Komunitas Peduli Lingkungan Hidup akan Hijaukan Masjid se Kota Tasikmalaya dengan Tanam 2.000 Pohon    •     Kpw BI Tasikmalaya dan Pemkab Ciamis Perkuat Ekonomi Syariah dan UMKM Halal lewat  JAZIRAH x CCE 2026    •     Gelar Kelulusan, Kepala Madrasah MTSs Riyadlurohmah Berpesan Jaga Nama Baik Diri, Keluarga dan Almamater    •     Sukses Bangun Citra Tanggung Jawab Sosial, JNE Raih Indonesia CSR Brand Equity Awards 2026    •     OJK Tasikmalaya Ajak Organisasi Kepemudaan Waspadai Judol dan Pinjol Ilegal    •     Berdayakan Peternak Lokal, OJK Tasikmalaya Gulirkan Program BEREHAN    •     Pererat Silaturahmi Alumni SMANDA Angkatan 99 Melalui Reuni Perak +2    •     KPU Kota Tasikmalaya bersama Pemkab Tasikmalaya Sepakati Penggunaan Asset Pemda Tanpa Biaya Sewa    •     Perkuat Organisasi, MPC PP Kota Tasikmalaya Gelar Konsolidasi dengan PAC    •     Aksi Sosial Akbar Lintas Sektor Ciptakan Kebahagian Ribuan Warga Tasikmalaya    •     Penyakit Masyarakat Masih Marak, AMT Nilai Satpol-PP Kota Tasikmalaya Mati Suri    •     Karang Taruna Kabupaten Tasikmalaya Sembelih Sapi Kurban, Wujud Syukur Atas Nikmat Sehat    •     Peringati Hari Kebangkitan Nasional, Kodim 0612/Tasikmalaya Bersama OJK Deklarasi Tolak Judi Online dan Aktivitas Keuangan Ilegal    •     Disnaker Kota Tasikmalaya Dukung Penuh Sertifikasi Kompetensi Memasak Bagi Relawan MBG    •     Buah Konsistensi, Mohamad Feriadi Soeprapto Raih Indonesia Best 50 CEO Awards 2026    •    
Hiburan

Sejumlah Ormas Islam Kota Tasikmalaya Tolak Konser HINDIA di Tasikmalaya, ini Alasannya

×

Sejumlah Ormas Islam Kota Tasikmalaya Tolak Konser HINDIA di Tasikmalaya, ini Alasannya

Sebarkan artikel ini
KAHMI Tasikmalaya Minta Ketegasan Walikota Redam Polemik Konser HINDIA di Tasikmalaya
Baskara Putra saat tampil bersama .Feast di Joyland Festival, November 2024./wikipedia

Tasikmalaya, desak.id/ | Konser HINDIA yang digawangi Baskara Putra, yang akan digelar di Kota Tasikmalaya, mendapat penolakan dari beberapa tokoh dan organisasi massa islam Kota Tasikmalaya.

Aksi penolakan tersebut disampaikan melalui audiensi dengan pihak Kepolisian Resort Kota Tasikmalaya, Kamis 10 Juli 2025, di Mapolres Tasikmalaya Kota.

Yogi yogaswara SH, Ketua Tim Advokasi Almumtaz, mengungkapkan 5 poin penolakan konser musik berbau Okultisme. Menurutnya, konser musik berbasis worldview Satanic, meski tanpa simbol dan lirik.

Berikut Lima poin alasan penolakan konser tersebut.

1. Worldview Tak Bisa Dinetralisir

Menurut Yogi, Musik bukan sekadar hiburan. Ia adalah ekspresi ruh & ideologi. Kalau ruh penciptanya adalah kufr (satanic), maka seluruh performa tetap pancarkan nilai kufr meski tanpa simbol.

"Menghapus simbol bukan berarti menghapus ruh. Mengundang mereka sama dengan membuka pintu wasilah kekufuran," terangnya.

2. Syubhat Lebih Berbahaya dari Haram Terang-Terangan

Mengutip Hadist Riwayat Bukhari – Muslim,“Barangsiapa jatuh dalam syubhat, maka ia jatuh dalam haram.”

Yogi menilai, Konser ini bukan netral. Tapi syubhat ideologis.Bungkusnya hiburan, isinya normalisasi kufr. Lama-lama umat kebal terhadap maksiat.

"Ini adalah strategi tadarruj iblisi (penyesatan bertahap)," tambahnya.

E. Musik sama dengan Media Penanaman Ruh dan Akidah

Dari Ibn Sina, musik bentuk maqam ruh.
Musik bukan netral.

"Jika berasal dari ruh kufr, maka pengaruhnya tetap racun — meski tanpa kata. Racun dalam gelas kristal tetap racun," tegasnya.

4. Melanggar Maqashid Syariah

Yogi mengungkapkan, dalam pelaksanaan konser musik tersebut, ada Dua maqashid syariah utama dilanggar yakni :

✅ Ḥifẓ ad-Dīn — Agama tergadaikan oleh ideologi musuh.
✅ Ḥifẓ al-‘Aql — Akal masyarakat dibius oleh narasi toleransi semu.

"Ini bukan ekspresi seni, tapi infiltrasi nilai," ucapnya.

5. Simbol Bisa Disembunyikan, Tapi Ruh Tidak

Yogi menjelaskan, Janji dalam bermusik“tak akan tampil satanik”adalah taqiyyah iblisiyyah yakni Taktik untuk masuk lewat pintu estetika.

"Tipu daya syaitan itu lemah…”ujar Yogi menukil dari ayat (QS An-Nisa: 76) bagi yang waspada. Tapi mematikan bagi yang permisif," ujarnya.

Melalui keterangan tersebut dengan lima alasan penolakan yang dipaparkan, Yogi menegaskan Konser ini WAJIB DITOLAK, karena:

1. Worldview kufr tidak bisa dinetralisir.
2. Musik = ekspresi ruh & nilai.
3. Syubhat lebih berbahaya dari haram terbuka.
4. Melanggar maqashid syariah (agama & akal).
5. Ini siasat pembiusan ideologis yang halus.

"Menolak konser ini sama dengan Muqawamah Aqidiyah. Sedangkan Membiarkannya sama dengan Membuka pintu penyusupan nilai kufr ke dalam hati umat," tandasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *