Close Menu
desak
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Ragam
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Kriminal
    • Pendidikan
    • Peristiwa
    • Sosial
    • Politik
Facebook X (Twitter) Instagram
desakdesak
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Ragam
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Kriminal
    • Pendidikan
    • Peristiwa
    • Sosial
    • Politik
desak
Home»Berita»Daerah»MBG Gagal, Koperasi Dipaksakan, Riswara : Sampai Kapan Rakyat Menjadi Kelinci Percobaan Kebijakan?
Daerah

MBG Gagal, Koperasi Dipaksakan, Riswara : Sampai Kapan Rakyat Menjadi Kelinci Percobaan Kebijakan?

Sopyan SaoriBy Sopyan SaoriJuni 20, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter LinkedIn Telegram Pinterest Tumblr Reddit Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Desak.id | Publik belum lupa bagaimana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipromosikan sebagai solusi besar bagi persoalan gizi nasional. Namun yang terjadi justru sebaliknya.

Program yang menghabiskan anggaran sangat besar itu diwarnai berbagai polemik, mulai dari persoalan distribusi, efektivitas pelaksanaan, dugaan pemborosan anggaran, hingga berujung pada penetapan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) dan dua mantan wakil kepala BGN sebagai tersangka dugaan korupsi tata kelola MBG oleh Kejaksaan Agung.

Alih-alih melakukan evaluasi total dan mempertanggungjawabkan kegagalan tersebut kepada publik, pemerintah kini kembali mendorong program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) secara masif.

Apa jaminan KDMP tidak akan bernasib sama seperti MBG?

Masyarakat desa membutuhkan akses permodalan, pasar yang adil, pupuk yang terjangkau, lapangan kerja, dan perlindungan terhadap hasil produksi mereka.

Yang dibutuhkan adalah penguatan ekonomi rakyat dari bawah, bukan pembentukan lembaga baru yang berpotensi menjadi instrumen politik dan proyek anggaran berskala besar.

Lebih memprihatinkan lagi, KDMP diluncurkan di tengah berbagai persoalan nasional yang belum terselesaikan.

Gelombang PHK masih menghantui pekerja, daya beli masyarakat terus melemah, harga kebutuhan pokok belum stabil, korupsi terus berulang di berbagai sektor, sementara kepercayaan publik terhadap institusi negara mengalami kemunduran.

Riswara Nugroho Sekretaris Bidang Advokasi PC PMII Kota Tasik, menilai, dalam situasi seperti ini, pemerintah seharusnya fokus membenahi tata kelola dan memastikan uang rakyat digunakan secara efektif, bukan terus melahirkan proyek-proyek baru yang minim evaluasi.

“Sejarah telah mengajarkan bahwa koperasi tidak bisa dibangun melalui instruksi kekuasaan. Koperasi tumbuh dari partisipasi, kebutuhan, dan kemandirian masyarakat,” terangnya.

Menurutnya, Ketika koperasi dijadikan program politik yang dipaksakan dari atas, yang lahir sering kali bukan kemandirian ekonomi rakyat, melainkan ketergantungan terhadap negara dan pemborosan anggaran.

“Karena itu, kami menuntut pemerintah membuka secara transparan seluruh skema pendanaan, tata kelola, pengawasan, serta potensi risiko KDMP kepada publik,” tambahnya.

Lebih lanjut Riswara mengatakan, Jangan sampai rakyat kembali disuguhi janji kesejahteraan, tetapi pada akhirnya hanya menyaksikan pengulangan pola lama: program besar, anggaran besar, korupsi besar, dan manfaat yang kecil.

Jika MBG yang digadang-gadang sebagai program unggulan saja berakhir dengan dugaan korupsi di tingkat pimpinan, maka publik memiliki alasan yang kuat untuk meragukan KDMP.

“Pemerintah harus menjawab keraguan itu dengan transparansi dan akuntabilitas, bukan sekadar propaganda dan seremoni,” pungkasnya. (***)

MBG
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Sopyan Saori
  • Website

Related Posts

Tasik Public Forum Soroti Rotasi dan Mutasi Pejabat Pemkab Tasikmalaya

Agustus 8, 2026

9 pesan ulama untuk Kapolresta Tasikmalaya yang baru

Agustus 6, 2026

Ormas BBC Tegaskan Komitmen Transformasi Sosial di Hari Jadi ke-20

Agustus 2, 2026

Ultimatum pemilik tempat karaoke di Tasikmalaya, AMT : patuhi hukum atau hentikan aktivitas?

Agustus 1, 2026

Gelar Raker, DPC HIPKI Kota Tasikmalaya Suarakan Tantangan LKP ke Kadisdik

Juli 31, 2026

PLN dan DPRD salurkan bantuan listrik kepada PAUD Harapan Jaya

Juli 30, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Don't Miss
Daerah

Tasik Public Forum Soroti Rotasi dan Mutasi Pejabat Pemkab Tasikmalaya

By Sopyan SaoriAgustus 8, 2026

Desak.id | Tasik Public Forum menyoroti kebijakan rotasi dan mutasi pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten…

OJK Tasikmalaya dan Pemkab Garut dorong ekosistem pembiayaan terintegrasi perluas akses keuangan petani kentang Garut

Agustus 7, 2026

Polda Jabar tangkap pengunggah konten Provokasi di Media sosial

Agustus 6, 2026

OJK Tasikmalaya dan Polres Ciamis ungkap penipuan modus titip limit paylater, kerugian mencapai 500 juta

Agustus 6, 2026
Our Picks

Tasik Public Forum Soroti Rotasi dan Mutasi Pejabat Pemkab Tasikmalaya

Agustus 8, 2026

OJK Tasikmalaya dan Pemkab Garut dorong ekosistem pembiayaan terintegrasi perluas akses keuangan petani kentang Garut

Agustus 7, 2026

Polda Jabar tangkap pengunggah konten Provokasi di Media sosial

Agustus 6, 2026
New Comments
    About Us

    desak.id adalah portal berita independen yang berdiri sejak 2019, berkomitmen menyajikan informasi akurat, cepat, dan terpercaya kepada pembaca.

    Kami fokus pada liputan nasional, regional, teknologi, olahraga, hiburan dengan mengedepankan prinsip jurnalisme yang berimbang, faktual, dan bermanfaat.
    Email Us: redaksidesak@gmail.com
    Contact: +

    desak
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    © 2026 desak. Designed by Khanzaar.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.