Komunitas Peduli Lingkungan Hidup akan Hijaukan Masjid se Kota Tasikmalaya dengan Tanam 2.000 Pohon    •     Kpw BI Tasikmalaya dan Pemkab Ciamis Perkuat Ekonomi Syariah dan UMKM Halal lewat  JAZIRAH x CCE 2026    •     Gelar Kelulusan, Kepala Madrasah MTSs Riyadlurohmah Berpesan Jaga Nama Baik Diri, Keluarga dan Almamater    •     Sukses Bangun Citra Tanggung Jawab Sosial, JNE Raih Indonesia CSR Brand Equity Awards 2026    •     OJK Tasikmalaya Ajak Organisasi Kepemudaan Waspadai Judol dan Pinjol Ilegal    •     Berdayakan Peternak Lokal, OJK Tasikmalaya Gulirkan Program BEREHAN    •     Pererat Silaturahmi Alumni SMANDA Angkatan 99 Melalui Reuni Perak +2    •     KPU Kota Tasikmalaya bersama Pemkab Tasikmalaya Sepakati Penggunaan Asset Pemda Tanpa Biaya Sewa    •     Perkuat Organisasi, MPC PP Kota Tasikmalaya Gelar Konsolidasi dengan PAC    •     Aksi Sosial Akbar Lintas Sektor Ciptakan Kebahagian Ribuan Warga Tasikmalaya    •     Penyakit Masyarakat Masih Marak, AMT Nilai Satpol-PP Kota Tasikmalaya Mati Suri    •     Karang Taruna Kabupaten Tasikmalaya Sembelih Sapi Kurban, Wujud Syukur Atas Nikmat Sehat    •     Peringati Hari Kebangkitan Nasional, Kodim 0612/Tasikmalaya Bersama OJK Deklarasi Tolak Judi Online dan Aktivitas Keuangan Ilegal    •     Disnaker Kota Tasikmalaya Dukung Penuh Sertifikasi Kompetensi Memasak Bagi Relawan MBG    •     Buah Konsistensi, Mohamad Feriadi Soeprapto Raih Indonesia Best 50 CEO Awards 2026    •    
Daerah

Angga Yogaswara Kritisi Kebijakan Pemerintah yang Masih Memarginalkan Orang Pinggiran

×

Angga Yogaswara Kritisi Kebijakan Pemerintah yang Masih Memarginalkan Orang Pinggiran

Sebarkan artikel ini

Tasikmalaya, desak.id/ | Anggota DPRD Kota Tasikmalaya, dari Fraksi PKB, Angga Yogaswara, mengomentari terkait kebijakan pemerintah yang masih memarginalkan orang orang pinggiran.

Seperti contoh program nasional Makanan Bergizi Gratis (MBG). Meski dia mengapresiasi program MBG, namun menurutnya masih ada orang orang pinggiran yang belum tersentuh.

"Untuk program MBG bagus sudah sesuai dan tepat sasaran, namun masih ada yang belum tersentuh," terang Angga usai meresmikan Dapur MBG Sri Ratu Cipta Mandiri di Tamansari, Sabtu 13 September 2025.

Menurut Angga, masih banyak anak anak yang putus sekolah atau bahkan tidak meneruskan sekolahnya ke jenjang berikutnya, lalu banting tulang mengais rejeki seperti jadi pengemis atau pengamen di stopan stopan belum sepenuhnya tersentuh program.

"Ya semestinya program program pemerintah juga harus melindungi dan juga memperdulikan mereka yang bisa dikatakan orang pinggiran karena tidak tersentuh bantuan dan perhatian," tambahnya.

Salah satu kasus yang ditemui, mereka yang hidup di jalanan dan terpinggirkan lanjut Angga, belum memiliki identitas atau Adminduk.

"Salah satunya itu, administrasi nya terkadang mereka kebanyakan belum memiliki, karena pintu dari perhatian pemerintah ya salah satunya Adminduk itu, jadi mohon juga diperhatikan," ucap Angga.

Angga mengaku, sepenuhnya dirinya mendukung program dan kebijakan pemerintah baik yang sudah dilaksanakan maupun yang akan.

Hanya saja menurutnya harus merata, semua harus kebagian meski mungkin dengan program dan kebijakan yang berbeda.

"Karena semua masyarakat berhak dapat perhatian dan pelayanan dari pemerintah baik pusat maupun daerah," tutupnya. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *