Desak.id | Anggota Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya, Kepler Sianturi mendesak Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya untuk menyesuaikan luas Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) untuk segera direalisasikan.
Menurutnya, langkah ini dinilai krusial guna menekan potensi hilangnya lahan sawah produktif di tengah pesatnya pembangunan perkotaan.
Penyesuaian LP2B tersebut rencananya akan diintegrasikan dalam revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) serta Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).
Ia menegaskan pentingnya percepatan proses ini. Namun, ia juga mengingatkan agar kajian yang dilakukan tidak asal-asalan demi mencegah berlanjutnya alih fungsi lahan.
“Penyesuaian peraturan ini harus segera diselesaikan. Jangan sampai terlalu lama karena bisa jadi lahannya sudah habis digunakan untuk pembangunan,” tegasnya.
Kawasan Produktif Mulai Tergerus Pembangunan
Menurut Kepler, maraknya alih fungsi lahan saat ini sudah mengancam sejumlah kawasan pertanian produktif di Kota Tasikmalaya.
Beberapa wilayah yang menjadi perhatian serius antara lain Kawasan Tawang dan Koridor Jalan Mashudi (Kecamatan Cibeureum).
Kedua wilayah tersebut dinilai masih sangat produktif dan seharusnya dilindungi melalui kebijakan LP2B yang presisi agar fungsi agrarisnya tidak lenyap.
Penyesuaian Berdasarkan Regulasi Pusat
Langkah penyesuaian LP2B ini mengacu pada regulasi terbaru dari pemerintah pusat tertuang dalam Surat Edaran Bersama Menteri ATR/BPN dan Menteri Dalam Negeri yang mengatur proyeksi luas LP2B sebesar 87% dari total luas baku sawah di tiap daerah.
Status Angka LP2B Kota Tasikmalaya Luas / Acuan Saat Ini (Perda Eksisting) 855,39 Hektare Proyeksi Regulasi Baru~87% dari Luas Baku Sawah Menjaga Keseimbangan Pembangunan & Ketahanan Pangan
Kepler memungkasi bahwa penetapan LP2B bukan sekadar formalitas angka, melainkan instrumen strategis. Pemkot Tasikmalaya dituntut cermat dalam menyeimbangkan antara perlindungan lahan pangan dan arah ekspansi tata ruang kota.
“Jangan sampai ambisi pembangunan daerah justru mengorbankan ketahanan pangan di masa depan,” tegasnya. (***)

