Desak.id | Sebagai ruang pelayanan publik di bidang kesehatan, RSUD KHZ Musthafa Kabupaten Tasikmalaya (RSHZ) berpotensi menjadi instansi yang menghasilkan timbulan limbah paling besar setelah pasar dan tempat- tempat umum lainnya.
Menurut pencatatan data timbulan sampah RSUD KHZ Musthafa dalam satu bulan bisa mencapai ratusan kilogram. Akan tetapi hal tersebut tidak menjadi halangan rumah sakit untuk tetap bersemangat dalam menjalankan target dari kabupaten mengenai upaya “Tasik Hejo” dan target “ Zero Waste” dari Pemprov Jawa Barat.
Ditengah permasalahan timbunan sampah yang sedang hangat pada banyak wilayah, justru Tenaga Sanitasi Lingkungan (TSL) di RSUD KHZ Musthafa menjadikan pengelolaan sampah menjadi tantangan tersendiri sehingga memunculkan inovasi-inovasi yang mampu mengubah Paradigma.
Menghadirkan Manfaat Dari Sampah Menjadi Berkah Melalui Inovasi Berkelanjutan Fokus kegiatan yang dilakukan TSL di RSHZ ini adalah Pengamanan, Pengelolaan, dan pemanfaatan agar terciptanya keamanan dan kenyamanan di lingkungan rumah sakit.
Beberapa upaya inovasi yang terdapat di RSHZ dalam pengamanan dan pengelolaan sampah terutama sampah domestik atau yang biasa disebut sampah rumah tangga meliputi pemilahan sampah, pembuatan kompos, dan pembuatan cairan organik “Eco Enzyme”.
Dengan begitu pihak rumah sakit bisa mengubah sampah domestik dari barang yang tidak berguna menjadi suatu barang bernilai ekonomis dan berpotensi besar memberi dampak positif khususnya di lingkungan rumah sakit.
Salah satu contoh ril pelaksanaan inovasi pemanfaatan sampah domestik terutama yang bersifat organik di RSHZ adalah komposting dan pembuatan cairan “Eco Enzyme”.
Inovasi ini didasari dari hasil analisa Tim TSL di RSHZ bahwa setiap harinya sampah organik berupa daun- daun, sisa makanan, sisa kulit buah dan sayur cukup tinggi.
Pernyataan itu dapat buktikan dari hasil pencatatan timbulan sampah organik sisa kulit buah dan sisa sayuran dari instalasi gizi saja bisa mencapai 20-30 kg/hari.
“Sampah organik dari instalasi gizi dapat kami manfaatkan salah satunya untuk membuat Eco-Enzyme,” Ucap Donni Pujiyono, Tenaga Sanitasi Lingkungan RSUD KHZ Musthafa saat ditemui.
Ia menerangkan, Eco Enzyme adalah hasil sebuah proses Fermentasi sederhana sisa kulit buah dan sisa sayuran, air dan Molase selama 3 bulan.
Tujuan fermentasi itu adalah untuk menghasilkan asam organik/ asam asetat yang memiliki sifat anti septik untuk dijadikan produk kebersihan.
“Dengan membuat Eco Enzyme ini maka otomatis sedikitnya bisa menbantu meringankan timbulan sampah yang ada di tempat sampah pembuangan Sampah (TPS) RSHZ serta dapat mengefisiensikan anggaran belanja bahan kebersihan mencapai jutaan rupiah.” tambahnya.
Tak berhenti pada cairan Eco Enzyme, Donni Pujiyono dan tim Inovasi Sanitasi RSHZ juga melakukan percobaan produk turunan dari eco enzyme yaitu cairan karbol pembersih lantai yang diberi nama “EMBOL”.
Embol diproduksi dengan mencampurkan bahan dasar eco enzyme dengan beberapa bahan lainnya hingga menjadi Karbol siap pakai bernilai ekonomis yang mampu bersaing dengan produk komersil lainya.
Setelah Embol diproduksi diketahui tim inovasi Sanitasi RSHZ melakukan beberapa tahap uji coba mulai dari uji fisik mandiri hingga uji laboratorium di laboratorium yang terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN).

Sesuai harapan Tim Inovasi Sanitasi RSHZ, ternyata hasil pemeriksaan laboratorium menunjukan bahwa Embol efektif dalam menurunkan angka total kuman pada lantai yang diberi perlakuan untuk di uji coba.
Percobaan Terhadap EMBOL yang terbilang cukup berhasil di RSUD KHZ Musthafa ini telah mengantarkan Donni Pujiyono sebagai Peringkat Ketiga ASN Berprestasi Kabupaten Tasikmalaya kategori Inovasi dengan pembahasan berjudul “Inovasi Cairan Pembersih Lantai Eco Enzyme “ECO ENZYME KARBOL (EMBOL)”
“Karbol pembersih lantai berbahan dasar eco enzyme (EMBOL) ini sudah kami coba fungsikan di Rumah Sakit ini selama kurang lebih 6 bulan, dan hasilnya alhamdulilah tidak kalah dengan produk- produk toko yang selama ini sering kami gunakan” ujar Sriyani sebagai kepala instalasi sanitasi sebagai atasan langsung Donni saat mendampingi wawancara ini dengan penuh bangga.
Kepala Seksi Penunjang Non Klinik RSUD KHZ Musthafa ibu Vinna Puspitawaty, S.KM., M.Si , M.M menambahkan kedepannya RSUD KHZ Musthafa akan menjadikan EMBOL sebagai produk kebanggan dari RSUD KHZ Musthafa dan salah satu produk unggulan Kabupaten Tasikmalaya yang mampu bersaing di pasaran.
Selain itu beliau juga mengatakan bahwa harapan kedepannya produk ini bisa diedarkan secara luas salah satunya seperti ke instansi pemerintah di lingkungan kabupaten tasikmalaya, dan juga kepada masyarakat.
Sementara itu Direktur RSUD KHZ Musthafa dr. hj. Eli Hendalia, M. H. Kes menyampaikan Terima kasih atas keberhasilan Donni Pujiyono sebagai karyawan yang meraih penghargaan ASN Berprestasi Tingkat Kabupaten Tasikmalaya tahun 2026 dan Tim Inovasi Sanitasi untuk menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi rumah sakit.
“Selain itu saya juga mengucapkan banyak terimakasih atas apresiasi dari bapak bupati dan juga Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya telah memberi respon positif pada hasil inovasi karyawan kami dibagian sanitasi, yang telah berhasil mengubah sampah sampah rumah sakit menjadi sebuah produk karbol pembersih lantai yang dinamakan EMBOL”. Kata Hj Eli. (Adj)

