Desak.id | Pelabelan Sekolah Manusia Unggulan (Maung) pada sekolah yang sudah memiliki kategori sekolah favorit di Kota Tasikmalaya dinilai terkesan dipaksakan.
Hal tersebut seperti yang diungkapkan Tatan Surahman, salah satu pengurus Fossma Tasikmalaya kepada media, Selasa 09 Juni 2026, melalui pesan singkat.
Tatan menilai kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi Blunder atas Pelabelan tersebut. “Intinya Kang Dedi sudah blunder,” ucapnya.
Menurutnya, Pelabelan Sekolah Maung kepada SMA N 1 dan SMKN 2 Kota Tasikmalaya sudah tidak perlu lagi, karena kedua sekolah tersebut memang sudah dikategorikan sekolah unggulan.
“Logikanya mau diunggulkan apa lagi, mereka sudah unggul kok, semua tahu SMA 1 sama SMKN 2 Kota Tasikmalaya itu sekolah favorit,” tambahnya.
Lebih lanjut, Tatan mengatakan, kalau memang gubernur Jabar ingin ada sekolah maung, bikinlah sekolah baru atau labeli sekolah negeri yang non favorit dengan Sekolah Maung lalu suruh bersaing.
“Misalkan SMAN 11 Tasik jadikan sekolah maung, kan lebih terang, logika sederhananya begitu kan. Bukan yang sudah Maung lalu dilabeli Maung. Aneh pan,” ujarnya.
Tatan berharap, KDM mau mengkaji ulang, kebijakan atau titah tersebut. Supaya sekolah yang lain yang belum menyandang predikat sekolah favorit bisa menjadi sekolah manusia unggulan. (***)












