Komunitas Peduli Lingkungan Hidup akan Hijaukan Masjid se Kota Tasikmalaya dengan Tanam 2.000 Pohon    •     Kpw BI Tasikmalaya dan Pemkab Ciamis Perkuat Ekonomi Syariah dan UMKM Halal lewat  JAZIRAH x CCE 2026    •     Gelar Kelulusan, Kepala Madrasah MTSs Riyadlurohmah Berpesan Jaga Nama Baik Diri, Keluarga dan Almamater    •     Sukses Bangun Citra Tanggung Jawab Sosial, JNE Raih Indonesia CSR Brand Equity Awards 2026    •     OJK Tasikmalaya Ajak Organisasi Kepemudaan Waspadai Judol dan Pinjol Ilegal    •     Berdayakan Peternak Lokal, OJK Tasikmalaya Gulirkan Program BEREHAN    •     Pererat Silaturahmi Alumni SMANDA Angkatan 99 Melalui Reuni Perak +2    •     KPU Kota Tasikmalaya bersama Pemkab Tasikmalaya Sepakati Penggunaan Asset Pemda Tanpa Biaya Sewa    •     Perkuat Organisasi, MPC PP Kota Tasikmalaya Gelar Konsolidasi dengan PAC    •     Aksi Sosial Akbar Lintas Sektor Ciptakan Kebahagian Ribuan Warga Tasikmalaya    •     Penyakit Masyarakat Masih Marak, AMT Nilai Satpol-PP Kota Tasikmalaya Mati Suri    •     Karang Taruna Kabupaten Tasikmalaya Sembelih Sapi Kurban, Wujud Syukur Atas Nikmat Sehat    •     Peringati Hari Kebangkitan Nasional, Kodim 0612/Tasikmalaya Bersama OJK Deklarasi Tolak Judi Online dan Aktivitas Keuangan Ilegal    •     Disnaker Kota Tasikmalaya Dukung Penuh Sertifikasi Kompetensi Memasak Bagi Relawan MBG    •     Buah Konsistensi, Mohamad Feriadi Soeprapto Raih Indonesia Best 50 CEO Awards 2026    •    
Daerah

Dua orang Nelayan Tersambar Petir, Satu Hilang di Laut Cipatujah

×

Dua orang Nelayan Tersambar Petir, Satu Hilang di Laut Cipatujah

Sebarkan artikel ini

Tasikmalaya, desak.id/ | Seorang warga kampung Alur Desa Ciheras Kecamatan Cipatujah hilang di tengah laut.

Peristiwa hilangnya warga bernama. Arif yang berprofesi sebagai nelayan tersebut, terjadi pada Selasa 18 November 2025 malam sekitar pukul 19.00.

"Iya ada yang tenggelam di laut, ini sedang kita lakukan pencarian," kata kapolsek Cipatujah, AKP Supiyan.

Berdasarkan keterangan salah satu rekan korban Riki kepada petugas, peristiwa tersebut berawal pada hari Selasa sekira jam 15.30 Arif bersama Riki anaknya berangkat ke laut dari pelabuan Cikalembuan Garut, sekitar pukul 15.30 wib.

Namun ketika sampai di lokasi perairan batu Kalapa Desa Ciheras, Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya, cuaca hujan cukup deras, dan tiba tiba petir menyambar perahu yang di tumpangi korban.

Korban akhirnya terpental jatuh ke laut, sedangkan Riki tergeletak tak sadarkan diri di atas perahu.

Selama kurang lebih 30 menit, Riki yang tak sadarkan diri terombang ambing di tengah laut. Dan pada saat tersadar ia kaget begitu melihat Arif yang merupakan ayahnya sudah tida ada di perahu.

Selanjutnya Riki berusaha menepi dan melaporkan ke petugas Polair Cipatujah.

Setelah mendapatkan laporan, petugas dari polsek dan polair juga warga langsung melakukan upaya pencarian.

Namun hingga Rabu 19 November 2025 pukul 12.00 pencarian yang melibatkan lima unit perahu nelayan belum mendapatkan hasil.

Kedua nelayan yang merupakan ayah dan anak tersebut pergi ke laut dengan maksud mau mencari ikan.

"Profesi keduanya memang nelayan, yang biasa mencari ikan di laut," kata kapolsek. (Adj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *