Komunitas Peduli Lingkungan Hidup akan Hijaukan Masjid se Kota Tasikmalaya dengan Tanam 2.000 Pohon    •     Kpw BI Tasikmalaya dan Pemkab Ciamis Perkuat Ekonomi Syariah dan UMKM Halal lewat  JAZIRAH x CCE 2026    •     Gelar Kelulusan, Kepala Madrasah MTSs Riyadlurohmah Berpesan Jaga Nama Baik Diri, Keluarga dan Almamater    •     Sukses Bangun Citra Tanggung Jawab Sosial, JNE Raih Indonesia CSR Brand Equity Awards 2026    •     OJK Tasikmalaya Ajak Organisasi Kepemudaan Waspadai Judol dan Pinjol Ilegal    •     Berdayakan Peternak Lokal, OJK Tasikmalaya Gulirkan Program BEREHAN    •     Pererat Silaturahmi Alumni SMANDA Angkatan 99 Melalui Reuni Perak +2    •     KPU Kota Tasikmalaya bersama Pemkab Tasikmalaya Sepakati Penggunaan Asset Pemda Tanpa Biaya Sewa    •     Perkuat Organisasi, MPC PP Kota Tasikmalaya Gelar Konsolidasi dengan PAC    •     Aksi Sosial Akbar Lintas Sektor Ciptakan Kebahagian Ribuan Warga Tasikmalaya    •     Penyakit Masyarakat Masih Marak, AMT Nilai Satpol-PP Kota Tasikmalaya Mati Suri    •     Karang Taruna Kabupaten Tasikmalaya Sembelih Sapi Kurban, Wujud Syukur Atas Nikmat Sehat    •     Peringati Hari Kebangkitan Nasional, Kodim 0612/Tasikmalaya Bersama OJK Deklarasi Tolak Judi Online dan Aktivitas Keuangan Ilegal    •     Disnaker Kota Tasikmalaya Dukung Penuh Sertifikasi Kompetensi Memasak Bagi Relawan MBG    •     Buah Konsistensi, Mohamad Feriadi Soeprapto Raih Indonesia Best 50 CEO Awards 2026    •    
Peristiwa

Puluhan Siswa SMPN 4 Pamarican Diduga Keracunan Usai Santap MBG

×

Puluhan Siswa SMPN 4 Pamarican Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sebarkan artikel ini
Puluhan Siswa SMPN 4 Pamarican Diduga Keracunan Usai Santap MBG
Puluhan Siswa SMPN 4 Pamarican Diduga Keracunan Usai Santap MBG/bie

CIAMIS, desak.id/ | Diduga usai menyantap makan gizi gratis (MBG), sekitar pukul 10.00 WIB, puluhan siswa SMPN 4 Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, diduga mengalami keracunan, Senin 29 September 2025.

Berdasarkan informasi di lapangan, para siswa yang mayoritas kelas VII dan Kelas VIII mengalami gejala pusing dan mual, hingga tubuh pun merasa lemas. Hingga dibaringkan di suatu ruangan kelas.

Petugas medis dari Puskesmas Kertahayu, Pamarican serta beberapa unit ambulance pun langsung turun tangan.

“Saya merasa mual dan pusing. Makanan yang dimakan yaitu ayam ayam goreng dan sayuran, tahu dan lainnya, tapi ayamnya agak bau. Setelah itu banyak teman yang mulai sakit perut,” ungkap Nazwa kelas 7B, salah satu korban.

Pihak sekolah memastikan insiden hanya terjadi di satu kelas. Pasalnya, distribusi MBG hari ini baru mencakup satu kelas saja. Menu yang disajikan berupa daging ayam dan sayuran.

“Total siswa 608 yang tidak hadir 39 orang, korban sekitar 52 orang dan dirujuk ke RS Banjar 2 orang, puskemas pamarican 13, serta puskesnamsd Banjarsari 2 orang. Sisanya tertangani di sekolah dan bisa langsung pulang," terang Yuni, wali kelas 8C.

Untuk mencegah kejadian serupa, sekolah langsung menghentikan distribusi MBG ke kelas lain. Muspika Pamarican, termasuk camat, polisi, dan TNI dari Koramil, turut mengawal proses evakuasi dan penanganan siswa.(bie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *