Komunitas Peduli Lingkungan Hidup akan Hijaukan Masjid se Kota Tasikmalaya dengan Tanam 2.000 Pohon    •     Kpw BI Tasikmalaya dan Pemkab Ciamis Perkuat Ekonomi Syariah dan UMKM Halal lewat  JAZIRAH x CCE 2026    •     Gelar Kelulusan, Kepala Madrasah MTSs Riyadlurohmah Berpesan Jaga Nama Baik Diri, Keluarga dan Almamater    •     Sukses Bangun Citra Tanggung Jawab Sosial, JNE Raih Indonesia CSR Brand Equity Awards 2026    •     OJK Tasikmalaya Ajak Organisasi Kepemudaan Waspadai Judol dan Pinjol Ilegal    •     Berdayakan Peternak Lokal, OJK Tasikmalaya Gulirkan Program BEREHAN    •     Pererat Silaturahmi Alumni SMANDA Angkatan 99 Melalui Reuni Perak +2    •     KPU Kota Tasikmalaya bersama Pemkab Tasikmalaya Sepakati Penggunaan Asset Pemda Tanpa Biaya Sewa    •     Perkuat Organisasi, MPC PP Kota Tasikmalaya Gelar Konsolidasi dengan PAC    •     Aksi Sosial Akbar Lintas Sektor Ciptakan Kebahagian Ribuan Warga Tasikmalaya    •     Penyakit Masyarakat Masih Marak, AMT Nilai Satpol-PP Kota Tasikmalaya Mati Suri    •     Karang Taruna Kabupaten Tasikmalaya Sembelih Sapi Kurban, Wujud Syukur Atas Nikmat Sehat    •     Peringati Hari Kebangkitan Nasional, Kodim 0612/Tasikmalaya Bersama OJK Deklarasi Tolak Judi Online dan Aktivitas Keuangan Ilegal    •     Disnaker Kota Tasikmalaya Dukung Penuh Sertifikasi Kompetensi Memasak Bagi Relawan MBG    •     Buah Konsistensi, Mohamad Feriadi Soeprapto Raih Indonesia Best 50 CEO Awards 2026    •    
Daerah

Nyaris keracunan !!! Diberikan Menu yang Bau Menyengat, Para Guru SMK Sigap Larang Makan MBG

×

Nyaris keracunan !!! Diberikan Menu yang Bau Menyengat, Para Guru SMK Sigap Larang Makan MBG

Sebarkan artikel ini

Tasikmalaya, desak.id/ | Trend dengan adanya kasus keracunan dibeberapa tempat akibat menu yang sudah kadaluarsa dan tak bergizi, membuat para guru disetiap sekolah menjadi cukup khawatir.

Ini juga yang terjadi di SMK Nurussalam Salopa Kabupaten Tasikmalaya, yang sudah 4 kali terkirim jatah MBG dari SPPG wilayah Salopa.

Saat pengiriman pertama menurut kepala sekolah Dedi ZM, menunya luar biasa bahkan tak sedikit anak anak yg menghabiskan menu yang di kirim MBG dalam rangka launching yang dihadiri sejumlah unsur Muspika Salopa.

Namun saat pengiriman kedua dan ketiga baru porsi menunya menurun dan terkesan seadanya.

Puncaknya pada Jum'at 26 September 2025, usai mengelar program jumat mengaji di sekolahnya, sejumlah siswapun disiapkan untuk mengambil jatah makanan masing masing, belum terkirim ke semua kelas.

Para guru dikagetkan dengan keluhan anak anaknya yang mengatakan bahwa telurnya bau busuk. Saat di cek ternyata benar, dengan sigap para guru langsung mengumpulkan kembali piring seng MBG untuk dikembalikan.

"Saya minta untuk guru piket segera mengambil sikap untuk mengumpulkan makanan yang belum tersebar, karena memang iya pak setelah kami cek, baunya cukup menyengat jadi menjaga hal yang tidak kita inginkan ya kita kembalikan," ujar Dedi ZM saat di konfirmasi redaksi melalui saluran androidnya.

"Anak anak hanya bisa minum susu dan jeruk saja, makanannya ga dimakan karena kami larang," ujar salah seorang guru piket.

Adapun salah seorang SPPG di dapur tersebut menegaskan bahwa masakan dimasak dari mulai pukul 2 malam, untuk mengejar target 3000 layanan dan agar tidak mubajir sisa telor yang adapun dimasak, krena pihak dapur belum sempat membeli daging. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *