Close Menu
desak
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Ragam
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Kriminal
    • Pendidikan
    • Peristiwa
    • Sosial
    • Politik
Facebook X (Twitter) Instagram
desakdesak
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Ragam
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Kriminal
    • Pendidikan
    • Peristiwa
    • Sosial
    • Politik
desak
Home»Pendidikan»Gelar Work Shop Bullying, KPAID Bersama PGRI Kabupaten Tasik Dorong Sekolah Ramah Anak
Pendidikan

Gelar Work Shop Bullying, KPAID Bersama PGRI Kabupaten Tasik Dorong Sekolah Ramah Anak

Sopyan SaoriBy Sopyan SaoriJanuari 20, 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter LinkedIn Telegram Pinterest Tumblr Reddit Email
Gelar Work Shop Bullying, KPAID Bersama PGRI Kabupaten Tasik Dorong Sekolah Ramah Anak
Gelar Work Shop Bullying, KPAID Bersama PGRI Kabupaten Tasik Dorong Sekolah Ramah Anak
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Tasikmalaya, intiraya | Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Tasikmalaya menggelar Work Shop Bullying dengan tema “Antisipasi, Refresif dan Solusi” di Gedung PGRI Tasikmalaya, Senin, 20 Januari 2025.

Sekitar 877 guru dan kepala sekolah se-Kabupaten Tasikmalaya mengikuti kegiatan tersebut. Unang Aripin, ketua pelaksana, mengatakan, Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan sekolah ramah anak.

“Kami PGRI Kabupaten Tasikmalaya kerja sama dengan KPAI Kabupaten Tasikmalaya memberikan pemahaman terkait bagaimana menangani perundungan,” kata Unang.

Sementara itu, Sekretaris Umum PGRI Kabupaten Tasikmalaya, H Ade Dasmana, mengungkapkan perundungan masih ditemukan meski skalanya kecil, namun sudah bisa diseleisaikan langsung oleh pihak sekolah.

Namun dalam hal ini, Ade mengatakan, para tenaga pendidik harus memahami bagaimana mencegah, mengatasi, dan solusinya jika ada perundungan di sekolah.

“Guru dan kepala sekolah harus memahami bagaimana menyikapi dan menangani serta dapat mencegah persoalan bullying. Terlebih dengan hadirnya teknologi menjadi sebuah tantangan,” kata Ade di Kantor PGRI Kabupaten Tasikmalaya.

Lebih lanjut, Ade mngatakan, perundungan tidak hanya terjadi pada anak, tetapi juga menyasar tenaga pendidik.

Untuk itu, PGRI mendorong pemerintah pusat untuk membuat regulasi perlindungan guru dalam melaksanakan tugasnya di sekolah.

“Persoalan perundungan ini kami melihat tak hanya anak jadi korbannya, ada juga guru. Maka dari itu, PGRI mendorong pemerintah pusat agar segera mengeluarkan undang-undang perlindungan guru. Intinya hak dan kewajiban guru terlindungi,” tambah Ade.

Sekolah Ramah Anak

Ketua KPAI Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto, mengatakan pihaknya terus berupaya hadirkan sekolah ramah anak tanpa perundungan dan tindak asusila.

“Ini tujuannya ramah anak berarti siswanya terlindungi dan gurunya ternaungi dari hal-hal negatif,” terang Ato.

Diketahui, kebanyaakan tenaga pendidik banyak yang belum memahami penanganan perundungan dan kekerasan seksual pada anak.

“Sekolah ramah anak itu tujuanya anak yang dilindungi dan gurunya ternaungi. Artinya guru bisa saja jadi korban bullying tidak hanya menyasar anak saja,” ujar Ato Rinanto.

Untuk itu, Ato menegaskan, KPAI akan terus berkonsentrasi menyelesaikan kasus perundungan maupun kekerasan seksual di lingkungan pendidikan.

“Awal tahun 2025 Kabupaten Tasikmalaya digemparkan dengan kasus asusila, bahkan sudah ada lima kasus di kabupaten Tasikmalaya dan dua kasus di Kota Tasikmalaya yang korbanya warga Kabupaten Tasikmalaya. Ini menjadi konsentrasi dan pekerjaan rumah bersama agar semuanya bersinergi menangani permasalahan ini,” pungkasnya. (***)

bullying kpaid tasikmalaya pgri kabupaten tasikmalaya
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Sopyan Saori
  • Website

Related Posts

Bersaing dengan ratusan mahasiswa, siswa SMP kelas 9 raih juara tiga lomba Garuda hack tingkat nasional

Juli 18, 2026

SMK PK Riadhul Hikmah, Lahirkan Siswa Berprestasi dan Berahlakul Karimah

Juli 18, 2026

SMPN 2 Puspahiang kembangkan potensi siswa untuk lebih maju dan berprestasi 

Juli 16, 2026

Akhirnya Malik Diterima Sekolah di SDN Sindanggalih Kota Tasikmalaya

Juli 7, 2026

Dapat Dukungan Orang Tua Siswa, Perpisahan SMPN 1 Sukarame Berlangsung Meriah

Juni 11, 2026

Dari Iseng Gambar Kuda Pony, Akhirnya Meraih Prestasi Juara 

Juni 10, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Don't Miss
Daerah

Tasik Public Forum Soroti Rotasi dan Mutasi Pejabat Pemkab Tasikmalaya

By Sopyan SaoriAgustus 8, 2026

Desak.id | Tasik Public Forum menyoroti kebijakan rotasi dan mutasi pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten…

OJK Tasikmalaya dan Pemkab Garut dorong ekosistem pembiayaan terintegrasi perluas akses keuangan petani kentang Garut

Agustus 7, 2026

Polda Jabar tangkap pengunggah konten Provokasi di Media sosial

Agustus 6, 2026

OJK Tasikmalaya dan Polres Ciamis ungkap penipuan modus titip limit paylater, kerugian mencapai 500 juta

Agustus 6, 2026
Our Picks

Tasik Public Forum Soroti Rotasi dan Mutasi Pejabat Pemkab Tasikmalaya

Agustus 8, 2026

OJK Tasikmalaya dan Pemkab Garut dorong ekosistem pembiayaan terintegrasi perluas akses keuangan petani kentang Garut

Agustus 7, 2026

Polda Jabar tangkap pengunggah konten Provokasi di Media sosial

Agustus 6, 2026
New Comments
    About Us

    desak.id adalah portal berita independen yang berdiri sejak 2019, berkomitmen menyajikan informasi akurat, cepat, dan terpercaya kepada pembaca.

    Kami fokus pada liputan nasional, regional, teknologi, olahraga, hiburan dengan mengedepankan prinsip jurnalisme yang berimbang, faktual, dan bermanfaat.
    Email Us: redaksidesak@gmail.com
    Contact: +

    desak
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    © 2026 desak. Designed by Khanzaar.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.