kota Tasikmalaya bersama Pemkab Tasikmalaya Sepakati Penggunaan Asset Pemda Tanpa Biaya Sewa    •     Perkuat Organisasi, MPC PP Kota Tasikmalaya Gelar Konsolidasi dengan PAC    •     Aksi Sosial Akbar Lintas Sektor Ciptakan Kebahagian Ribuan Warga Tasikmalaya    •     Penyakit Masyarakat Masih Marak, AMT Nilai Satpol-PP Kota Tasikmalaya Mati Suri    •     Karang Taruna Kabupaten Tasikmalaya Sembelih Sapi Kurban, Wujud Syukur Atas Nikmat Sehat    •     Peringati Hari Kebangkitan Nasional, Kodim 0612/Tasikmalaya Bersama OJK Deklarasi Tolak Judi Online dan Aktivitas Keuangan Ilegal    •     Buah Konsistensi, Mohamad Feriadi Soeprapto Raih Indonesia Best 50 CEO Awards 2026    •     Sebanyak 83 Anak Didik RA Hudalloh dan 13 Guru Pendamping Kunjungi Kantor BPBD Kota Banjar, Dapat Ilmu Siap Siaga Bencana    •    
Daerah

Disnaker Kota Tasikmalaya Dukung Penuh Sertifikasi Kompetensi Memasak Bagi Relawan MBG

×

Disnaker Kota Tasikmalaya Dukung Penuh Sertifikasi Kompetensi Memasak Bagi Relawan MBG

Sebarkan artikel ini
Disnaker Kota Tasikmalaya Dukung Penuh Sertifikasi Kompetensi Memasak Bagi Relawan MBG
Disnaker Kota Tasikmalaya Dukung Penuh Sertifikasi Kompetensi Memasak Bagi Relawan MBG

desak.id | Dinas Tenaga Kerja Kota Tasikmalaya sukses menggelar sertifikasi kompetensi bagi relawan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), khususnya di bidang memasak.

Tak tanggung tanggung, dalam pelaksanaannya, Disnaker Kota Tasikmalaya menggandeng Akademi Pariwisata serta LSF Indonesia Chef.

Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 29 peserta dari Tasikmalaya dan sekitarnya yang merupakan pekerja program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sertifikasi ini dilakukan untuk memastikan para relawan dapur memiliki kemampuan teknis sekaligus standar kerja profesional di bidang tata boga.

Asesor LSF Indonesia Chef, Chef Made, mengatakan para relawan dapur memang disarankan memiliki sertifikasi kompetensi sebagai bentuk pengakuan atas kemampuan kerja mereka.

“Kebetulan kami memiliki lisensi untuk melaksanakan sertifikasi profesi di bidang cook atau memasak. Peserta yang ikut kali ini merupakan pekerja MBG dan relawan dapur SPPG dari Tasikmalaya dan sekitarnya,” ujar Chef Made.

Dalam proses uji kompetensi, para peserta diminta membuat menu sesuai standar pemenuhan gizi yang berlaku pada program MBG. Menu tersebut harus memenuhi unsur karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayuran hingga buah-buahan.

“Peserta diberikan tantangan membuat menu besar maupun menu kecil sesuai standar. Dari situ kami menilai apakah mereka mampu bekerja secara profesional dengan waktu yang sudah ditentukan,” katanya.

Meski bahan utama telah disediakan panitia, peserta tetap diberikan ruang untuk berkreasi dalam pengolahan makanan.

Chef Made menjelaskan, peserta diberi waktu total satu setengah jam dalam proses uji kompetensi. Rinciannya, satu jam untuk mengolah makanan, 15 menit untuk persiapan, serta 15 menit terakhir untuk membersihkan area dapur.

“Chef bukan hanya harus pintar mengolah makanan, tetapi juga wajib memastikan dapur tetap sehat, bersih, dan higienis setelah digunakan,” tegasnya.

Selain praktik memasak, peserta juga menjalani sesi wawancara guna menggali pola pikir, sikap kerja, hingga kemampuan komunikasi di lingkungan kerja. Hal tersebut menjadi bagian penting dalam penilaian kompetensi.

“Kami ingin melihat bagaimana cara berpikir mereka, bagaimana komunikasi dengan rekan kerja, sehingga nantinya benar-benar layak mendapatkan predikat cook profesional,” jelas Chef Made.

Ia menambahkan, dalam sertifikasi tersebut tidak seluruh peserta otomatis dinyatakan lulus. Namun karena level yang diuji merupakan pekerja cook, penilaian lebih difokuskan pada kemampuan teknis dasar dan sikap kerja.

“Karena ini level pekerja, bukan kepala dapur atau manajer, maka yang dinilai lebih kepada kemampuan teknis, kedisiplinan, sikap, dan komunikasi kerja. Peluang lulus tentu lebih besar, tetapi tetap harus memenuhi standar kompetensi,” ungkapnya.

Dalam pelaksanaannya, LSF Indonesia Chef menerapkan empat metode penilaian, yakni pernyataan tertulis, wawancara, praktik memasak, serta pemenuhan dokumen pendukung lainnya sebagai bagian dari proses sertifikasi kompetensi.

Program sertifikasi tersebut mendapat apresiasi dari para peserta, seperti yang diunkapkan Yeti dari Kota Banjar dan Fanji dari Bandung Barat.

Mereka mengucapkan apresiasi dan terimakasih kepada Dinas tenaga Kerja Kota Tasikmalaya yang telah menyelenggarakan sertifikasi BNSP tersebut.

Menurut mereka, sertifikasi tersebut sangat dibutuhkan dan memang diwajibkan oleh Pihak BGN. “Terimakasih sebesar besarnya kepada dinas tenaga kerja yang sudah memfasilitasi kegiatan ini, ini sangat bermanfaat bagi kami,” terang mereka.

Namun sayang, meski mampu mengundang chef berlisensi nasional, dan peserta dari luar kota tasikmalaya, kegiatan tersebut minim apresiasi dari Pemerintah Kota Tasikmalaya. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *