Desak.id | Sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ekosistem pangan daerah, Bank Indonesia Tasikmalaya bersama Pemerintah Kabupaten Ciamis meresmikan Kantor Sekretariat Klaster Padi Pamarican.
Kehadiran sekretariat ini diharapkan menjadi pusat koordinasi pengembangan klaster yang mampu memperkuat kelembagaan petani, meningkatkan efisiensi pascapanen, memperkuat manajemen usaha tani, memperluas jejaring pemasaran, serta mendorong peningkatan nilai tambah komoditas padi di Kabupaten Ciamis.
Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Sekolah Lapang yang diikuti oleh 40 petani sebagai tindak lanjut kesepakatan Rapat Koordinasi TPIP–TPID Wilayah Jawa Tahun 2026.
Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas petani dalam menerapkan teknik budidaya yang adaptif terhadap perubahan iklim, memperkuat mitigasi risiko fenomena El Niño, serta meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen secara berkelanjutan.
Pengembangan Klaster Padi Pamarican merupakan bagian dari implementasi Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Sejahtera (GPIPS) yang diinisiasi Bank Indonesia.
Melalui pendekatan dari hulu hingga hilir, GPIPS mendorong peningkatan produktivitas, penguatan kelembagaan petani, efisiensi rantai pasok, serta penguatan konektivitas antardaerah.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu menjaga kesinambungan pasokan pangan, memperkuat ketahanan pangan daerah, sekaligus mendukung pengendalian inflasi secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, seluruh pemangku kepentingan mempertegas komitmen bersama untuk terus memperkuat sinergi dalam menjaga ketahanan pangan, meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani, serta memperkuat stabilitas harga di wilayah Priangan Timur.
Sinergi tersebut diharapkan tidak berhenti pada penyelenggaraan kegiatan seremonial, tetapi terus diwujudkan melalui program yang berkelanjutan, inovasi yang adaptif, serta kolaborasi yang semakin erat sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan perekonomian daerah.
Ke depan, Bank Indonesia Tasikmalaya akan terus memperkuat bauran kebijakan dan sinergi dengan Pemerintah Daerah melalui pengembangan klaster pangan, implementasi Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Sejahtera (GPIPS), serta penguatan koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas harga, memperkuat ketahanan pangan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi Priangan Timur yang semakin inklusif, tangguh, dan berkelanjutan. (***)

