Close Menu
desak
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Ragam
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Kriminal
    • Pendidikan
    • Peristiwa
    • Sosial
    • Politik
Facebook X (Twitter) Instagram
desakdesak
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Ragam
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Kriminal
    • Pendidikan
    • Peristiwa
    • Sosial
    • Politik
desak
Home»Ekonomi»Si Kutang Minta ke Bapa Aing, Agar Lahan Kosong di Cikiray Ditanami Bambu
Ekonomi

Si Kutang Minta ke Bapa Aing, Agar Lahan Kosong di Cikiray Ditanami Bambu

Sopyan SaoriBy Sopyan SaoriOktober 20, 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter LinkedIn Telegram Pinterest Tumblr Reddit Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Tasikmalaya, desak.id/ | "Rek nyaah ka. Urang cikiray mah teu kedah dibere nanaon, pangminuhankeun we leuweung awi, kanggo pibekeleun kahirupan masyarakat, haturnuhun bapa aing".

Potongan vidio yang disampaikan kepala Desa Salawu Tatang Somantri viral Di Media Sosial.

Bahkan sejak di upload pada bulan oktober melalui Sosial Media tiktok, hingga kini sudah di tonton lebuh dari 500 kali.

Dalam Vidio utuh saat itu, Tatang atau yang akrab di panggil "si Kutang" atau Si Kuwu Tatang, terlihat sedang berada di area sentral pembuatan kerajinan yang berada di kampung Cikiray desa Salawu.

Di sekitarnya nampak beberapa orang warga sedang beraktifitas membuat aneka kerajinan berbahan bambu.

Saat di konfirmasi ke kantor bale desa Salawu "Si Kutang" Membenarkan atas apa yang ia sampaikan di vidio tersebut.

"Iyah itu memang saya, waktu lagi ngontrol ke sentral pembuatan kerajinan dikampung cikiray," kata Tatang.

Mengenai apa yang disampaikan pada vidio tersebut Tatang mengatakan, semua itu karena terdorong atas keprihatinan pemerintah desa terhadap masyarakat dilingkungan kampung cikiray.

"Masyarakat kampung cikiray itu, sejak nenek. Moyang dulu, bahkan dari jaman belanda, kehidupannya itu mengandalkan dari olahan kerajinan yang berbahan bambu." Kata Tatang.

Namun seiring berjalannya waktu, pohon bambu di kebun kebun bambu milik warga, yang menjadi bahan baku utama pembuatan kerajinan, makin hari semakin berkurang, bahkan nyaris punah.

"Memang ada ketidakseimbangan ya, antara pohon yang ditebang dengan pertumbuhan pohon. Dalam seminggu misalkan yang di tebang ada seratus pohon, sementara yang tumbuh kembali atau sirungnya untuk bisa sampai di tebang kembali itu membutuhkan waktu hampir setahun lebih," terangnya.

Saat ini, di wilayah kampung Cikiray sudah tinggal sedikit sekali pohon bambu yang siap tebang. Akibatnya banyak kebun kebun bambu Milik warga yang di biarkan kosong.

"Beberapa bulan lalu kami sudah melakukan pendataan pada beberapa kebun bambu milik warga yang sudah kosong tidak ada lagi pohon nya, dan total luas secara keseluruhannya ada 10 hektar," Kata Tatang.

Berkurangnya pohon mambu di kampung Cikiray, berdampak pada menurunnya jumlah produksi kerajinan tangan yang berbahan bambu.

Hal tersebut seperti yang yang diungkapkan Firman, salah seorang pengrajin anyaman bambu, untuk memenuhi kebutuhan bahan baku anyaman saat ini, banyak warga yang terpaksa membeli mambu dari luar daerah.

"Dengan terjadinya sulitnya bahan baku berupa bambu, memang berdampak pada adanya sedikit pengurangan jumlah produksinya, karena kita membeli bambunya dari luar daerah, sedangkan harganya memang diatas harga yang ada di cikiray, karena ada beban transport, tetapi karena terdesak kebutuhan bahan, bagi yang mampu mah ya terpaksa di beli saja," katanya.

Mengenai apa yang sampaikan kepala desa Salawu dalam vidio yang beredar di media sosial, banyak warga yang mendukungnya.

"Memang kenyataannya seperti itu, bagi warga cikiray mah, asal tersedia bambu, maka kehidupannya bisa sejahtera, karena satu kampung ini mah 90 persen, mata pencahariannya membuat kerajinan anyaman bambu" Kata warga. (Adj)

Si kutang
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Sopyan Saori
  • Website

Related Posts

OJK Tasikmalaya dan Pemkab Garut dorong ekosistem pembiayaan terintegrasi perluas akses keuangan petani kentang Garut

Agustus 7, 2026

Lewat program desa EKI, OJK Tasikmalaya bersama TPAKD Garut perkuat literasi keuangan

Agustus 5, 2026

JAECOO J5 EV x 347 Homebreaks x NMAA : Personalisasi yang Memperkuat Karakter The Real SUV EV

Agustus 4, 2026

50 Tahun Civic di Indonesia, Honda Tunjukkan Satu DNA yang Hidup Lintas Generasi

Agustus 2, 2026

Honda Tegaskan “Engineered for Driving Joy” sebagai Benang Merah Seluruh Lini dalam Semangat “Culture. Evolved.”

Agustus 1, 2026

Pantau pergerakan harga pangan, BI Tasikmalaya Luncurkan SINDANG PRIATIM

Juli 30, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Don't Miss
Daerah

Tasik Public Forum Soroti Rotasi dan Mutasi Pejabat Pemkab Tasikmalaya

By Sopyan SaoriAgustus 8, 2026

Desak.id | Tasik Public Forum menyoroti kebijakan rotasi dan mutasi pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten…

OJK Tasikmalaya dan Pemkab Garut dorong ekosistem pembiayaan terintegrasi perluas akses keuangan petani kentang Garut

Agustus 7, 2026

Polda Jabar tangkap pengunggah konten Provokasi di Media sosial

Agustus 6, 2026

OJK Tasikmalaya dan Polres Ciamis ungkap penipuan modus titip limit paylater, kerugian mencapai 500 juta

Agustus 6, 2026
Our Picks

Tasik Public Forum Soroti Rotasi dan Mutasi Pejabat Pemkab Tasikmalaya

Agustus 8, 2026

OJK Tasikmalaya dan Pemkab Garut dorong ekosistem pembiayaan terintegrasi perluas akses keuangan petani kentang Garut

Agustus 7, 2026

Polda Jabar tangkap pengunggah konten Provokasi di Media sosial

Agustus 6, 2026
New Comments
    About Us

    desak.id adalah portal berita independen yang berdiri sejak 2019, berkomitmen menyajikan informasi akurat, cepat, dan terpercaya kepada pembaca.

    Kami fokus pada liputan nasional, regional, teknologi, olahraga, hiburan dengan mengedepankan prinsip jurnalisme yang berimbang, faktual, dan bermanfaat.
    Email Us: redaksidesak@gmail.com
    Contact: +

    desak
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    © 2026 desak. Designed by Khanzaar.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.